
Akhirnya setelah menempuh perjalanan satu jam lebih lama dari waktu yang seharusnya di sebabkan karena kemacetan lalu lintas yang padat hari ini, kini mobil yang di kendarai ivan pun sudah tiba di pelataran hotel di kota B.
"Tuan, ini hotel tempat nyonya karina menginap.." kata ivan setelah mereka tiba di parkiran khusus tamu..
Raga mengangguk..
"Baiklah, ayo turun.."
Tiba tiba..
"Ada apa ??" tanya raga ketika asisten nya itu hanya diam saja dan tidak turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk nya seperti biasa...
"Tuan, apa aku tidak salah lihat. Bukankah itu tuan anton..." pandangan mata ivan tertuju pada seorang pria yang baru saja turun dari mobil sport tidak jauh dari tempat nya parkir..
Deg!!
"Sedang apa dia di sini..??"
"Biarkan saja. Kita tidak ada urusan dengan nya.." jawab raga dingin
Ivan mengangguk "Baik, tuan.." setelah itu dia pun segera keluar dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk atasan nya tersebut .
🍀Di dalam hotel...
Raga dan ivan langsung menaiki lift menuju lantai di mana kamar karina berada. Ivan sudah mempersiapkan segalanya sebelum mereka tiba, hingga tanpa perlu tuan nya itu menunggu lagi mereka langsung memiliki akses menuju kamar nyonya karina.
"Tuan, ini kamar nyonya..." kata ivan lagi,.
Raga pun masuk ke dalam kamar tersebut setelah dia menempelkan kartu untuk membuka pintu kamar.
Entah kenapa raga memiliki firasat buruk setelah mendengar kabar bahwa karin pergi. Ada sesuatu yang dia pun tidak bisa menjelaskan nya..
Di dalam kamar hotel itu, mata elang raga berkeliling ke setiap sudut. Di mulai dari pintu masuk, belakang pintu, hingga ke toilet, semua tidak luput dari pemeriksaan nya..
"Van...." pekik raga pada ivan yang masih berada di luar ...
"Iya, tuan.. Ada apa ??" tanya ivan setelah masuk ke dalam kamar
"Lihat...." kata raga sambil menunjukkan jati telunjuk nya ke salah satu sudut ruangan di kamar..
Ivan membelalakkan mata nya. Dia lalu berjalan dan mengambil benda itu..
"Tuan, ini....." suara ivan tercekat saat mengetahui benda apa yang di pegang nya saat ini..
Wajah raga langsung berubah, kemarahan langsung tampak di wajahnya, tangan nya sampai terkepal kuat..
__ADS_1
"BRENGSEK!!!!" umpat raga..
"Cepat cari tahu siapa yang berani menaruh kamera ini di kamar istri ku..." seru raga dengan geram dan penuh kemarahan.
"Baik tuan..."
Ivan langsung keluar menuju lantai satu lobby hotel. Dia ingin melaporkan kejadian ini pada pihak hotel dan jika tuan nya menginginkan dia akan memperpanjang nya pada pihak kepolisian, sekalian ivan juga akan memeriksa cctv di koridor hotel lantai di mana kamar nyonya nya berada.
Sementara raga masih tetap di kamar karin, istri nya.
"Siapapun yang mengganggu keluarga ku, aku tidak akan pernah melepaskan nya...!!"
Raga lalu melangkahkan kaki nya menuju balkon. Dia butuh udara segar untuk menurunkan emosi nya.
Deg!!
Raga kembali memejamkan kedua matanya ketika melihat beberapa minuman kaleng bekas yang berada di samping kursi di balkon kamar hotel itu. Pria itu pun tahu betul itu bukan minuman biasa melainkan minuman kemasan kaleng yang mengandung alkohol...
Bughh Bughhh...
Raga mengepalkan tangannya lalu meninju dengan sangat kencang tembok di balkon itu sampai 2 kali, saking kencang pukulan nya itu bahkan hingga membuat buku jari tangan pria itu sudah mengeluarkan darah segar.
Gadis polos yang di nikahi nya 10 tahun lalu kini berubah menjadi wanita pecandu alkohol.
💮
🍀2Sis Beauty Salon...
Setelah menangis cukup lama di dalam ruangan nya, akhirnya karin memutuskan untuk menyudahi kegiatan nya hari ini. Karyawan dan para tukang yang tadi bekerja pun sudah pulang ke rumah masing masing. Karena karin meminta mereka untuk pulang lebih cepat dari biasanya.
