
Akhirnya setelah perbincangan yang lumayan serius dengan sang istri mengani masalah nya dengan sang paman, raga dan juga karin memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mengakhiri bulan madu mereka.
Total mereka hanya satu minggu berada di negara impian karina. Banyak yang menjadi pertimbangan yang akhirnya membuat mereka harus kembali ke negara asal.
Tapi dari semua alasan yang di miliki mereka ada alasan yang paling kuat membuat mereka berdua ingin kembali, yaitu tentu saja tuan baskoro. Bagaimana pun sampai detik ini pernikahan mereka sudah menginjak usia 10 tahun, karina sama sekali belum pernah bertemu dengan kakak dari Ayah Rudi, mertuanya tersebut. Raga tidak pernah mengenalkan nya begitu pun dengan kedua mertuanya itu. Meskipun karina sudah mengenal desta, sepupu suami nya, namun itu belum cukup.
Saat ini keduanya sudah berada di dalam pesawat, dan tinggal beberapa jam lagi pesawat mereka tiba di tanah air.
"Mas.." karin bergelayut manja di lengan suami nya
"Iya sayang.." jawab raga dengan suara yang begitu lembut
Karin memberikan ponsel nya pada sang suami. Raga mengerutkan keningnya.
"Apa ini ??" tanya raga belum mau menerima benda pipih itu.
Karin kembali memposisikan duduk nya dengan tegak. "Bianca, dia menghubungi ku."
Deg
Mendengar nama bianca di sebutkan, jantung raga berdegup kencang. Bukan karena ada perasaan pada wanita itu, tapi takut kalau karina kembali marah dan meninggalkan nya. Sungguh itu lah yang saat ini menjadi ketakutan terbesar bagi raga.
"Untuk apa dia menghubungi mu ??" tanya raga. Pria itu tahu bianca pasti sudah sembuh meski masih melakukan kemoterapi agar bisa kembali normal seperti sedia kala.
__ADS_1
"Dia mengajak ku bertemu." Karin memalingkan wajahnya dari sang suami, menatap lurus ke arah depan..
"TIDAK!!" Tegas raga dengan penuh penekanan. "Kamu tidak boleh bertemu dengan nya."
"Kenapa ??"
"Karena aku tahu siapa dia. Dia pasti tidak akan menyerah dan akan menghasut kamu untuk meninggalkan aku.!!"
"Kamu tahu siapa dia tapi kamu tidak tahu siapa aku ???"
Deg
Raga terdiam.
"Bukan begitu maksud ku, sayang." Raga mulai serba salah, "Aku hanya tidak mau kamu berpikir yang macam macam setelah bertemu dengan dia. Plisss.. Aku mohon. Kamu jangan mau bertemu dengan bianca. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada hubungan kita.." Raga benar benar takut akan sesuatu yang bahkan belum terjadi. Dia sangat tahu sifat bianca, gadis itu akan melakukan segala cara untuk memenuhi keinginan nya.
Karin menaikkan satu sudut bibirnya. "Kenapa kamu tidak bisa percaya padaku, mas ??" lirih karin dalam hati nya
Padahal karin pun tidak akan semudah itu percaya pada ucapan bianca. Bertemu saja belum, tapi suami nya sampai memohon seperti itu agar dirinya tidak bertemu dengan gadis tersebut.
Karin menyilangkan tangan di depan dada, dia memilih untuk memejamkan matanya menunggu sampai pesawat yang membawanya itu mendarat.
"Ck!! Aku harus bagaimana ??" gumam raga yang menyadari pasti istri nya saat ini marah padanya
__ADS_1
Dan akhirnya pesawat tang bertuliskan "MAHENDRA AIR" itu mendarat dengan sempurna di bandara internasional Soekarno Hatta.
Setelah turun dari pesawat, mobil jemputan untuk raga dan karina sudah terparkir sempurna disana.
"Sayang. Kenapa kamu diam saja, hem ? Kamu marah ??" tanya raga ketika mereka sudah di dalam mobil
"Katakan apa yang salah dari ucapan ku tadi ? Aku tidak mau kamu mendiamkan ku seperti ini terus.." rengek raga sejak dalam pesawat sampai mereka kini di dalam mobil
Karina menoleh. "Izinkan aku bertemu dengan dia!!"
Deg
"Kalau itu aku tidak bisa!!" Raga terus menolak,
"Baiklah." Karin kembali menyilangkan tangan di depan dada lalu memejamkan kedua matanya lagi
Raga menjambak rambutnya, frustasi..
"Okay, okay. Aku mengizinkan nya, tapi dengan syarat!!" Karin langsung membuka mata dan menatap suaminya dengan mata yang berbinar.
"Apa syaratnya ??" tanya karina begitu antusias
"Aku ikut!!"
__ADS_1