
"Aku tidak terima di perlakukan seperti ini!! Aku akan kembali lagi, lihat saja nanti..!!" ancam james di balik pintu ruangan lira..
Lira bukan gadis lemah yang mudah ditindas. Setelah di khianati oleh mantan kekasih nya, eh tunggu otor ralat, bukan mantan kekasih ya tapi lebih tepat nya oleh calon suami nya membuat gadis itu menutup hati rapat rapat. Terutama untuk james dan pria bule lain nya yang memang hanya mengejar kepuasan semata.
Sebenarnya tidak ada yang kurang dalam diri lira. Dia cantik, mapan dan tentu saja mandiri. Sayang, dalam hal percintaan dia belum beruntung.
Dikhianati memang sangat menyakitkan. Apalagi di khianati oleh orang yang paling di cintai nya. Trauma berkepanjangan pun terus lira rasakan sampai saat ini. Tidak ada satu pun pria yang mampu membangun kepercayaan nya kembali. Semua nya sama saja di mata di gadis itu.
Setelah merasa james sudah tidak lagi ada di depan ruangan nya, lira pun memilih berjalan ke arah jendela di ruangan nya..
Lira menarik nafas dalam dalam. Menikmati angin sepoi sepoi yang kini menerpa wajahnya. Membuat rambut nya yang tidak terlalu panjang itu tertiup ke belakang.
Huh..
Lira menghembuskan nafasnya perlahan..
"Meski aku kacau. Aku harus baik baik saja..!!"
๐ฎ
๐Di ruangan karin di kota yang lain...
Karin masih bingung dengan sikap diam nya sang suami. Wanita itu pun memilih untuk meletakkan tas nya dahulu di atas meja kerjanya..
Tiba tiba mata karin menemukan benda asing di atas meja kerjanya. Wanita itu pun mengerutkan kening nya seraya mengambil benda tersebut..
"ini apa ya ??" gumam karin sambil memutar mutar benda kecil itu
Hushh..
Raga merebut benda itu dari tangan karin..
"Mas..." karin terkejut..
"sepertinya ini barang desta yang tertinggal, nanti biar aku yang berikan pada nya.."
Karin semakin bingung. Sepertinya ada hal yang coba di sembunyikan raga dari nya, tapi karin tidak tahu apa itu, yang pasti wanita itu yakin semua ada hubungan nya dengan desta, sepupu dari suami nya tersebut.
Karin tidak ingin bertanya sekarang, sebab melihat wajah raga yang tampak serius seperti ini saja membuat karin takut.
Karin tersenyum lalu mengusap dada suami nya dengan lembut, "Kita kan belum sarapan, aku pesankan makanan dulu ya.."
Tanpa menunggu jawaban suami nya, wanita cantik itu pun kembali keluar dari ruangan..
"Maafkan aku sayang, aku belum bisa menceritakan nya pada mu.."
๐Di lantai 1
"Bu, tunggu!" seorang karyawan menghentikan langkah karin yang baru saja akan keluar dari salon untuk membeli bubur ayam di sebrang sana..
"Ada apa, rena ?"
__ADS_1
"Bu, tadi pria yang menunggu ibu di atas menitipkan ini.." rena memberikan sesuatu pada karin..
Kembali alis karin bertaut, "Oh, baiklah terimakasih.." ucap nya pada karyawan nya lalu menerima benda itu
Karin kembali melangkah keluar dari salon nya dengan perasaan bingung. Desta memberinya sebuah amplop berwarna putih, karin merasa dejavu, dia mengingat seperti nya dulu sekali dia pernah mendapat kiriman amplop yang seperti ini.
Wanita itu pun memilih untuk tidak membuka nya sekarang. Mungkin nanti saat diri nya sedang sendiri, baru karin akan melihat apa isi di dalam amplop tersebut.
10 menit kemudian..
Karin masuk ke ruangan dengan membawa kantong plastik berisi bubur untuk dia dan suami nya..
"Mas.." karin membuyarkan lamunan raga yang sedang berdiri menghadap jendela
Raga tersenyum lalu menghampiri karin..
grep..
Raga memeluk istri nya merasa bersalah karena sudah membuat karin bingung dengan sikap nya tadi.. "Maaf.."
Karin mengusap punggung raga pelan "Mas, aku akan menunggu sampai kamu siap untuk bercerita.."
