
...๐๐๐...
Gimana gimana ??
Udah puas belum nih dapat bonus dari otor triple up sekaligus ?? ๐
Terimakasih buat kalian yang masih stay nungguin kelanjutan kisah cinta karin dan mas raga. Semoga nggak pada bosen ya nungguin up selanjutnya ๐ค ...
...๐๐๐...
๐ฎ
๐Di mobil...
"Van, ponsel ku sepertinya tertinggal. Boleh aku pinjam ponsel mu, sebentar.." ucap raga
Ivan langsung memberikan ponsel nya pada raga..
"Silahkan tuan.."
Raga menerima ponsel ivan, lalu mengetik nomor di ponsel itu...
Cukup lama raga menunggu sambungan itu di angkat..
"Halo..." suara di sebrang sana..
"Halo sayang, ini papa.."
Ya, raga menghubungi putranya, kenan. Sungguh selain merindukan sang istri dia pun sangat rindu pada putra semata wayang nya.
"Papa.. Ken kangen pa. Papa di mana ??"
"Kamu sama oma dan opa dulu ya, papa mau jemput mama. Kamu nggak apa apa kan menunggu sebentar lagi ??"
"Ya, ken gak apa apa pa. Tolong bawa mama ya pa, ken kangen banget sama mama. Ken gak mau lama lama jauh dari mama.."
"Papa juga nggak mau sayang.." batin raga
__ADS_1
"Ya sudah. Papa tutup telepon nya ya. Ingat, kamu jangan nakal. Jangan menyusahkan oma dan opa. Okay ??"
"Okay pa. Dah papa..."
Setelah sambungan itu berakhir, raga pun mengembalikan ponsel nya pada sang asisten.
"Terimakasih van.." katanya
๐ฎ
๐Sementara itu...
Anton masih berada di depan salon karin. Entah kenapa dia belum mau beranjak dari tempat nya itu. Ada rasa yang sulit di jelaskan, mungkin perasaan sedih karena wanita yang di cintai nya meminta nya tidak lagi datang.
"Bagaimana caranya agar kamu menjadi milikku, rin..?? Aku sangat mencintai mu..."
Anton membenturkan kepalanya pelan di setir mobil nya. Kecewa ?? Tentu saja. Sudah 3 tahun lebih dia berusaha mencuri hati wanita itu. Bahkan anton sangat menjaga karin, dia tidak pernah menyentuh nya, tidak pernah menaikkan nada suara nya, dan juga tidak pernah membuat hal aneh yang bisa membuat karin tidak nyaman.
"Aku tidak akan menyerah, rin. Berapa lama pun aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan kamu.." kata anton lagi dengan menatap bangunan salon karin begitu lekat..
๐Di dalam salon..
"Sudah waktunya makan siang. Kita tunda dulu pekerjaan. Kalian boleh istirahat..." kata karin ketika melihat jam di tangan nya..
Karin yang tadi sudah memesan makanan via online pun meminta salah satu karyawan untuk membagikan makanan itu kepada semua orang yang ada di salon nya, termasuk kepada para kuli bangunan yang ada disana..
"Terimakasih, bu.." kata mereka
Karin tersenyum lalu naik ke lantai 2.
"Bu, ibu tidak makan ??" tanya salah seorang pegawai menghentikan langkah kaki karin..
"Saya belum lapar.. Jika masih ada sisa, kamu berikan saja pada tukang parkir atau siapapun yang lewat di depan salon kita ya. Biar tidak terbuang.." ucap karin dengan sangat ramah..
Karin pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan nya..
"Baik banget ya bu karina. Tadi pagi kita di bawain sarapan, sekarang makan siang kita di beliin juga..." ucap pegawai memuji karin
__ADS_1
"Iya, udah cantik, baik, ramah, royal pula.. Beruntung nya ya punya istri seperti bu karina.. Gue juga mau yang kaya gitu..." timpal pegawai pria yang usianya masih 20 tahunan
"Yee.. Ngaca dong..!! Nggak lihat tadi suami bu karina ganteng begitu, mana gagah lagi.. Aaaaa... Couple Goal banget nggak sih mereka...."
๐Di ruangan...
Karin memandangi jalanan dari jendela ruangan kerjanya yang langsung mengarah ke jalan besar yang ada di daerah itu..
"Sungguh aku tak pandai dalam hal menghibur diri..."
Semakin dewasa, karin merasa semakin di tuntut untuk terlihat baik baik saja. Bahkan saat sedang hancur hancurnya, dia harus tetap tersenyum di depan semua orang.
Air matanya mulai menggenang...
"Jangan menangis, rin. Ingat, selalu ada banyak cara untuk kamu tetap baik baik saja..."
Karin menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya perlahan. Mencoba kembali menguatkan hati nya..
"Pak Anton, setelah nanti malam, mari kita kembali menjadi asing dan simpan rasa sakit kita masing masing. Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi..."
Beep beep...
Tiba tiba ponsel karin berdering...
"Halo, ra.." ucap karin di sambungan itu..
"Rin, kamu jangan terkejut ya. Sepertinya ada yang membocorkan keberadaan kamu saat ini pada si psycho itu..."
"Iya ra. Baru saja aku bertemu dengan nya.."
"HAH ?? Astaga, cepat sekali dia bertindak. Tapi kamu tidak apa apa kan, rin ?? Dia tidak macam macam dengan mu, kan ??"
"Memang dia mau apa ?? Anton itu laki laki baik, ra. Seandainya aku di pertemukan dengan nya lebih cepat, sungguh aku pasti menjadi wanita yang sangat beruntung, betapa dia begitu mencintai aku, ra.. Hiks..hiks.."
"Rin, kamu menangis ??"
"Ra, hiks.. hiks.. Kenapa aku begitu merindukan nya, kenapa sulit sekali menghapus nama nya dari hati ku. Di saat ada pria yang benar benar tulus mencintai ku, hati ku tetap untuk nya. Aku harus bagaimana lagi, ra.. Aku sudah menyakiti pria baik itu, padahal dia tidak pernah menyakiti ku.. hiks.. hiks..."
__ADS_1