
"Jangan sembarangan kalau bicara! Dia belum mati!!" ucap raga menimpali perkataan desta tadi
"Ck! Masih saja kau memikirkan bocah itu! Hey, bersyukurlah kau sudah memiliki istri seperti karina. Atau kalau kau sudah bosan, aku siap menggantikan mu untuk menjaga nya!!"
Plak!
"AH! Brengsek! Kenapa kau memukul kepala ku ??" pekik desta seraya mengusap kepala nya yang panas akibat pukulan yang cukup kencang oleh raga
"Sudah ku bilang jangan bicara sembarangan!"
"Aku tidak bicara sembarangan! Aku sungguh sungguh! Aku benar benar menyukai karina sejak pertama kali bertemu dengan nya! Seandainya saja dulu aku yang dijodohkan dengan karin, mungkin aku akan menjadi pria yang paling bahagia di muka bumi ini!!" ujar desta sambil memandangi karin yang berada tidak jauh dari meja nya
Plak!
"S H I T!!" belum hilang rasa sakit bekas pukulan tadi, dan sekarang dia sudah di hadiahi lagi pukulan yang sangat kencang di punggung nya..
Sekarang raga tidak lagi semarah dan seemosi dulu pada sepupu nya itu. Dia sudah tau bahwa memang semua berawal dari diri nya. Saat inj Raga pun masih bisa mengontrol emosi nya meskipun ucapan desta tadi juga tidak bisa di benarkan.
"Sudahlah jangan terlalu banyak mengkhayal! Sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskan karina! DIA MILIKKU!!" ucap raga dengan penuh penekanan di akhir kalimat nya.
"Ya ya ya.. Aku tau! Tapi kau lihat disana.." Desta menunjuk dengan isyarat pandangan mata nya pada salah satu sudut di taman itu, dimana para saudara saudara bule mereka terus memperhatikan dan melihat ke arah karina..
Deg!
Sedikit ada rasa sesal di hati raga, kenapa dia tidak melarang istrinya untuk memakai gaun yang memperlihatkan kaki jenjang dan mulusnya. Apalagi make up nya malam ini membuat karin terlihat paling alami dari semua kerabat perempuan yang hadir disana.
Raga sontak langsung bangun dari duduknya..
"Woy! Kau mau kemana bro ??" tanya desta yang ditinggal begitu saja oleh sepupunya.
Raga sama sekali tidak mendengarkan pertanyaan desta. Dia berjalan cepat untuk menghampiri sang istri..
"Sayang.." Raga pun sudah tiba di meja ke lima orang itu, lalu dengan cepat meminta sang istri untuk mendekat ke arah nya..
Karin yang mengerti arti tatapan suami nya pun segera bangun, "Ada apa, mas ??"
"Om, tante. Sepertinya aku harus pulang sekarang!!"
"Loh, kenapa ? Acara nya kan belum selesai.."
__ADS_1
"Aku masih ada urusan!"
Karin yang bingung pun hanya bisa diam,
"Memang tidak bisa di tunda ??" tanya ayah rudi
"Tidak bisa ayah. Ini penting!" Jawab raga lagi,
"Ya sudah kalau begitu biarkan istri dan anak mu disini. Lihat, kenan saja masih seru bermain dengan sepupu sepupu nya yang lain. Masa kamu tega, mereka kan belum pernah bertemu selama ini!!" Tante agnes yang tadi hanya diam, ikut angkat bicara
"Benar. Nanti supir om yang akan mengantar mereka pulang! Kamu jangan khawatir, kedua orang tua mu yang akan menjaga mereka!!" Sambung tuan baskoro lagi..
"Baiklah. Kalau begitu ken disini saja dulu bersama ayah dan ibu. Tapi karin harus ikut dengan ku! Baiklah. Kami permisi.."
Sebelum ke-4 orang tua itu melarang nya membawa sang istri, raga dengan langkah seribu langsung membawa karina berjalan keluar dari taman belakang tersebut.