Mendengar ucapan sang istri membuat raga lebih tenang dari sebelum nya. "Terimakasih.." ucap nya lagi yang semakin mengeratkan pelukan nya
Setelah itu raga dan karin pun memulai sarapan mereka tanpa banyak bicara. Raga yang masih sedikit marah dengan kejadian tadi, sementara karin merasa semakin penasaran dengan amplop yang di berikan desta.
Beep Beep
Raga mengerutkan dahi nya menatap sang istri..
"Ibu, mas.." kata karin memberitahu pada suami nya siapa yang tengah menghubungi ponsel nya
๐
"Halo bu ??"
"Apa ? Ken demam ??"
"Iya bu, tolong jaga ken ya bu, karin usahakan pulang hari ini.." ucap karin lalu mengakhiri sambungan itu..
"Kenapa sayang ?" tanya raga ikut khawatir mendengar pembicaraan tadi
"Mas, ken demam. Suhu nya sampai 39ยฐ." karin panik..
Langkah pertama setelah mendapat kabar buruk itu, karin langsung menghubungi seseorang..
Wanita itu meletakkan ponsel nya lagi di samping telinga nya..
"Ra, sorry. Aku harus balik ke kota J hari ini. Ken demam ra.." karin langsung to the point ketika sambungan itu terhubung
"Ya sudah. Aku langsung pulang sekarang ya. Kamu hati hati di jalan. Kabari aku kalau sudah sampai kota B.."
__ADS_1
Karin kembali menutup sambungan itu..
"Mas, ayo kita pulang sekarang. Aku khawatir. Ken tidak pernah sampai setinggi itu kalau demam.." karin benar benar cemas, terlihat jelas di wajah nya.
"Iya sayang. Kita habiskan dulu makanan ini. Setelah itu kita kembali ke hotel untuk mengambil semua barang kamu.." ucap raga mencoba menenangkan, meskipun dia sendiri juga sama khawatirnya dengan sang istri
Karin mengangguk lalu mulai memasukkan sendok demi sendok bubur itu ke dalam mulut nya meskipun rasanya sulit sekali di telan karena perasaan nya yang tidak tenang.
Beruntung nya lira bersedia menggantikan nya lagi. Jadi karin cukup tenang meninggalkan salon nya begitu saja.
๐Kediaman Lira...
Lira kini bersiap untuk berangkat menuju kota B. Tadi dia mendapat kabar bahwa kenan putra dari sahabatnya itu sedang demam. Dan lira bersedia untuk pergi ke kota B menggantikan karin untuk meresmikan salon mereka yang baru.
Sebelum berangkat, lira kembali ke rumah nya dulu untuk mengambil keperluan nya selama berada di sana.
"Non, ini jas yang kemarin. Mbok sudah cuci.." ucap si mbok asisten keluarga lira..
"emm, simpan saja dulu mbok. Saya harus berangkat sekarang.." Lira pun kembali melangkah menuju kamar nya..
Setelah menyiapkan segala keperluan nya, lira kembali keluar dari kamar pribadinya..
"Mbok, jas tadi mana ??" tanya lira sengaja masuk ke dapur mencari mbok Sum. Lira berubah pikiran, seperti nya lebih cepat di kembalikan akan lebih baik. Dia tidak mau lama lama menyimpan benda yang bukan milik nya..
"Ada non. Sebentar.." Si mbok lalu masuk ke dalam ruangan khusus laundry di rumah itu..
"Ini, non.." si mbok memberikan lagi jas tersebut pada lira.
๐Di mobil..
"Rin, apa aku boleh minta nomor ponsel asisten pribadi suami mu..?? Ada barang nya yang tertinggal pada ku.." Pesan singkat yang lira kirim pada karin melalui aplikasi WhatsApp
Lama lira menunggu di dalam mobil yang masih terparkir di depan rumah nya..
Drrtttzz .
Ponsel lira bergetar..
Lira langsung melihat isi pesan tersebut. Sahabat nya itu memberikan nomor ivan tanpa bertanya..
"Ini aku lira. Aku ingin mengembalikkan jas mu.." tanpa basa basi lira langsung mengirim satu ke nomor ivan
1 menit...
2 menit..
5 menit...
Pria itu belum juga membalasnya, membuat lira jadi semakin gugup. Tanpa sadar lira terus menggigit ujung kuku nya sambil terus menatap layar ponsel milik nya itu..
"Ck!!" lira berdecak kesal, lalu meletakkan kembali ponsel nya. Lira mengurungkan niat nya, dia pun langsung menyalakan mesin mobil dan segera menuju ke kota B untuk mengurus bisnis nya yang disana..
__ADS_1