Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 38


__ADS_3

"Meskipun mama tidak bahagia bersama papa, tapi mama sungguh bersyukur memiliki kamu di hidup mama. Kamu satu satu nya alasan mama masih bisa tersenyum sampai detik ini.." kata karin sambil membelai lembut kepala putra nya..


"sayang, kalau pun mama dan papa berpisah tapi kasih sayang dari mama dan papa tidak akan pernah berkurang untuk kamu.." sambung karin lagi..


"Ken boleh minta satu permohonan nggak, ma ??"


"Tentu saja boleh. Mama janji Apapun yang kamu inginkan mama akan berusaha untuk mewujudkan nya.." ucap karin sambil tersenyum cerah karena dia tidak mau mengecewakan putra semata wayang nya itu..


"Ma, ken mohon, kasih papa kesempatan satu kali saja."


Deg!!


"Kalau mama udah kasih kesempatan sama papa tapi papa tetep nggak berubah, nanti ken sendiri yang akan menjauhkan papa dari mama.."


Karin kembali terdiam, dia bahkan tidak habis pikir putra nya bisa bicara seperti itu pada nya.


"Mama udah janji sama ken.." kembali ken berbicara, mengingatkan hal yang tadi mama nya katakan..


"Maaf sayang, untuk yang satu ini mama tidak bisa mengabulkan nya. Mama dan papa harus berpisah agar tidak ada lagi yang tersakiti. Mama yakin pasti papa juga ingin berpisah dari mama, karena seperti yang kamu lihat, tidak ada lagi harapan untuk bisa memperbaiki hubungan mama dan papa.."


Kini ken yang diam tidak membalas lagi ucapan mama nya .


Cupp..


"Sebaiknya kamu tidur lagi sekarang, besok kan harus bangun pagi.." kata karin setelah mengecup kening kenan,

__ADS_1


Ken memeluk mama nya, sementara satu tangan karin tidak berhenti mengusap pucuk kepala putra kecilnya itu. Karin tahu di usia anak nya yang sekarang seharusnya bukan untuk memikirkan urusan orang dewasa. Karin pun tidak ingin masalahnya dengan raga menjadi beban pikiran untuk putra nya tersebut.


Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin ken pun tidak lagi bisa tahan melihat mama dan papa nya selama ini saling menjaga jarak, bahkan tidur pun terpisah.


🍀Setelah memastikan kenan sudah terlelap, karin pun perlahan turun dari tempat tidur putra nya itu lalu berjalan menuju pintu keluar..


"Papa bilang papa sangat mencintai mama. Papa nggak mau berpisah dari mama.."


Deg


Karin menghentikan langkah kaki nya ketika mendengar suara putra nya kembali bicara, padahal tadi dia sudah memastikan kenan sudah masuk ke alam mimpi nya..


"Ken mohon ma, sekali ini saja. Kasih papa kesempatan.." ucap ken lagi, tapi karin seolah tidak mendengar ucapan kenan, dia pun segera membuka pintu dan langsung keluar begitu saja dari kamar putra nya..


Setelah masuk ke kamar nya itu, karin segera menuju ke mini fridge nya dan mengambil sebotol minuman favorit nya di kala suasana hati nya sedang tidak baik baik saja..


Dengan memakai gaun malam nya, karin berjalan menuju balkon..


"Sebenarnya apa yang sudah kamu katakan pada putra kita, mas. Aku mohon jangan libatkan kenan dalam masalah kita ini. ."


💮


🍀Negara J..


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya pesawat yang di tumpangi raga sudah tiba di negara tujuan..

__ADS_1


"Tuan, sepertinya ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan anda.." kata ivan setelah mereka tiba di hotel..


Mata raga pun berkeliling mencari yang di maksud asisten nya itu. Dan benar saja, sepasang netra mereka pun bertemu. Tiba tiba seseorang yang di maksud pun langsung berjalan menghampiri raga..


"Kamu raga, kan ??" seseorang itu menunjuk raga tepat saat merek sudah berhadapan..


"Anton..??"


"Astaga. Ini beneran kamu ga ?? Aku tidak menyangka bertemu sahabat lama ku di sini.."


Mereka berdua pun saling memeluk singkat..


"Kamu sedang apa di sini ??" tanya raga setelah melepaskan pelukan nya..


"Aku ada undangan dari perusahaan yamamoto.corp. kamu sendiri bagaimana ??" tanya anton, "Tunggu, tunggu.. Jangan jangan kamu juga kesini untuk menghadiri undangan itu ??"


Raga tersenyum tipis, "Ya, benar." jawab raga singkat..


"Astaga, aku tidak percaya. Kita di pertemukan oleh satu perusahaan yang sama.." kata anton tidak menyangka..


Raga mengangguk pelan, "Sorry ton. Aku tidak bisa mengobrol lama lama, karena masih ada yang harus aku lakukan.."


Anton pun memaklumi, karena raga memang baru tiba di hotel itu, sementara anton sudah sejak siang tadi dia sampai di negara J.


"Baiklah kalau begitu. Kamu silahkan istirahat saja dulu. kita akan bertemu lagi di pertemuan itu besok pagi.."

__ADS_1


__ADS_2