Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 46


__ADS_3

Deg!!


Mata raga kembali membulat ketika melihat ada benda yang tidak asing berada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya..


Raga duduk di samping tempat tidur nya. Pria itu lalu mengambil secarik kertas yang berada di bawah benda benda tersebut..


πŸ€πŸ€πŸ€


Hai Mas. Apa kabar ?? ^^


Maaf aku masuk ke kamar mu tanpa izin..


Mas, aku hanya ingin mengembalikan benda benda yang pernah kamu berikan padaku, dan sekarang bukan lagi menjadi hak ku untuk memakai nya.


Terimakasih karena kamu tidak pernah sekalipun melewatkan kewajiban mu untuk memberikan nafkah lahir untuk ku. Dan aku minta maaf selama ini belum bisa menjadi istri yang layak untuk kamu.


Mas, persidangan kita hanya tinggal menghitung hari. Aku tahu selama 10 tahun bersama ku, pasti sangat sulit juga bagi mu. Jadi aku mohon dengan sangat, jangan lagi di persulit, lepaskan aku.


Aku ingin berpisah secara baik baik, seperti ketika dulu kamu menikahi ku juga dengan cara baik baik.


Setelah kita berpisah nanti, aku janji tidak akan membuat kamu susah lagi, mas. Dan kita hanya akan bertemu jika pertemuan itu menyangkut masalah kenan, putra kita. Selebihnya aku tidak akan pernah menunjukkan diri ku lagi di hadapan mu.


Selamat tinggal, Mas raga.


Semoga kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku..


KARINA


πŸ€πŸ€πŸ€


Raga meneteskan air mata nya membaca setiap kata yang di tuliskan karin untuk nya.


Kedua netra nya kembali fokus pada benda yang ada di atas nakas..


Karin mengembalikan semua nya. Cincin pernikahan mereka, beberapa kartu kredit dan debit yang raga berikan, dan juga 2 kunci mobil yang juga pernah raga beri untuk karin beberapa tahun yang lalu.


Mobil yang di pakai karin saat ini adalah mobil hasil dari kerja keras nya. Sementara 2 mobil pemberian raga di gunakan supirnya untuk mengantar jemput kenan.


Raga memejamkan kedua matanya. Merasakan sesak bercampur dengan penyesalan..


"Bodoh. Seharusnya aku katakan sejak awal bahwa aku mencintai nya..." gumam raga sambil terus menjambak rambut nya sendiri..


Raga keluar dari kamar nya dengan terburu buru, bahkan si bibi pun di lewatinya begitu saja.

__ADS_1


"Van, lacak lokasi karin sekarang..!!" ucap raga dengan wajah yang gelisah dan langsung masuk ke dalam mobil nya lagi tanpa menunggu ivan sang asisten itu membuka kan pintu mobil untuk nya..


"Baik tuan..."


"Van, istri ku mengatakan pada ayah dan ibu bahwa dia pergi ke semarang. Coba periksa cctv bandara, apa benar dia pergi kesana..."


Ivan mengangguk lalu segera mengeluarkan ponsel nya untuk menjalankan perintah sang tuan..


Beberapa menit berlalu...


"Bagaimana ??" tanya raga tidak sabaran


"Sepertinya nyonya tidak ke bandara, tuan. Nyonya sama sekali tidak terlihat di setiap sudut bandara.." ucap ivan seraya memberikan ponselnya yang menampilkan video di pintu masuk bandara dan sekitar lobby bandara tersebut


"Kamu pergi kemana, sayang ??"


☘️Sementara itu...


Karin tengah makan malam seorang diri di sebuah restoran yang menyajikan makanan laut...


Karin memilih duduk di meja yang pemandangannya langsung mengarah ke danau buatan yang cukup besar..


"Seru juga bepergian sendirian kaya gini.. Kemana saja aku selama ini, ck... ck.. ck.. karin, karin..."


