
Tok tok tok ...
Tiba tiba pintu kamar karin kembali di ketuk lagi dari luar...
"Sebentar ya mas, aku lihat dulu.." kata karin pada suami nya yang masih terbaring lemah di tempat tidur..
Ceklek..
"Pak Anton...??"
"Kenapa kamu tidak datang ??" tanya pria itu tanpa basa basi dengan wajah penuh dengan kekecewaan..
Deg!!
Mendengar nama Anton di sebutkan oleh karina, raga menjadi tahu siapa yang berada di depan kamar itu. Tapi raga memilih untuk diam, dia ingin tahu apa yang akan di katakan istri nya pada pria itu.
"Maafkan saya pak anton, tapi sepertinya makan malam ini saya batalkan..!!" kata karin dengan jelas tanpa berbelit belit "Suami saya tidak mengizinkan saya untuk pergi. Saya harap pak anton bisa mengerti..!!" sambung karin lagi membuat raga yang terbaring di dalam sana senyum senyum sendiri mendengar ucapan sang istri..
Sementara raga sedang berbunga bunga, di sisi lain ada hati pria lain yang kembali terluka..
"Tapi bukankah kamu sudah berjanji ???" tanya anton..
"Saya tidak pernah berjanji kalau pak anton ingat. Saya hanya mengatakan bahwa saya menerima ajakan pak anton untuk makan malam sebagai perpisahan.."
"Tapi...."
"Saya minta maaf sekali lagi jika saya sudah membuat pak anton tersakiti.. Sejak awal saya sudah mengatakan, status saya masih seorang istri dari suami saya, pak anton..." Karin langsung memotong sebelum anton selesai bicara..
"Baiklah jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, saya harus kembali ke dalam karena suami saya sedang menunggu. Permisi..." kata karin lalu menutup pintu tanpa menunggu anton mengatakan apapun lagi..
Karin mengembangkan senyum nya ketika dia masuk ke dalam kamar melihat raga merentangkan kedua tangannya...
"Sini!!" kata pria itu meminta sang istri untuk segera masuk ke dalam pelukan nya...
grep..
Tanpa banyak bertanya, karin langsung menghampiri dan memeluk suami nya...
"Terimakasih sayang..Cupp." ucap raga dengan suara pelan seraya mengecup pucuk kepala sang istri. Di perbicangan singkat antara karin dan pria itu tadi, raga bisa langsung menarik kesimpulan bahwa anton menyukai istri nya. Dan tentu saja raga tidak suka ada pria lain yang tertarik pada wanita yang sudah menjadi milik nya.
Sementara raga sedang berdebat dengan pikiran nya sendiri, saat ini karin tengah memejamkan kedua mata nya. Menikmati setiap moment yang paling berharga di sepanjang hidup nya.
💮
🍀Di hotel yang sama tapi di sudut yang berbeda..
Setelah lift terbuka, ivan langsung menuju ke teras depan hotel dengan langkah panjang nya..
__ADS_1
"Pasti dia sudah pergi.. Ck!! Dasar keras kepala..!!" gumam ivan kesal ketika gadis tadi dan mobilnya sudah tidak ada di depan hotel tersebut..
Tiba tiba...
"Kenapa lama sekali..!! Kaki ku sampai pegal menunggu mu sejak tadi..!!"
Deg!!
Meskipun hati nya cukup tenang karena gadis yang di cari nya ternyata masih ada di sana. Tapi entah kenapa melihat wajah dan mendengar suara nya semakin membuat jantung ivan berdebar tidak karuan..
Lira langsung memberikan jas ivan lagi...
"Nih.." kata wanita itu
"Aku tidak mau memakai pakaian bekas pakai orang lain..!!" kata ivan kembali datar tidak menerima jas milik nya yang di berikan lira..
"Astaga!! Tadi kan kamu sendiri yang memberikan jas ini pada ku.. Ah, sudahlah..!!" kata lira melempar jas itu pada ivan dan tanpa sengaja tepat mengenai wajah pria itu, lira yang tidak menyadarinya pun langsung berjalan ke sisi sebelah kanan hotel dimana tadi dia memindahkan mobilnya karena menghalangi kendaraan pengunjung lain yang datang...
"Dasar gadis bar bar..!!"
Ivan mengekor lira di belakang..
"Sekarang apa lagi...???" tanya lira berbalik menatap ivan dengan tatapan tidak suka karena pria itu terus mengikutinya sampai di depan mobil miliknya..
