
"Tidak apa apa. Aku hanya penasaran kenapa mimik wajah mu begitu terkejut."
"Ini..." karin memberikan ponsel nya pada sang suami agar pria itu bisa membaca langsung isi pesan yang di kirim lira tadi.
Raga menarik satu sudut bibirnya ketika membaca pesan tersebut..
"Aku sudah tahu!" jawab nya singkat..
"Benarkah ? Ko aku baru tahu, kenapa kamu tidak cerita ??" protes karin pada suami nya..
"Untuk apa, sayang ??" Raga membelai surai karin dengan sangat lembut.. "Biarkan saja ivan yang menyelesaikan masalah itu, kamu tidak perlu ikut campur lagi sebab sekarang sahabat mu itu sudah menjadi tanggung jawab ivan sepenuh nya."
Karin mengangguk setuju. Memang benar apa yang di ucapkan suami nya itu, apalagi besok lira dan ivan menikah, jangan sampai gavin membuat keributan dan membatalkan acara sakral ivan dan sahabat nya, lira.
"Ya sudah. Jangan di pikirkan lagi. Lebih baik sekarang kita ke tempat yang ingin kamu kunjungi, bagaimana ?? Kamu masih mau kan ??" raga menggoda dengan menaik turunkan kedua alis nya..
Ck!!
Karin memanyunkan bibirnya kembali kesal, padahal tadi moodnya sudah baik baik saja..
Cupp!!
"Ayo.." Setelah mengecup bibir karin sekilas, pria itu langsung merangkul bahu karin dan membawa nya berjalan beriringan keluar dari hotel..
__ADS_1
Skip perjalanan..
"Wahhh..." Mata karin berbinar ketika melihat mahakarya ciptaan manusia yang begitu indah. Saat ini di hadapan nya berdiri dengan kokoh Piazza Navona..
"Indah sekali..." gumam karin seraya menatap lurus ke tiga air mancur yang menjadi ikon bangunan tersebut..
"Ya, memang indah. Sangat Indah.." Balas raga namun bukan nya melihat ke arah yang sama dengan sang istri, pria itu malah asyik terus memandangi wajah istri nya sambil tersenyum dari samping dan karin pun tidak menyadari nya.
Setelah dari Piazza Navona, karin mengajak suami nya untuk pergi ke destinasi kedua dari sebagian kecil impian nya untuk datang ke negara tersebut..
"Kenapa kesini ?? Bukan kah tempat ini menyeramkan ??"
Karin tersenyum, "Menyeramkan ??" beo nya..
"Ya, kamu benar mas. Tapi kamu tahu tidak, tempat ini bukan hanya untuk kontes gladiator saja. Pada masa abad pertengahan, Colloseum juga di jadikan tempat untuk berbagai macam pertunjukan, diantara nya seperti pertunjukkan laut, perburuan binatang, peragaan ulang pertempuran populer, eksekusi dan juga drama drama yang ceritanya di angkat dari kisah kisah mitologi."
Raga kembali menggeleng takjub mendengar penjelasan panjang lebar karina. Sementara wanita itu, matanya masih tertuju pada bangunan yang ada di depan nya.
"Pantas saja Colloseum di jadikan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang di akui. Ternyata memang seindah itu.." sambung karin lagi..
"Kamu tidak ingin mengambil gambar disini ??" tanya raga sebab sejak perjalanan pertama mereka ke Piazza Navona karin sama sekali tidak mengeluarkan ponsel nya untuk mengambil gambar. Raga sedikit heran, biasanya para wanita akan langsung selfie jika berkunjung atau melihat hal hal yang luar biasa seperti ini.
Karin menggeleng, "Tidak perlu. Aku hanya akan menyimpan semua kenangan ini disini dan disini.." jawab karin sambil tersenyum seraya menunjuk ke kepala dan dadanya bergantian..
__ADS_1
Grep!
Raga menarik tangan sang istri lalu membawa wanita itu dalam pelukan nya.. "Simpan juga bagian yang ini.." katanya seraya mempererat dekapan nya
Karin tersenyum lalu melingkarkan tangan nya di pinggang pria itu untuk membalas pelukan yang begitu menenangkan bagi nya..
Setelah lelah berkeliling, akhirnya hampir tengah malam karin dan suami nya baru kembali ke hotel..
"Lelah ??" tanya raga saat mereka sudah ada di tempat tidur.
Karin mengangguk dengan memaksakan mata nya agar tetap terbuka.. "Bagaimana keadaan kenan ya mas ? Aku rindu.." gumam nya seraya masuk ke dalam pelukan raga
"Tadi saat kamu mandi aku melakukan video call dengan anak kita, sekarang disana sudah pukul 5 sayang, ken sudah bangun dan sedang bersiap bersama ibu untuk hadir di pernikahan lira dan ivan.."
Hoam!
Karin menguap panjang.. "Berarti kita jangan tidur dulu, mas. Kita juga harus menjadi saksi pernikahan mereka.."
Raga mengusap lembut pucuk kepala sang istri sambil sesekali mengecup nya mesra.. "Pernikahan nya di mulai jam 7.30 pagi, sekarang masih jam 5 disana, kita masih punya waktu 2 jam untuk istirahat.."
Tiba tiba hening..
Tidak ada lagi jawaban dari karin.
__ADS_1
Raga tersenyum kecil ketika melihat sang istri sudah terlelap dalam dekapan nya. Pria itu pun menarik selimut agar menutupi tubuh mereka berdua. Sebelum ikut memejamkan mata, raga menyempatkan diri untuk memasang alarm di ponsel nya. Mereka tidak boleh bangun terlambat, sebab hari ini adalah hari penting bagi Ivan, asisten pribadi nya dan juga Lira, sahabat dari istri nya.