Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 94


__ADS_3

Makan malam pun selesai. Dan kini mereka tengah berkumpul di taman belakang untuk sekedar meminum teh atau kopi sambil berbincang satu sama lain.


"Karina.." Tuan baskoro memanggil karin yang tengah duduk bersama sang suami di kursi yang lain.


Merasa ada yang memanggil nama nya, wanita itu pun reflek menoleh ke sumber suara.


"Kemarilah, nak.." Tuan baskoro melambaikan tangan, meminta karin untuk datang menghampiri nya


Karin tersenyum, dan sebelum pergi meninggalkan suami nya, karin meminta izin dulu apa boleh dia pergi pada raga. Dan tentu saja raga langsung mengizinkan, lagipula di tempat duduk tuan baskoro ada kedua orang tua nya.


Setelah mendapat izin, karin pun langsung berjalan menuju tempat duduk tuan baskoro.


Karin langsung di persilahkan untuk duduk tepat di tengah tengah antara tuan baskoro dan nyonya agnes.


"Bagaimana semua makanan nya ? Kamu suka ??" Tuan baskoro berbasa basi, untuk sekedar mencairkan suasana.


"Iya, tuan. Suka, semua nya enak." jawab karin masih sedikit gugup


"Ko tuan ? Panggil saja, om bas, atau kamu boleh memanggil ku dengan sebutan daddy.." ucap tuan baskoro yang di saksikan langsung oleh tuan rudi dan istri nya, nyonya wina mahendra.


"Iya benar. Jangan lagi panggil tuan, kita kan keluarga." Nyonya agnes menimpali ucapan suami nya.


Karin mengangguk pelan seraya menyunggingkan senyum nya.. "Baik, om, tante.."

__ADS_1


"Oh, iya. Kedua mertua mu bilang, kamu memiliki usaha di bidang kecantikan ??" tanya nyonya agnes


"Benar, tante."


"Wah, bisa dong nanti tante ke salon mu untuk perawatan. Win, kapan kapan kita bisa nyalon bareng. Siapa tau dapat diskon.." Ucap tante agnes yang langsung membuat tawa semua yang ada di meja itu..


"Tenang tante. Khusus untuk ibu dan tante, salon karin, gratiss tiss tiss.." ucap karin dengan wajah lucu. Dan suasana pun tidak lagi terasa tegang bagi karina. Malah berubah hangat dan lebih nyaman.


🍀Sementara itu...


Desta langsung menjatuhkan bokong nya tepat di samping raga, setelah melihat karina pergi.


Ekhem..


"Ada apa ?" tanya raga.


"Tidak ada. Aku hanya ingin duduk disini.."


"Cihh.. Jangan kau pikir aku tidak tau apa yang telah kau perbuat selama ini!!" Tatapan raga yang tadi nya sendu, kini berubah menjadi tajam menatap desta, sepupu nya.


"Hahaha.. Kau masih marah ? Tidak ingat apa yang di katakan ayah mu tadi ?? Semua sudah berlalu dan jangan sampai anak cucu kita melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari!! Jangan bilang kau tidak ingat!!"


Raga memutar bola mata nya malas. Jujur saja, dia masih tidak terima dengan perbuatan desta.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan itu ? Jika memang kau membenci ku, kenapa karina yang kau usik ??" tanya raga dengan menahan emosi. Tentu saja sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga, dia harus melindungi karina dan kenan. Raga tidak ingin hal buruk terjadi pada kedua orang yang paling berharga dalam hidup nya.


"Kamera kecil itu. Untuk apa kau melakukan nya ?? Dan bianca, kau tau pasti aku tidak pernah menaruh hati pada gadis itu. Tapi kenapa kau mengambil foto seolah aku takut kehilangan dia."


Lagi, desta tergelak mendapat pertanyaan yang menurut nya lucu.


"Ck! Pergilah. Aku tidak ingin mendengar suara tawa mu!! Bising!!"


"Santai bro. Jangan marah marah terus seperti itu. Kau bisa lekas tua!! Eh, aku lupa kau memang sudah tua.." ejekan desta kembali membuat raga menghela nafas panjang. Berusaha untuk tidak terpancing emosi.


"Kau tau kenapa aku memilih istri mu yang cantik itu untuk membalas sakit hati ku pada mu ??"


Raga kembali melihat ke arah desta, ingin mendengar alasan apa yang akan desta katakan pada nya..


"Semua itu bermula dari 10 tahun yang lalu setelah daddy ku kau jebloskan ke penjara, aku kalut dan tidak tau harus melakukan apa. Kau tau sendiri, daddy selalu memanjakan ku dengan harta milik kakek kita. Aku tidak seperti mu. Daddy ku tidak pernah membiarkan ku bekerja membantu nya di perusahaan. Aku benar benar hancur saat itu. Dan saat aku datang kerumah om rudi untuk menemui mu, aku tidak menyangka mendengar kabar bahwa kau sudah menikah dan tinggal di apartemen bersama dengan istri mu."


Raga mendengarkan dan menyimak tanpa menyela. Memang benar desta tidak seperti diri nya yang sudah sedari kecil di latih untuk menjadi seorang pemimpin di perusahaan. Raga juga mengingat dulu dia sampai harus di kirim ke luar negeri oleh kakek mahendra untuk belajar bisnis lebih dalam.


"Aku mencari tau siapa istri mu itu dan bagaimana kalian bisa menikah. Kenyataan yang aku dapatkan, kau menikah karena di jodohkan oleh kakek dan pasti nya kalian menikah tanpa cinta. Tapi kau ingat, saat aku pertama kali menemui istri mu. Kau begitu terlihat cemas dan takut. Dan saat itu lah aku menyadari kau sudah terjebak dalam perjodohan dan sudah mulai mencintai istri mu, sementara, dengan bodoh nya dirimu pun belum menyadari hal itu."


"Karena kau sudah sangat mencintai nya, maka karina memang sasaran yang tepat untuk aku membalaskan apa yang sudah kau perbuat pada keluarga ku! Karina lah satu satu nya yang menjadi kelemahan mu! Dan terbukti, kau benar benar kacau saat aku mengusik wanita mu!" Desta kembali tertawa puas.


"Dan kau tenang saja, sepupu. Kamera yang aku letakkan di hotel waktu itu hanya kamera tiruan alias palsu! Aku tidak sebejat itu. Dan mengenai bianca, aku hanya iseng saja. Aku tidak menyangka bocah itu akan sadar dari koma nya. Kau benar benar hebat bisa menghidupkan lagi orang yang sudah mati!!" Desta mengacungkan kedua ibu jari nya pada raga.

__ADS_1


__ADS_2