Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 92


__ADS_3

Beep Beep..


Tidak lama setelah lira keluar dari ruangan nya, ponsel karin tiba tiba berdering..


"Halo, mas.." Karin mengangkat sambungan itu yang terhubung dengan suami nya. Setelah mengantarkan sang istri ke salon, raga memilih untuk langsung ke kantor dia ingin mengecek dan menyiapkan sesuatu..


"Sayang, kita di undang makan malam di rumah Om bas. Tadi om bas menghubungi ku. Kamu bagaimana ??"


"Kita datang saja, mas. Semoga ini bisa menjadi jalan kita untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga tuan baskoro.."


Ada senyum yang terukir di wajah raga di balik sambungan itu. Sungguh karina selalu bisa menghangatkan hati nya.


"Baiklah. Kalau begitu aku jemput di salon jam 4 ya. Kita jemput ayah dan ibu dulu.."


Sambungan itu pun berakhir setelah raga mengucapkan I love you pada sang istri. Dan karin pun dengan perasaan bahagia serta gugup mencoba kembali melanjutkan pekerjaan nya.


💮


🍀


Setelah berpamitan pada karin, lira dan ivan kini kembali keluar dari salon. Ivan masih belum tau bahwa lira sudah cuti hari ini.


"Kita mau kemana, sayang ??" tanya ivan yang sudah duduk sempurna di kursi pengemudi


"Kerumah papi dulu.." jawab lira seraya memakai seatbelt


Ivan yang belum mengerti tetap melajukan mobil nya menuruti kemauan sang istri. Pikirnya, mungkin lira rindu dengan kedua orang tuanya, atau mungkin istri nya itu ingin bertemu dengan sanak saudaranya yang beberapa akan kembali ke negara asal nya.


*Skip perjalanan..


"Selamat datang anak dan menantu ku.." Papi logan langsung menyambut kedatangan lira dan ivan


Setelah mencium pipi kiri dan kanan papi mami nya, lira memilih untuk bertemu dengan saudara bule nya di taman belakang dan membiarkan suami nya mengobrol dengan papi logan..


"Papi kira kalian sudah berangkat bulan madu.."


Ivan tersenyum getir, sebenarnya jauh di lubuk hati, ivan pun ingin segera bulan madu dan meng-unboxing istrinya. Tapi apa mau di kata, istri nya itu seorang wanita karir dan dia harus bertanggung jawab atas usaha salon yang telah didirikan nya bersama dengan karina.

__ADS_1


"Lira masih ada pekerjaan, pi. Mungkin satu atau dua hari lagi kita baru berangkat."


Setelah itu, ivan dan papi logan pun membahas hal yang lain. Dari membahas masalah pekerjaan hingga masalah pribadi.


Tiba tiba..


"Sayang, ayo kita berangkat..."


Deg!


Ivan kembali di buat bingung dengan kedatangan istri nya yang tiba tiba.


"Pi, mi. Lira dan mas ivan berangkat ke bali hari ini."


Kali ini bukan hanya ivan yang terkejut, tapi kedua orang tua lira pun sangat kaget. Pasal nya baru tadi mereka membahas dengan ivan mengenai kapan mereka berangkat bulan madu, dan sekarang tiba tiba lira datang dengan menyeret satu koper besar nya keluar.


"Sayang...,"


"Mas, ayo. Nanti kita ketinggalan pesawat.." Lira setengah menarik tangan sang suami agar pria itu segera bangun dari duduk nya. Dan tanpa ivan tau, tadi di kamar nya lira menghubungi karin meminta sahabatnya itu bicara dengan suami nya agar segera menyiapkan pesawat untuk mereka berangkat ke bali. Tentu saja itu semua lira lakukan atas janji yang raga ucapkan pada saat pernikahan mereka. Raga memberikan hadiah honeymoon ke bali untuk lira dan ivan.


"Pi, mi. Doakan semoga lira dan mas ivan berhasil menghadirkan cucu untuk mami dan papi.."


"Kenapa mendadak ??" tanya ivan di tengah tengah kebingungan nya..


"Memang kamu tidak mau ??"


"Bukan begitu, sayang." Ivan sekilas menoleh takut istri nya tersinggung, setelah memastikan wajah lira tidak berubah sedih atau marah, pria itu kembali fokus pada jalanan di depan nya..


"Mas, aku ingin punya anak 10. Bagaimana ? Kamu setuju tidak ??"


Ciiiittt....


Ivan terkejut mendengar permintaan istri nya sampai sampai dia menginjak rem mendadak. Beruntung tidak ada mobil lain di belakang nya.


"Astaga!! Kamu kenapa, mas ??" Lira yang khawatir pun mencoba memeriksa keadaan suami nya..


Ivan masih tertegun..

__ADS_1


"Mas..." lira kembali menggoyang goyang kan bahu suami nya..


Ivan menoleh lalu terkekeh, dan dia pun segera melajukan kembali kendaraan nya..


Lira masih khawatir dan terus bertanya, namun ivan hanya senyum senyum tidak jelas sejak tadi membuat lira semakin kebingungan


Dan tidak lama setelah itu, mobil yang di kendarai ivan tiba di parkiran apartemen..


"NO! Aku nggak mau turun.." lira menyilangkan tangan nya di depan dada menatap lurus ke depan saat ivan membukakan pintu mobil untuk nya..


Melihat tingkah sang istri, tawa ivan pun pecah..


"Ish. Kenapa kamu malah ketawa ??"


Ivan menarik pipi sang istri gemas. "Kamu sungguh lucu.."


Lira mencebikkan bibirnya, "Apanya yang lucu ??"


"Kamu!! Sudahlah ayo, kita lanjutkan sesuatu yang tertunda tadi.." Ivan setengah menarik tangan sang istri agar lira mau turun dari mobil nya


"Mas, kamu jangan macam macam ya. Kita nanti ketinggalan pesawat.." Sambil berjalan mengikuti langkah panjang suami nya menuju lift lira terus memberikan peringatan pada sang suami.


Sementara ivan tidak lagi bisa menahan senyum lebarnya. Sungguh rasanya dia ingin segera menerkam bibir itu yang terus mengoceh tidak jelas.


🍀


🍀


🍀


Halo gengs, gimana kabar kalian ?? Semoga semuanya dalam keadaan sehat ya 🤗


Sekedar informasi, karena para readers setia masih gak rela novel "Sebatas Menikahi" ini end, akhirnya novel terbaru otor rilis juga tanpa menunggu novel ini tamat


Terimakasih atas dukungan nya, semoga rezekinya makin bertambah dan makin berkah ya.. Aamiin 🤲🥰


Cuss mampir, sama ko jam tayang nya masih di jam kunti lebih dikit 🤭

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komentar positifnya 💜💜



__ADS_2