Karin memutuskan untuk berjalan jalan sambil menunggu tiba waktu makan malam nya bersama Anton. Wanita itu mengemudikan mobil nya tanpa arah dan tujuan.
Sudah lebih dari 1 jam karin berkendara, tapi waktu terasa begitu lambat bagi nya hari ini. Sudah belasan lagu yang di putarnya di dalam mobil, namun rasa bosan dan kesepian tetap menghantui nya.
Wanita itu tiba tiba menepikan mobil nya di sebuah jalan yang dia pun tidak tahu ini dimana...
"Aku tidak tahu mana yang lebih tragis, Selalu melihat bayangan mu kemana pun aku pergi, atau memang kamu yang tak pernah ada untuk ku..."
Kemana pun karin melangkah, hati dan pikiran nya hanya tertuju pada satu orang. Bahkan sudah sejauh ini karin menghindar tetap saja wajah pria itu yang terus terbayang.
"Ahhh... Aku bisa gila kalau terus seperti ini..." gumam karin seraya menggelengkan kepala nya berkali kali..
Cukup lama dia berhenti dan berdiam diri di dalam mobil nya itu, hingga waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, karin pun memutuskan kembali melajukan kendaraan nya tersebut menuju King View Hotel..
*Skip perjalanan...
__ADS_1
"Pak Anton...???" karin begitu terkejut melihat sosok pria yang akan makan malam dengan nya ternyata sudah berada di lobby hotel...
Anton tersenyum manis... "Kalau datang jam segini dapat di pastikan aku tidak akan terlambat kan, rin ???" katanya ketika mereka saling berhadapan..
Karin hanya menatap datar pria itu tanpa ekspresi..
"Astaga, kenapa dia sudah di sini sih, padahal kan kita janjian jam 7 malam nanti.. Haduh, bagaimana kalau dia tahu aku menginap di hotel ini juga...."
Tiba tiba...
Cupp...
Seseorang mengecup pipi karin lalu melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu..
"Sayang, kenapa kamu lama sekali. Aku sudah menunggu mu dari tadi..."
Karin dan anton pun langsung melihat ke arah seseorang itu dengan tatapan yang sama.
"Mas Raga....." jantung karin berdetak begitu kencang ketika menolehkan wajahnya menatap seseorang yang sangat di rindukan nya saat ini.
Raga menempelkan keningnya hingga ujung hidung keduanya bersentuhan.. "I miss you so much..." ucap raga dengan suara pelan yang begitu memabukkan hingga membuat karin membeku dan seolah terhanyut ketika dia mencium aroma mint dari hembusan nafas pria itu..
"Karina.....!!!!" Suara bariton anton langsung menyadarkan karin..
Karin langsung memalingkan wajahnya lalu berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan raga yang masih melingkar di pinggang nya. Tapi usaha karin tidak membuahkan hasil, justru malah membuat raga semakin mengeratkan pelukan di pinggang wanita itu hingga tak ada jarak lagi antara tubuhnya dengan tubuh suami nya itu..
"Tuan Anton... Astaga, aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini. Padahal anda sudah berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bukan ???" ucap raga dengan tersenyum smirk menatap anton dengan tajam...
"Jangan jangan suami karin... Astaga...." gumam anton dalam hati nya. Dia bahkan sampai tidak berani melanjutkan kalimat nya..
"Tuan anton yang terhormat, Perkenalkan Nyonya Karina, dia ISTRI KU...!!"
Deg!!
Bukan hanya anton yang terkejut, tapi wanita di samping raga lah yang paling terkejut mendengar ucapan pria itu barusan. Apalagi dia menekan kan kata Istri ku di akhir kalimat nya.
"Karin...." ucap anton seraya menggelengkan kepala nya pelan, berharap yang dia dengar tadi tidak benar..
Karin tidak merespon, wanita itu masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini...
"Sayang, apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan pria ini, hem ??" tanya raga yang lagi lagi dengan nada yang begitu lembut semakin membuat karin tidak bisa berkutik, bahkan wanita itu tanpa sadar menggelengkan kepala nya..
Raga tersenyum melihat wajah karin saat ini yang menurut nya sangat lucu...
"Kalau begitu ayo kita ke kamar. Aku sangat merindukan mu..." bisiknya pelan tepat di telinga wanita itu tapi tentu saja masih bisaa di dengar anton karena saat ini posisi mereka saling berhadapan dan hanya berjarak beberapa jengkal saja...
__ADS_1