Ivan tiba tiba menadahkan tangannya seperti meminta sesuatu...
Hushh..
Bip Bip..
Ivan mengambil paksa kunci mobil dari tangan lira..
"YA..!! Kenapa kamu masuk ke mobil ku ???" pekik lira ketika melihat ivan sudah duduk di kursi pengemudi..
"Cepat masuk..!! Aku juga akan kembali ke kota J. Ada barang tuan raga yang tertinggal..." kata ivan tanpa melihat ke arah sisi dimana lira berdiri..
"Astaga.. Kau ini benar benar membuat ku kesal..!!"
"Sudahlah cepat masuk..!! Aku sedang terburu buru..." kata ivan mengacuhkan kekesalan gadis itu
"Memang kemana mobil nya, kenapa harus naik mobil ku sih..!!"
Lira menarik nafas dalam dalam..
Huhh..
Mau tidak mau akhirnya lira duduk di kursi penumpang bagian depan..
__ADS_1
Ivan menahan senyum nya ketika melihat wajah lira sudah di tekuk dengan ekspresi yang sangat lucu..
Satu jam lebih perjalanan namun tidak ada percakapan apapun di antara mereka berdua..
Sesekali ivan hanya mencuri pandang pada lira yang lebih memilih melihat jalanan dari balik kaca jendela mobilnya..
"Dimana rumah mu ??" tanya ivan setelah mereka sudah berada di kota J lagi...
"Kamu mau turun dimana ??" lira malah balik bertanya..
"Aku turun di rumah mu..!!"
Deg!!
"Astaga. Kenapa dia suka sekali membuat jantung ku berdebar seperti ini..!!" batin lira sambil terus menatap ivan dari samping..
"Ingat ra!! Jangan mudah goyah!! Semua cowo sama aja, mereka sama sama brengsek!!"
Karena sudah malam dan tidak mau berdebat lagi, lira pun memberikan alamat rumah nya pada ivan. Dan pria itu pun segera memutar arah menuju alamat yang di berikan lira tadi...
"Stop..!!" kata lira meminta ivan berhenti tepat di depan rumahnya. Rumah dengan desain minimalis modern yang berada di kawasan perumahan yang cukup elit.
Tanpa di minta, ivan langsung memasukkan mobil lira ke dalam garasi rumah nya..
Pria itu lalu memberikan kunci mobil pada lira..
"Tunggu..!!" seru lira pada ivan yang sudah melangkah pergi..
"Mau kemana ??" tanya lira..
"Mengambil barang tuan raga yang tertinggal di perusahaan.." jawab ivan tanpa ekspresi..
"Mau kesana jalan kaki ??"
"Masuklah..!! Disini dingin.." ujar ivan tanpa mengindahkan pertanyaan lira lagi lalu kembali menutupi tubuh bagian depan lira dengan jas yang di pegang nya. Sungguh pakaian yang di pakai gadis itu benar benar mengganggu konsentrasi nya. Tapi itu normal, sebab ivan pun lelaki normal yang tentu saja masih tertarik dengan makhluk yang nama nya perempuan..
Lira memberikan kunci mobil nya ke tangan ivan.. "Pakai mobilku..!!"
"Tidak perlu. Di depan sana pasti ada taksi..!!" tolak ivan cepat
"Ck!! Dasar keras kepala..!! Aku tidak mau memakai mobil yang sudah di pakai orang lain..!! Jadi kamu harus mencuci mobil ku, setelah itu baru kembalikan..!!" kata lira lalu masuk ke dalam rumah dan sengaja menutup pintu rumah nya cukup kencang..
Ivan hanya menatap datar pintu rumah yang sudah menutup sempurna itu. Akhirnya ivan pun mengendarai lagi mobil lira menuju ke kota B.
Ya benar, menuju ke kota B lagi bukan ke perusahaan seperti yang di katakan nya tadi.. Ivan hanya mengarang saja mengatakan pada lira bahwa ada barang tuan nya yang tertinggal. Itu sama sekali tidak benar. Ivan khawatir ketika tahu lira akan kembali ke kota J malam ini juga. Melihat malam yang sudah semakin larut di tambah guyuran hujan yang belum juga mereda membuat hati nya jadi tidak tenang jika membiarkan lira berkendara seorang diri.
Ivan pun tidak mengerti dengan sikap nya sendiri. Sungguh ini baru pertama terjadi di hidupnya.
__ADS_1