
Malam hari nya..
"Selama seminggu kamu tidur di kamar ku dulu, jangan sampai ibu dan ayah curiga." ucap raga ketika dia dan karin sudah masuk ke dalam sebuah kamar yang pasti nya itu adalah kamar pribadi raga
"Ya.." jawab karin singkat karena memang tidak ada lagi yang ingin di bicarakan nya. Mungkin karena sedang berbadan dua, jadi tubuh nya terasa lelah meskipun perjalanan tadi tidak memakan waktu sampai berjam jam.
Karin lalu merebahkan tubuh nya di atas sofa.
"Lelah sekali.." batin karin dan semenit kemudian nafasnya mulai teratur. Dan raga langsung tahu bahwa karin sudah tertidur pulas.
"Apa nyaman tidur di atas sofa seperti itu ?? Aku kan tidak pernah meminta nya tidur di sofa. Ah, sudahlah. Itu pilihan nya sendiri.."
Berbeda dengan karin yang tidak merasakan apa apa, raga malah sebalik nya. Dia sejak di rumah utama tadi sekuat tenaga nya menahan muntah.
HOEK! HOEK!
raga memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi rumah baru nya.
"Astaga. Kenapa perutku semakin hari semakin mual saja. Apa benar yang di katakan dokter itu bahwa karin sedang hamil ??"
Setelah selesai mengeluarkan isi perutnya, raga pun keluar dari kamar itu..
"Mas, kemari dulu.." ucap ayah memanggil raga yang baru saja melangkah keluar dari kamar nya
Raga pun langsung menghampiri ayah nya.
"Ayah baru saja dapat kabar, Kakak sepupu mu baru saja tiba di Indonesia. Dia sekarang dalam perjalanan menuju rumah paman bas mu."
Raga mengangguk. Mungkin ini yang di maksud paman nya dalam surat yang dia kirimkan tadi. Raga harus berhati hati dengan kakak sepupunya itu karena Sifatnya tidak jauh beda dengan ayah nya.
"Apa dia berhenti lagi dari kampusnya ??" tanya raga, karena memang seharusnya kakak sepupunya itu sudah lulus kuliah beberapa tahun lalu. Tapi karena terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri, membuatnya menyepelekan pendidikan. Dan akhirnya membuat kakak sepupu raga itu kini berada jauh di bawah raga.
Raga bahkan sudah lulus S2 sejak lama.
"Seperti nya dia mengambil cuti panjang." jawab ayah
Raga mengangguk.
"Kamu tahu kan sifat Desta seperti apa ? ayah yakin beberapa hari ke depan dia akan menemui mu. Jadi berhati hati lah nak.."
Raga kembali mengangguk.
💮
🍀Pagi hari..
"Bi yanti ??" Raga dan karin terkejut saat keluar dari kamar mereka bi yanti sang ART yang paling senior di rumah utama berada di rumah baru mereka.
"Selamat pagi, tuan dan nyonya.." kata bi yanti menyapa majikan baru nya..
"Kapan datang, bi ??" tanya karin heran, karena semalam ketika dia akan masuk ke dalam kamar tidak ada siapapun yang datang kerumah tersebut
"Semalam nyonya besar menghubungi saya dan meminta saya datang kesini pagi pagi sekali." jawab bi yanti
"Astaga. Maaf ya bi. Pasti bi yanti terkejut.." ucap karin merasa tidak enak
"Tidak nyonya, ini memang sudah menjadi tugas saya.." jawab bi yanti lagi
💮
🍀Mahendra Company..
"Selamat pagi adik sepupu ku tercinta.." ucap seseorang yang datang tanpa di undang..
Raga tersenyum miring, "Aku pikir kau akan datang beberapa hari lagi, tapi seperti nya ada yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan ku.."
Sekali lagi, tanpa di persilahkan Desta, kakak sepupu raga langsung duduk di salah satu sofa ruangan tersebut..
"Maaf tuan, tadi saya sedang mengurus hal yang lain.." kata ivan ketika tiba di ruangan atasan nya. Dia merasa lalai membiarkan seseorang yang sejak dulu selalu bersaing dengan atasan nya itu masuk ke dalam ruangan kerja tuan nya tersebut
Raga mengangguk pelan. Lalu meminta ivan keluar dari ruangan nya
Setelah itu raga pun menghampiri desta dan duduk di sisi sofa yang lain,
"Selamat atas pernikahan mu. aku tidak menyangka kau lebih dulu menikah dari ku."
"Sudahlah. Jangan terlalu banyak basi basi. Tunjukkan saja wajah asli mu..!!"
HA HA HA
Desta tertawa seolah mengejek raga
"Cabut laporan mu atas ayah ku. Maka aku akan membiarkan mu lolos kali ini..!!" ucap desta dengan tatapan tajam nya..