"Mas...," ucap karin saat tiba tiba jas suami nya sudah melingkar di pinggang nya.. "Jangan pakai baju seperti ini lagi!!" ucap raga yang langsung membuat semua yang ada di sana memperhatikan mereka.
"DASAR POSESIF!!" pekik desta saat raga dan karin melewatinya dan membuat yang ada di sana tertawa, dan tentu saja mereka semua setuju dengan ucapan desta barusan
🍀Di dalam mobil...
Raga tidak menjawab, dia memilih untuk cepat cepat meninggalkan kediaman tuan baskoro..
"Sayang. Jangan pakai baju yang sependek ini lagi! Aku tidak suka dengan tatapan pria lain saat melihat mu!!"
Cukup lama raga diam, hingga akhirnya diapun membuka mulutnya saat kendaraan nya sudah melaju meninggalkan kediaman tuan.baskoro.
Karin tertawa kecil.. "Memang nya apa yang salah ? Sepertinya ini masih sopan.."
Raga menghentikan laju mobil nya di tepi jalan yang lumayan sepi..
Cupp!
Raga mengecup bibir sang istri sekilas.. "Ini..." Raga mengusap paha karina yang terpampang nyata..
Darah karin langsung berdesir saat merasakan dingin nya telapak tangan sang suami yang mengusap usap paha mulusnya dengan sangat lembut..
"Aku tidak mau ada yang melihat ini selain aku.." Raga terus memainkan tangan nya hingga tanpa sadar menyentuh area sensitif sang istri dengan ujung jari nya..
__ADS_1
"Mas....,"
Cupp!
Raga menyambar lagi bibir sang istri, di lumatnya bibir mungil itu dengan penuh nafsu dan sedikit emosi ketika mengingat pandangan mata pria lain terhadap sang istri tadi..
"Emphht.. Mas.. Stop!" Karin mencoba menarik tangan raga yang terus bergerak di tengah tengah kedua paha nya.
"Aku tidak tahan sayang.." ucap raga dengan tatapan sendu karena tertutup kabut gairah..
"Kita pulang dulu, yuk. Kita selesaikan di rumah, di kamar kita." ucap karin kembali mencoba menarik tangan sang suami, kali ini tidak ada perlawanan.
Cupp!
Karin mengecup jemari jemari sang suami.. "Aku milik mu, sayang. Kamu tidak perlu takut kehilangan aku. Hati ini sudah sepenuh nya terukir nama mu dan tidak ada tempat lagi untuk pria mana pun!!" Karin meletakkan satu tangan sang suami di atas dada nya, sementara tangan karin yang lain terulur untuk mengusap rambut raga, mencoba untuk menenangkan kekhawatiran yang tengah suami nya itu rasakan.
Grep!
"Maaf sayang. Aku sangat takut kehilangan kamu!!" Raga membawa karin ke dalam pelukan nya..
💮
🍀
Di lain tempat, tepat nya di sebuah villa di pulau dewata. Villa yang khusus raga sewa untuk bulan madu ivan dan lira.
Satu jam yang lalu ivan dan lira baru saja tiba di villa yang lokasi nya sangat dekat dengan pantai kuta. Pemandangan villa itu pun langsung tertuju ke lautan luas. Bahkan hanya dari balkon kamar saja pemandangan itu sudah terlihat sangat indah.
Seperti saat ini, karena ivan dan lira tiba di villa itu sudah hampir malam, mereka berdua pun memutuskan untuk tetap di villa sambil menikmati sunset di balkon kamar mereka.
"Kenapa ??" tanya ivan saat menyadari wajah sang istri terlihat begitu bingung dan risau..
"emm, tidak, tidak ada apa apa.." ucap lira seraya mengalihkan pandangan nya..
melihat sang istri tiba tiba memalingkan wajahnya, ivan semakin yakin bahwa ada yang sedang di sembunyikan nya..
Ivan pun memegang dagu lira dan perlahan kembali membawa wajah mungil itu untuk menatap ke arah nya
"Ada apa, sayang ? Katakan saja. Kamu tidak pandai menutupi perasaan mu. Aku tau kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.."
__ADS_1