
Sudah 3 hari sejak kepergian raga ke luar negeri, dan 3 hari pula karin merasa sudah tidak lagi bermimpi aneh.
Entah harus senang atau sedih, tapi yang jelas karin merasa ada kekosongan dalam diri nya.
"nak, tanggal HPL (Hari Perkiraan Lahir) kamu bukannya minggu ini, ya ??" tanya ibu seraya mengingat ingat tanggal prediksi lahirnya sang cucu pertama..
"Benar bu. sekitar tanggal 1 bulan di depan.." jawab karin lebih spesifik menyebutkan tanggal lahir anak nya.
"Ck!! Suami mu itu gimana sih sayang, sudah tahu istri nya mau lahiran, kenapa dia malah melakukan perjalanan bisnis. Dan nggak tanggung tanggung, dia malah pergi ke UK. Sudah tahu sebentar lagi tahun baru, pasti penerbangan penuh. Belum lagi salju yang selalu menutup bandara setiap tahun nya, bisa saja bandara di tutup sementara waktu.." ibu mengoceh panjang lebar karena kesal karena seharusnya putra nya itu menjadi suami yang siaga..
Karin tersenyum seraya mengusap punggung belakang ibu.. "Tidak apa apa bu. Bagi karin ada atau tidak nya mas raga tidak masalah, yang penting ada ayah dan ibu yang selalu menemani karin.." katanya sambil menjatuhkan dagu di bahu ibu mertua nya..
"Ssttt!! Kamu jangan bicara seperti itu. Tidak baik.!!" kata ayah tidak suka dengan ucapan karin karena ayah dan ibu belum mengetahui pernikahan seperti apa yang di jalani putra dan menantu nya itu..
Tiba Tiba..
"Kamu kenapa ??" tanya ibu panik ketika melihat karin memegang perutnya dengan posisi sedikit membungkuk
"Sakit bu. Aduh, perut karin tiba tiba sakit.." kata karin dengan bintik bintik keringat yang mulai bermunculan di dahi dan seluruh wajahnya..
"Astaga!! Ayah, siapkan mobil, seperti nya karin akan melahirkan sekarang.." ibu dengan paniknya langsung berteriak pada sang suami
Ayah yang juga terkejut segera berlari ke luar meminta supir pribadi untuk segera menyiapkan mobil..
"Aduh bu. Sakit sekali!!"
"Tenang sayang, kamu harus tenang. Tarik nafas pelan pelan ya. Ayo ikutin ibu.. Tariiiikkkk.. Buang..ffyuuhhh.." kata ibu membantu karin untuk mengontrol nafasnya
"Rin, apa kamu sudah menyiapkan perlengkapan baby dan diri mu untuk di rumah sakit ??" tanya ibu dengan wajah panik nya:
Karin mengangguk cepat "s-sudah bu. sshhttt.." jawab karin "di kamar bu. semua sudah karin masukkan ke dalam koper.." sambung karin lagi masih dengan mode menahan sakit di perut nya
"Kamu tunggu disini, biar ibu yang ambil kopernya.."
Ibu langsung berlari ke kamar. "Rin, kamu meletakkan kopernya di sebelah mana ??" tanya ibu setengah berteriak
"Di kamar bu.." jawab karin seraya memejamkan kedua matanya
"Tidak ada sayang.."
Bi yanti yang mendengar keributan di ruang tengah pun langsung berlari dari arah belakang..
"Ada apa nyonya ??" tanya bi yanti ikut panik karena nyonya besar nya itu bergerak kesana kemari seperti mencari sesuatu..
"Sepertinya karin akan melahirkan bi. tolong bi yanti cari koper karin di sebelah sana. Katanya dia meletakkan koper itu di kamar, tapi saya sudah mencari nya ke setiap sudut kamar ini, tapi tetap tidak ada.."
__ADS_1
"Maaf nyonya, seperti nya anda salah kamar.." ucap bi yanti yang langsung membuat dahi ibu berkerut..
"Salah kamar bagaimana ?? Ini kan kamar karin dan suami nya.." seru ibu masih belum memahami maksud bi yanti
Bi yanti terdiam, bingung harus menjelaskan bagaimana pada nyonya besar nya itu..
"IBUUUUU.. CEPAT BU. KARIN SUDAH TIDAK TAHAN LAGI..." Teriakkan karin menyadarkan lamunan bi yanti
Wanita itu lalu berlari ke arah kamar yang lain, lalu membuka kamar tersebut di depan nyonya besar nya..
Deg!!
Betapa terkejutnya ibu ketika melihat barang barang pribadi karin semua ada di kamar itu, termasuk koper yang tadi karin sebutkan ternyata ada di sebelah meja riasnya..
"Bi, kamu harus ikut kerumah sakit. Saya ingin mendengar penjelasan apa maksud dari semua ini..!!"
Setelah mengatakan itu, bi yanti langsung menarik koper milik majikan nya dan ibu memapah karin menuju mobil, sementara ayah sudah lebih dulu menunggu sang menantu di kursi depan..