__ADS_1
"Baiklah. Tapi kembalikan semua uang perusahaan yang telah kau dan ayah mu nikmati tanpa izin.." jawab raga santai
Raga lalu bangun dan berjalan ke arah meja kerjanya. Dia mengambil satu lembar kertas yang entah apa isi nya..
"Aku sudah merinci kan semua nya." kata raga lagi seraya meletakkan kertas tersebut di hadapan desta "Tapi itu sudah aku kurangi karena aku masih menganggap kita keluarga."
Desta lalu mengambil kertas tersebut..
"2T!! Astaga!!"
Saking shock nya melihat nominal yang tertera di kertas tersebut, mata desta sampai membulat sempurna..
"Aku minta dalam 2 hari ini uang itu harus sudah masuk ke rekening perusahaan. Aku tidak suka menunggu terlalu lama.."
"KAU GILA, RAGA!! Tidak mungkin sebanyak ini uang yang ayah ku ambil dari perusahaan. Lagi pula, ayah ku lah yang seharusnya menjadi pemilik perusahaan induk ini, bukan ayah mu atau pun kau..!!"
HA HA HA
Kini giliran raga yang tertawa..
"Cukup!! Jangan banyak drama. Aku tidak suka. Lebih baik sekarang juga kau pikirkan bagaimana cara nya uang itu kembali ke perusahaan Mahendra Company dalam waktu 2 hari. Ingat!! 2 HARI!!"
"BRENGSEK KAU RAGA!! Lihat saja nanti, aku akan membuat mu hancur sehancur hancurnya..!!"
Desta lalu pergi dari ruangan itu. Dan sepergi nya desta, ivan kembali masuk ke ruangan tuan nya.
"Van, perketat penjagaan. Jangan sampai desta datang dan masuk ke ruangan kerja ku tanpa izin." ucap raga dan ivan langsung mengerjakan perintah tuan nya itu..
💮
🍀Satu minggu kemudian..
Ayah ibu sudah pulang kembali ke rumah utama. Dan kini karin juga telah menempati kamar besar yang sama besarnya dengan kamar suami nya.
"Mas, aku ingin bicara.." ucap karin memulai pembicaraan pagi itu
Raga mengangguk pelan ..
"Aku hamil..!!"
Ya, karin memutuskan untuk memberitahu raga setelah ayah dan ibu pergi..
"Ya. Aku sudah tahu..!!"
Deg!!
"Lalu aku harus bagaimana ??" tanya raga
Karin hanya diam tidak menjawab..
"Tidak perlu melakukan apapun mas, aku hanya merasa kamu harus tahu. Tapi aku tidak menyangka kalau kamu sudah tahu duluan.." kata karin menahan air mata nya
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar.." ucap karin seraya melangkahkan kaki nya meninggalkan raga.
"Ayo kita sarapan bersama.." kata raga menghentikan langkah karin
"Aku belum lapar.." jawab karin singkat dan sedetik kemudian dia langsung berjalan lagi ke kamar nya..
"Astaga!! Bodoh bodoh bodoh. Kenapa respon ku seperti itu. Akhhh.. Kau memang bodoh raga, sangat bodoh..!!" batin raga menurutuki kebodohan nya. Sungguh, dia memang tidak bisa berbasa basi apalagi berkata hal yang manis seperti kebanyakan para pria hidung belang di luar sana.
Raga pun kembali melewatkan sarapan pagi nya.
"Bi. Pastikan nyonya memakan sarapan pagi nya. Dan tolongl penuhi isi kulkas dengan berbagai macam buah buahan dan camilan sehat. Jangan biarkan istri dan anak ku kekurangan asupan gizi nya.." kata raga pada bi yanti.
"Baik tuan.." jawab bi yanti tersenyum.
"Dan satu lagi. Saya ada pekerjaan di luar kota selama 3 hari. Saya titip karin. Jangan biarkan dia kelelahan.." sambung raga lagi dan bi yanti pun mengangguk pelan
Setelah itu raga pun pergi meninggalkan rumah nya tersebut..
Di sisi lain, bi yanti merasa bingung dengan hubungan pernikahan antara kedua majikan nya itu. Bagaimana tidak, mereka adalah sepasang suami istri yang tidak tidur di kamar yang sama. Terlebih tidak pernah ada komunikasi berarti di antara mereka berdua. Tapi ada satu hal yang bi yanti tangkap dari tatapan mata kedua majikan nya itu. Mereka sudah saling mencintai tapi ego masing masing membuat keduanya sulit mengatakan hal tersebut.
💮
🍀Di kota S
Sudah 2 hari, ivan menemani tuan nya mengecek cabang perusahaan yang sedang di bangun di salah satu kota tersebut.
Drrttzz
Drrttzz
Ponsel raga bergetar.
__ADS_1
Raga pun langsung mengecek pesan yang masuk itu..
"Mas, aku izin keluar rumah sebentar. Aku pergi bersama supir.."
Isi pesan yang di kirim dari kontak yang di simpan dengan nama "My Wife" oleh raga.
