Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 82


__ADS_3

"Mas, sampai kapan kamu mengurungku di hotel ini, hem ??" Karin sangat kesal, sudah hampir tiga hari mereka berada di negara Italia, tapi suami nya itu malah tidak membiarkan karin untuk keluar dari hotel. Yang mereka lakukan hanya b e r c i n t a b e r c i n t a dan b e r c i n t a. Raga benar benar membalas kekeringan nya selama 10 tahun hingga membuat karin hampir tidak berdaya karena saking kelelahannya meladeni hasrat sang suami yang tidak ada habisnya itu.


"Katanya kamu mau mengabulkan semua permintaan ku.." Karin menyilangkan tangan nya di depan dada, dan jangan lupakan kilatan kemarahan di kedua manik matanya..


"5 Menit lagi, yank..." gumam raga manja dengan suara serak khas bangun tidur


"Dari tadi 5 menit 5 menit terus. Yasudah kalau begitu terserah kamu, aku lebih baik jalan jalan sendiri saja!!" Karin segera berbalik menuju pintu keluar..


Hushh!!


Raga seketika langsung bangun dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang pun pria itu berdiri tepat di balik pintu kamar, menghadang sang istri agar wanita itu tidak keluar dari kamar tersebut..


"YA!!" Karin memekik histeris seraya menutup wajah dengan kedua tangan nya..


"Astaga mas, kamu pakai baju dulu bisa nggak sih ??" protes karin dengan wajah bersemu merah karena malu melihat pemandangan yang begitu erotis di depan nya..

__ADS_1


Raga terkekeh geli melihat tingkah istri nya. "Hei!" Raga mencoba melepaskan kedua tangan karin yang menutup wajah wanita nya itu.. "Kenapa harus malu ? Bukan kah kamu sudah melihat semua nya, hem ??" sambungnya lagi dengan nada menggoda..


"Cukup mas!! Kamu mandi sekarang atau aku benar benar akan keluar dari kamar ini !!" ancam karina mengalihkan pembicaraan suami nya tadi yang dia tahu pasti menjerumus ke arah situ


"Okay.. Okay.." Raga akhirnya mengalah, "Tapi kamu jangan kemana mana. Tunggu aku!!" ucap raga yang langsung mendapat anggukan dari karina yang masih di posisi menutup wajah nya ..


Setelah bunyi pintu kamar mandi di tutup, karin pun kembali duduk di salah satu sofa sambil bermain ponsel..


"Ra, sudah sejauh mana persiapan pernikahan mu besok ? Maaf aku tidak bisa membantu 🙏"


Karin mengirimkan satu pesan pada sahabatnya itu. Wanita itu tahu pasti lira sedang sibuk sibuk nya sekarang. Seharusnya sebagai seorang sahabat dia ada di saat lira membutuhkan nya. Tapi apalah daya karin ketika suami nya itu sudah berkehendak maka dia pun mau tidak mau harus menuruti nya selama perintah suami nya itu tidak melenceng dari ajaran agama dan hukum negara.


Drrtttzz..


Satu pesan masuk ke ponsel karin...

__ADS_1


Tidak ada persiapan yang berlebihan, rin.


Kamu kan tahu aku hanya ingin pernikahan yang sederhana.


Bagaimana keadaan kamu disana ?


Eh iya, kamu sudah tahu belum rin, beberapa hari lalu ivan menjebloskan gavin ke penjara.


Balasan panjang yang lira kirim untuk sahabat nya karina.


Membaca pesan tersebut karin pun terlonjak kaget. Ternyata sifat ivan tidak jauh beda dengan suami nya. Kedua pria itu akan sangat sensitif jika menyangkut wanita nya..


"Sedang berkirim pesan dengan siapa sih sampai tidak menyadari aku sudah keluar dari toilet.." Raga melingkarkan tangan nya di perut karina..


"Kamu sudah selesai ??" karin malah balik bertanya dan membuat raga menjadi semakin penasaran.

__ADS_1


"Berkirim pesan dengan siapa ??" tanya nya kembali menuntut jawaban. Karin menyunggingkan senyumnya ketika berbalik dan menatap wajah sang suami..


"Aku berkirim pesan dengan lira, mas. Memang nya kenapa sih ??"


__ADS_2