Butuh waktu 30 menit untuk mobil yang di tumpangi karin tiba di rumah sakit..
Karin langsung di tangani oleh dokter setiba nya dia di rumah sakit.
🍀Di ruang persalinan..
Karin sudah siap untuk melahirkan normal melihat kondisi baby nya yang sudah berada di jalan lahir.
"Jangan dulu mengejan ya bu. Pembukaan nya masih belum sempurna.." kata dokter mengingatkan ketika karin sudah tidak merasakan sakit seperti tadi.
"Dok, kenapa ya sakit nya sebentar bentar hilang dan sebentar bentar sakit itu kembali muncul.." tanya karin bingung. Karena memang ini pengalaman pertamanya.
"Itu namanya Kontraksi palsu bu karina. Kontraksi palsu bisa di bilang sebagai tanda munculnya persalinan. Entah itu jenis persalinan dengan metode melahirkan normal ataupun operasi caesar."
Karin mengangguk tanda mengerti. Dia tidak lagi bertanya karena rasa sakit di perutnya kembali muncul lagi..
"AH..Dokter, sakit lagi dok.."karin kembali meringis kesakitan
🍀Di luar ruangan persalinan..
"Jelaskan bi. Apa yang sebenarnya terjadi antara raga dan karin ??" tanya ibu dengan intonasi yang sangat mengintimidasi.
Melihat bi yanti yang terus menunduk, ayah menjadi bingung..
"sebenarnya ada apa ini ?? Bu, kenapa kamu bicara dengan nada seperti itu pada bi yanti ??" tanya ayah merasa aneh karena tidak pernah istri nya itu bicara dengan nada seperti tadi..
Bi yanti pun terpaksa menceritakan semua nya pada nyonya dan tuan besar nya. Karena nyonya nya itu terus memaksa dan dengan sengaja memberikan ancaman akan memecat bi yanti jika tidak mengatakan apa yang wanita itu ketahui.
__ADS_1
Lutut ibu sampai lemas mendengar penuturan bi yanti. Wanita itu tidak menyangka pernikahan karin dan raga seperti sudah berada di ujung tanduk.
"Bu, tenang bu. Kita bisa tanyakan nanti sama raga dan karin. Sekarang kita harus fokus dulu dengan persalinan karin.." ucap ayah pada istri nya sambil menopang tubuh ibu karena hampir saja ibu terjatuh ke lantai..
Tiba tiba dari dalam keluar petugas medis..
"Permisi, apa suami bu karina, ada ??" tanya seorang suster
"Tidak ada sus. Kenapa ??" tanya ayah
Suster itu pun kembali masuk dengan terburu buru tanpa menjawab pertanyaan ayah tadi..
Dan sedetik kemudian dokter langsung keluar..
"Mohon maaf. Siapa wali bu karina ?" tanya dokter
"SAYA.." suara seseorang dari arah belakang langsung membuat semua orang yang ada disana melihat ke arah sumber suara..
"MAS RAGA.." gumam ibu terkejut..
"Saya wali karina." ucap raga setelah langkahnya sudah semakin dekat dengan posisi dokter yang masih berada di ambang pintu..
"Sepertinya bu karina tidak bisa melahirkan normal." kata dokter langsung to the point,
Raga mengangguk.. "Tidak masalah. Apapun itu tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan anak ku.." kata raga mencoba untuk tetap tenang walaupun sejujurnya dia begitu panik dan juga khawatir ketika tahu istri nya itu akan melahirkan.
Raga membatalkan pertemuan nya dengan seseorang yang sebenarnya sangat penting bagi kemajuan perusahaan nya. Entah kenapa raga tiba tiba saja meminta kembali ke tanah air padahal dia baru saja tiba di salah satu negara tempat nya transit sebelum tiba di UK..
Dokter lalu meminta raga untuk menemani karin di dalam ruang operasi..
Sementara ivan yang selalu mengekor raga di belakang menjadi bulan bulanan kedua orang tua atasan nya..
🍀Skip ivan yang sedang di interogasi sama ayah dan ibu ya gengs, kita fokus dulu ke proses lahir nya si calon pewaris tahta 🤴
Di ruangan itu karin terlihat lemah, bahkan wajah nya pucat seperti tidak ada darah yang mengalir ke wajahnya..
Raga langsung memeluk kepala karin dan mencium kening nya..
"Kamu pasti kuat sayang, bertahanlah sedikit lagi.." kata raga tepat di telinga karin
Raga terus memanjatkan doa dalam hati nya dengan posisi bibirnya masih menempel di kening karin..
Tadi awalnya dokter mengira karin siap untuk melahirkan normal, tapi tiba tiba saja di tengah tengah proses itu fisik karin menjadi lemah dan dia tidak sanggup untuk mengejan lagi.
Terkadang persalinan normal gagal di lakukan bahkan setelah waktu berlalu cukup lama.
__ADS_1
Hal itu bisa menyebabkan kelelahan atau kehabisan tenaga dan dehidrasi pada ibu. Dalam kasus seperti itu, tidak di sarankan untuk melanjutkan persalinan secara normal.