
🍀Jam makan siang...
"Rin, ayo. Ini udah waktu nya makan siang!!" lira datang keruangan karina untuk mengajak sahabatnya itu istirahat.
"Sorry ra. Aku lagi nggak nafsu makan.." jawab karin asal sambil terus menatap ke arah laptop nya..
"Ish. Jangan begitu rin, nanti kamu sakit!!" Lira yang tadi nya enggan masuk ke dalam ruangan, akhirnya penasaran dengan apa yang sedang di lakukan sahabat nya saat itu.. "Astaga!! Jadi kamu beneran mau lanjutin S2 mu di roma ??" lira sangat terkejut ketika melihat di layar laptop, ternyata sahabat nya itu sedang mencari satu unit apartemen di negara tersebut..
Karin menaikkan satu sudut bibirnya.. "Iya ra. Sebenarnya di kampus ku ada asrama, tapi tidak mungkin kan aku tinggal disana bersama kenan..!!"
Lira menggelengkan kepala nya. Karin sudah mempersiapkan semua nya sejauh itu.
"Jangan mencegah ku, ra. Tekad ku sudah bulat!!" Belum sempat lira membalas ucapan karin, wanita itu lebih dulu melarangnya mengucapkan kata yang memang ingin dia katakan pada karin.
Lira kembali menghembuskan nafasnya dengan panjang. "Ya sudah, aku doakan semoga rencana mu berjalan lancar, rin.."
"Thanks, ra!!" jawab karin singkat..
Lira pun kembali berjalan keluar dari ruangan karin..
"Eh, ra. Di parkiran ada mobil james. Ko dia gak masuk, tumben banget dari tadi diem di mobil terus!!" karin menghentikan langkah kaki sahabatnya. Memang sejak tadi ketika dia tidak sengaja melihat keluar jendela, dia melihat mobil james ada di depan salon nya. Tapi pria itu seperti enggan turun dan masuk ke salon seperti biasanya..
"Kamu lupa aku sudah bertunangan ??"
Deg!!
"Sorry, ra. Iya aku lupa.. He..he.." karin terkekeh sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk huruf V. "Terus ngapain dong si bule tengil itu kesini ??"
Lira mengangkat kedua bahu nya. "Tidak tahu! Sudah ah, aku mau makan. Laper!!" lira beranjak meninggalkan karin..
🍀Di parkiran..
"Ra, wait!!" Melihat lira keluar dari salon, jame langsung mencegah wanita itu sebelum lira masuk ke dalam mobil..
Lira memutar bola mata nya malas, lalu melipat tangan di depan dada.. "Apa ??" tanya lira dengan ketus. Entah kenapa, lira jadi membenci james. Lira ingat betul james itu seorang pemain juga seperti diri nya. Lira pernah melihat james bersama seorang wanita di sebuah club tidak jauh dari apartemen pria itu. Tapi lira berpura pura tidak tahu, karena dia dan james pun tidak memiliki ikatan apapun.
"Please, ra. Kita perbaiki hubungan ini!!" James memohon sambil memegang tangan lira..
"Sorry james. Kita tidak memiliki hubungan apapun. Kamu dan aku tidak pernah terikat dalam satu hubungan yang pasti!!" lira langsung melepaskan tangan james
"Tapi ra. Apa tidak ada artinya bagi mu kebersamaan kita selama ini ??"
Lira tersenyum mendengar ucapan pria bule itu "James, hubungan kita sama seperti hubungan mu dengan wanita wanita yang sering kau bawa ke apartemen. Beda nya aku tidak pernah membiarkan kamu meniduri ku!!"
Deg!!
James mematung. Dia tidak menyangka lira mengetahui kelakuan busuk nya selama ini. Padahal james sudah berusaha mati matian menutupi nya dari lira. Sebab james ternyata memiliki perasaan cinta pada gadis itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam ?? Bicaralah lagi!! Aku ingin mendengar apa lagi yang ingin kau katakan pada ku!!" Lira dengan percaya diri menantang pria itu
"Dengar james!! Aku ingin memperbaiki diri ku. Aku tidak ingin masuk lagi ke dalam lubang kotor bersama mu. Jadi biarkan aku hidup tenang mulai sekarang, dan aku pun tidak akan mengusik mu. Bersenang senanglah dengan wanita wanita mu. Jangan sembunyi sembunyi lagi, karena mulai saat ini aku sudah tidak perduli lagi dengan semua yang berhubungan dengan mu!!" James kembali mematung. Lira segera masuk ke dalam mobilnya meninggalkan pria itu.
🍀Di dalam mobil..
Lira mengetikkan pesan saat mobil nya berhenti di lampu merah..
"Ayo makan siang bersama.." Satu pesan yang lira kirim pada Ivan, tunangan nya..
Drrtttzz..
Ponsel nya bergetar. Pesan itu langsung di balas ivan..
"Maaf tidak bisa. Aku masih ada pekerjaan."
"Baiklah" Lira membalas lagi dengan singkat..
....