"Ya.." Balas raga singkat.
"Dia mau pergi kemana sebenarnya ??" gumam raga yang di dengar langsung oleh ivan
"Apa aku harus mencari tahu kemana nyonya akan pergi, tuan ??" tanya ivan yang langsung membuat raga mengangguk. Ivan memang selalu tahu apa yang di ingin kan tuan nya itu..
Ivan tersenyum kecil, kemudian lelaki itu segera menghubungi seseorang..
🍀Di sebuah pusat perbelanjaan di kota J..
"Astaga rin. aku sangat merindukan mu.." ketika karin tiba, lira langsung memeluk sahabat nya itu
"Iya ra. Aku juga rindu." balas karin memeluk lira
"Eh, kak gavin. Apa kabar ??" tanya karin pada seseorang yang datang bersama lira.
"Baik. Kamu bagaimana rin ? Aku dengar dari lira kamu sudah menikah ya ??" tanya lelaki bernama gavin itu
Karin tersenyum "Karin juga baik kak. emm, iya karin sudah menikah beberapa bulan lalu. Maaf ya, karin tidak mengundang kakak dan lira di acara pernikahan karin itu. Karena semua nya serba mendadak, kak." karin menjelaskan panjang lebar. Kembali karin di landa perasaan tidak enak karena tidak mengundang sahabat dan juga kekasih dari sahabatnya itu.
Gavin dan lira tersenyum lalu mengangguk pelan..
"Tidak apa apa rin. Semua sudah terjadi. Kami hanya bisa mendoakan semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu.." ucap gavin lagi
"Terimakasih kak, ra." ucap karin "eh, ngomong ngomong kenapa tiba tiba kalian mengajak aku bertemu ??" tanya karin penasaran
Gavin dan lira lalu saling berpandangan sambil tersenyum kecil ..
"Taraa....!!!" Lira mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya..
"Astaga.. Apa ini ?? Ya ampun.. Kalian akan menikah ??" Tanya karin seantusias itu seraya menerima surat undangan pernikahan dari tangan lira
Lira mengangguk dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan..
"Selamat ya ra, kak gavin. Aku tidak menyangka kalian akan menikah secepat ini.." kata karin sambil mengulurkan tangan nya memberikan selamat pada lira dan gavin bergantian..
"Kamu jangan sampai nggak datang ya rin. Ajak juga suami kamu. Sudah lebih dari 3 bulan kamu menikah tapi aku belum sekalipun bertemu dengan suami mu itu.." ucap lira lagi
Karin hanya menjawab dengan senyuman..
🍀Di belahan bumi yang lain..
"Jadi maksud mu karin bertemu dengan 2 orang ? Lelaki dan wanita ??" tanya raga lagi memastikan ketika ivan sudah mendapatkan informasi dimana keberadaan istri nya
"benar tuan. Dan sepertinya mereka berdua adalah sahabat istri anda." tambah ivan lagi kembali memberitahu informasi yang di dapatkan oleh anak buah nya
Raga mengangguk..
"Tapi tuan. Entah kenapa di restoran itu tuan desta. Sepertinya dia sengaja mengikuti nyonya sejak nyonya keluar dari rumah.."
Raga langsung berdiri dari duduk nya..
"APA ?? DESTA ??" beo raga saking terkejutnya
"Untuk apa dia ada di sana ??" tanya raga dengan wajah cemas
Raga lalu mengeluarkan ponsel nya, dan langsung menghubungi karin detik itu juga..
📞Pulang sekarang!!
Kata raga setelah sambungan telepon nya terhubung dengan sang istri
📞Kenapa tiba tiba menyuruh ku pulang ??
📞Jangan banyak bertanya. Pulang sekarang juga!!
Raga benar benar khawatir. Tapi karin tidak berpikir demikian. Karin merasa raga sangat aneh, tadi dia mengizinkan nya pergi, sekarang dia tiba tiba menyuruhnya untuk pulang.
📞Karin. Kamu mendengarkan ucapan ku atau tidak ??
Raga benar benar tidak terkontrol. Dia sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada istri dan calon anak mereka. Karena pernah satu waktu desta, kakak sepupu nya itu mengirim beberapa orang untuk mencelakai diri nya. Beruntung raga yang memegang sabuk hitam seni bela diri itu mampu menumbangkan beberapa pria bertubuh besar yang mencoba melukai diri nya.
📞Dengar!
Jawab karin singkat dengan perasaan kesal..
📞Kalau begitu pulang sekarang. Aku mohon..!!
__ADS_1
Raga melunak mendengar nada bicara istrinya. Dengan lembut raga memohon pada karin untuk segera pulang.
Karin menutup sambungan itu lebih dulu. Dan wanita itu pun akhirnya pulang lebih dulu, padahal dia masih rindu dengan sahabatnya. Malah karin belum sempat memberitahu bahwa dia sedang hamil pada lira.