Wanita itu pun menikmati kesendirian nya malam ini. Anggap saja dia belajar menjadi single selama satu minggu dia berada di kota B. Lagi pula sebentar lagi statusnya juga benar benar akan berubah.


Lalu setelah menghabiskan seporsi lobster dan ikan bakar berukuran sedang tanpa nasi, karin pun memutuskan kembali lagi ke kamar hotelnya karena waktu juga yang sudah semakin malam.


Beep Beep Beep


Ponsel karin tiba tiba berdering..


"Halo sayang..." sebelum keluar dari dalam mobilnya, karin mengangkat sambungan itu terlebih dahulu.


"Ma, ken kangen sama mama.."


Deg!!


Karin menahan nafasnya mendengar suara putranya yang terdengar tidak bersemangat..


"Mama juga kangen sama kamu, sayang. Mama usahakan untuk pulang lebih cepat ya, nak. Kamu jangan sedih, okay ??"


"Ma, kata opa papa sudah pulang.."

__ADS_1


"Kamu kangen juga sama papa ??" tanya karin yang berpura pura tidak terkejut mendengar kabar kepulangan suami nya yang mendadak, padahal jujur saat ini jantung karin serasa mau copot..


"Kangen sih, tapi ken lebih kangen sama mama.." jawab kenan tanpa berpikir


"Ya sudah, ini sudah jam 11 malam sayang. Kamu harus cepat tidur ya, besok kan masih ada ulangan.."


"Mama cepet pulang ya, ken nggak mau lama lama jauh dari mama.." rengek bocah yang baru saja akan naik ke kelas 4 SD itu..


"Iya sayang, mama janji akan cepet pulang begitu urusan mama di sini selesai.."


Sambungan itu pun berakhir dengan kenan yang menutup telepon nya lebih dulu setelah mama nya mengucapkan selamat tidur untuk nya..


Karin menjatuhkan keningnya di setir mobil nya. Belum satu hari, kenan sudah merengek memintanya cepat kembali. Hati seorang ibu tidak akan tega meninggalkan anak nya dalam waktu lama, begitupun dengan karin. Perasaan nya juga tidak nyaman berada jauh dari putra nya, tapi keadaan memaksa mereka untuk berpisah sementara waktu.


☘️Di belahan bumi yang lain..


Raga akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah nya dulu setelah mengetahui keberadaan karin. Dia cukup lega ternyata karin tidak pergi terlalu jauh. Lagi pula jika dia pergi sekarang pasti disana karin pun sudah tidur mengingat sekarang saja sudah hampir tengah malam..


Setelah menyuruh ivan pulang, raga pun masuk ke dalam rumah besarnya..


Kosong...


Hampa...


Sepi...


Itulah yang raga rasakan ketika menginjakkan kaki nya di rumah tersebut. Sebab meskipun karin di dalam kamar, tapi sekalipun istri nya itu tidak pernah tidur di tempat lain selain di rumah ini.


"Mas..."


"Ayah..." ucap raga langsung menoleh ketika namanya di panggil..


Raga kemudian menghampiri ayah nya lalu mencium punggung tangan ayah..


"Kamu baru tiba ??" tanya ayah


Raga mengangguk.. "Ken dimana, ayah ??"


"Ken di kamar. Ayah baru saja dari kamar nya, dia sulit tidur. Tapi setelah menghubungi mama nya anak itu langsung memejamkan matanya.."


Ya, tadi ketika ken menghubungi mamanya, ayah rudi sedang berada di kamar cucunya itu. Menemani ken yang tidak bisa tidur. Dan ayah rudi juga lah yang mempunyai ide agar kenan menghubungi mama nya.


"Ya sudah ayah. Kalau begitu raga ke kamar dulu .." ucap nya dengan wajah yang terlihat sangat kelelahan..

__ADS_1


Ayah rudi mengangguk pelan, lalu menatap punggung putranya yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu kamar nya...


"Perjuangkan cinta mu, mas. Bawa istri mu kembali kerumah ini..."


__ADS_2