"Astaga!! Dimana aku ?? Kenapa jadi kesini ??" Lira terkejut saat menyadari dia tanpa sadar melajukan mobilnya ke jalanan yang lumayan sepi. Segera wanita itu pun memutar setir mobil nya lagi untuk kembali ke jalan utama..
Tiba tiba..
Ciiitttttt....
Mobil lira di hadang dari arah belakang. Otomatis dia pun langsung menginjak rem dengan kencang..
Ponsel lira berbunyi..
"Halo??" lira menjawab dengan suara kesal
"Kamu dimana ?"
"Aku dijalan. Sudah dulu ya, nanti aku hubungi lagi!!" Ternyata ivan yang menghubungi...
"Brengsek!! Siapa sih ??" Lira yang belum sempat mematikan telepon nya, langsung mengumpat. Dan tanpa lira sadari, di sebrang sana ivan mendengar perkataan lira tadi. Lira pun mematikan sambungan tersebut lalu keluar dari mobil nya tanpa rasa takut.
Tok tok tok..
Lira mengetuk kaca mobil itu dengan penuh amarah..
"Keluar!!" pekik lira..
Tok tok tok..
Lira pun mengetuk lagi ketika si pengemudi belum juga keluar dari mobil nya..
__ADS_1
Deg!!
Lira mundur beberapa langkah ketika si pengemudi itu turun.
"Apa kabar, ra ??" Suara bariton itu menyadarkan lira dari lamunan nya..
Lira mematung. Menatap seseorang itu dengan tatapan penuh kebencian..
Tanpa mau menjawab pertanyaan orang tersebut, lira memilih melangkahkan kaki nya untuk kembali ke mobil..
Tapi belum sempat lira menjauh, seseorang itu sudah lebih dulu mencegah agar lira tidak pergi..
"Lepaskan!!" Lira memekik dengan kedua netra nya yang sudah memerah..
"Ra, please. Beri aku kesempatan.."
Lira tersenyum mencibir.. "Kesempatan ?? Kesempatan apa maksud mu ??"
"Kita bisa perbaiki hubungan kita yang dulu, ra. Aku sudah bercerai. Kita mulai lagi semua nya dari awal. Kamu mau kan, sayang ??"
"Kamu gila ya ?? Kamu sudah tidak waras, GAVIN!!"
Ya, orang itu yang datang tiba tiba adalah Gavin. Pria yang sudah membuatnya trauma berkepanjangan..
"Tidak, ra. Aku sungguh sungguh. Aku benar benar menyesal telah meninggalkan, mu. Kamu adalah satu satu nya wanita yang mengerti aku." Gavin mulai melangkah semakin maju mendekati lira.
Lira kembali mundur saat menghirup aroma alkohol yang sangat menyengat dari mulut pria itu.
"Gavin, kau mabuk!! Kau mengendarai mobil dalam keadaan mabuk ??" Lira menggeleng tidak habis pikir. "Lepaskan tangan mu!! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!!" Lira semakin kesal ketika gavin semakin memegang nya dengan kuat..
Gavin menarik tangan cukup kencang dan membuat tubuh lira terhuyung dan menabrak dada bidang pria itu..
"Gavin!! Lepaskan!! Atau aku akan berteriak!!" ancam lira. Sungguh saat ini lira sangat takut terjadi sesuatu pada diri nya. Awalnya dia memang berani, tapi ketika seseorang itu Gavin, tiba tiba nyali nya menciut. Apalagi saat ini pria itu sedang mabuk dan tidak dalam kondisi kesadaran yang normal.
"Tidak! Aku tahu sebentar lagi kamu akan menikah. Kamu tidak boleh menikah dengan siapapun kecuali dengan aku. Aku sudah mengikuti mu sejak 10 tahun lalu. Aku menyesal meninggalkan mu, Sayang. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku akan memperbaiki semua nya.." Gavin memeluk lira sangat erat, sementara lira begitu terkejut mendengar pengakuan pria di masa lalu nya itu. Ternyata gavin sudah membuntuti nya selama ini, tapi kenapa lira tidak pernah tahu. Tubuh lira bergetar, dia semakin takut dengan gavin.
"Hentikan omong kosong mu itu Gavin!! Dan lepaskan aku sekarang juga!!" Lira mencoba sekuat tenaga nya mendorong tubuh gavin.
Bugh!!
Berhasil. Tubuh gavin sampai terbentur di badan mobil nya.
"Stop!! Jangan mendekat!!" Lira mundur kebelakang seraya mengacungkan jari telunjuk nya pada gavin. Meminta pria itu untuk menghentikan langkah nya.
"Kemari Lah, sayang. Aku ingin memeluk mu sebentar saja!!" Gavin berjalan sempoyongan ke arah lira
Lira langsung berbalik, sedikit berlari menuju mobil nya. Tapi tiba tiba..
__ADS_1
"Awww!! Gavin lepaskan!! Aku mohon lepaskan aku!!" Gavin tiba tiba memeluk tubuh lira dari belakang, melingkarkan tangan nya di perut wanita yang paling dia cintai. Dan detik itu juga lira langsung menangis, dia takut gavin akan melakukan hal yang lebih buruk dari ini..
"Gavin. Lepaskan aku. Aku mohon. Hiks..hiks.."