Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 22


__ADS_3

"Tuan, kita mau kemana ??"


"Ke apartemen ku.." jawab raga singkat


Hawa panas di rasakan ivan saat mereka meninggalkan kediaman rumah nenek karin. Sepertinya tuan nya itu sedang cemburu melihat istri nya dekat dengan lelaki lain. Tapi bagi ivan yang membingungkan adalah kenapa raga malah meminta nya untuk putar balik.


Padahal sebagai seorang suami dia seharusnya meminta penjelasan terlebih dulu dengan apa yang tadi di lihat nya.


Tapi itu hanya ivan pertanyakan dalam hati nya saja. Karena akan lebih bahaya jika dia bertanya sekarang, melihat wajahnya saja sudah membuat bulu kuduk ivan berdiri.


"Pasti tadi itu kekasih nya. Aku paling benci menjalin hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalu nya.."


Di dalam mobil, raga memilih memejamkan kedua mata nya sambil menunggu mobilnya sampai di tempat tujuan nya, meskipun pikiran nya terus di penuhi dengan ribuan pertanyaan tentang istri nya dan lelaki tadi.


๐Ÿ€


"Maaf ra, aku sudah menuduh mu yang tidak tidak.." ucap karin menyesal


Lira tersenyum.. "It's okay rin. aku mengerti.." katanya sambil merangkul bahu sahabatnya itu


"eh rin. Suami mu mana ?? Sepertinya aku sudah lama tidak bertemu dengan dia.." kata lira


Karin mengangkat kedua bahu nya.. "Tidak tahu. Mungkin dia sibuk dengan pekerjaan nya, ra.." jawab karin asal


"Karin.." panggil nenek dari dalam kamar


Karin dan lira pun melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju sumber suara..


"Iya nek. Karin disini.." katanya sambil menggenggam tangan neneknya


"Nak, kamu harus pulang kembali kerumah suami mu. Tidak baik meninggalkan suami terlalu lama.." nenek yang sejak tadi mendengar obrolan karin pun mulai memberikan nasehat nya pada cucu kesayangannya tersebut..


Karin terdiam dan begitu juga dengan lira..

__ADS_1


"Lira. nenek minta tolong, besok temani karin untuk kembali ke kota.." kata nenek pada sahabat cucunya


Lira dengan cepat menangguk..


"Tidak nek. Karin masih mau disini menjaga nenek.."


Nenek tersenyum.. "Sekarang kewajiban kamu bukan lagi menjaga nenek, tapi kewajiban kamu sekarang adalah berbakti kepada suami mu. Dia yang seharusnya menjadi prioritas kamu, rin.."


Karin menunduk. Dia saja bingung dengan hubungan nya dengan sang suami. Tidak ada komunikasi, bahkan hanya sebatas pesan singkat saja belum pernah raga mengirimkan nya pada karin.


"Tapi nek..."


Belum sempat karin menyelesaikan ucapan nya, nenek sudah lebih dulu menggeleng pelan..


"Pulanglah nak. Jangan khawatirkan nenek. Di sini ada bibi dan paman mu yang menjaga nenek.."


๐Ÿ’ฎ


๐Ÿ€Keesokan pagi nya..


Karin mengangguk seraya tersenyum.. "Iya ra. Aku bisa sendiri. Sudah kamu fokus saja dengan Mas Gavin. Kamu terlalu sibuk memikirkan aku sampai mas gavin mu itu seperti nya cemburu padaku.." ucap karin menggoda sahabatnya


Setelah berpamitan pada nenek, bibi, paman dan juga sahabatnya akhirnya karin pun kembali ke kota dengan menaiki taksi online yang sudah di pesan nya tadi.


Di jalan karin hanya melamun menatap ke arah luar jendela mobil.


"Kakek. Apa kakek bisa lihat karin dari sana ?? Kek, karin ragu. Apa pernikahan karin ini akan berakhir dengan bahagia bersama mas raga..?? Tapi karin akan mencoba nya kek, demi kakek dan nenek yang sudah rela menghabiskan waktu untuk merawat dan membesarkan karin.."


๐Ÿ’ฎ


๐Ÿ€Di belahan bumi yang lain..


Pagi tadi Raga sudah terbang menuju Surabaya.

__ADS_1


"Jam berapa meeting kita dengan client perusahaan A ??"


"Jam 2 siang tuan. Di hotel Merbiyot Tower.." jawab ivan memberitahu


"Kalau begitu masih ada waktu beberapa jam lagi sebelum pertemuan itu kan ??" tanya raga dan langsung mendapat anggukan kepala dari asisten nya..


"Pesan kan kamar untuk ku. Aku ingin beristirahat sebentar.." kata raga lagi


Ivan pun langsung melaksanakan tugasnya.


Dan sambil menunggu bosnya itu beristirahat, ivan memilih untuk berjalan jalan di sekitar hotel tersebut.


๐Ÿ’ฎ


๐Ÿ€Karin sudah tiba di rumah kedua mertua nya..


"Assalamualaikum bu.." ucap karin ketika masuk ke dalam rumah dan melihat ibu mertua nya sedang duduk seorang diri di ruang tv


"Wa'alaikumsalam. Kamu ko baru sampai ??"


Karin mengerutkan keningnya bingung..


"Bukan nya semalam mas raga mau jemput kamu ya ? Oh, atau semalam kalian tidur dulu di apartemen ??" tanya ibu lagi


"Nggak bu. Karin kesini sendiri naik taksi online. Mas Raga nggak jemput karin semalam.." ucap karin jujur, karena memang sejak beberapa hari lalu dia belum bertemu lagi dengan suami nya


Sekarang giliran ibu yang bingung mendengar jawaban menantu nya itu..


"Terus kemana suami mu ? Semalam juga dia tidak pulang kerumah.."


Di tanya begitu, jelas karin bingung harus menjawab apa. Komunikasi saja tidak pernah. Bagaimana karin bisa tahu suami nya itu sekarang ada dimana..


"Mas raga pasti sekarang ada di kantornya bu.." ucap karin asal. Yang penting dia bisa menjawab pertanyaan ibu mertuanya tersebut.

__ADS_1


"Kamu benar. Pasti suami mu itu ada di kantor.."


"Kalau begitu karin ke kamar dulu ya bu.."


__ADS_2