Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 30


__ADS_3

Setelah menenangkan sahabatnya, karin pun keluar dari ruangan tersebut. Di luar wanita hamil itu langsung meminta kedua orang tua lira untuk masuk ke dalam.


"Mi, karin pamit ya. Lira sudah baik baik saja sekarang. Tapi karin minta untuk saat ini, jangan tinggalkan lira sendirian dulu.." ucap karin pada mami sahabat nya..


"Terimakasih sayang.." mami memeluk karin dengan penuh kehangatan, begitulah karin, dia selalu ada di saat orang lain membutuhkan nya.


"Selamat atas kehamilan kamu, nak. Semoga tidak ada halangan apapun sampai kamu melahirkan nanti ya, sayang.." sambung mami lagi seraya mengusap perut karin, mendoakan janin yang masih berbentuk segumpal darah itu..


Tanpa karin sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang melihat karin dari kejauhan. Melihatnya dengan perasaan yang sangat beruntung karena karin menjadi milik dia seutuhnya. Melihat betapa semua orang yang ada di sana begitu menyayangi karin. Apalagi hanya butuh waktu 1 jam karin bisa kembali menenangkan sahabatnya yang bahkan keluarga nya pun tidak bisa melakukan itu.


"Kalau begitu, karin permisi ya mi. Nanti kalau suami karin mengizinkan, karin akan berkunjung kerumah mami.." ucap karin lagi


Dan ucapan karin itu tentu nya tidak terlepas dari pendengaran raga.


Setelah berpamitan karin pun berjalan perlahan keluar, karena tiba tiba perutnya sedikit sakit, mungkin karena tadi dia berlari lari kesana kemari akibat kekhawatiran nya yang berlebihan pada sahabatnya, lira.


"KARIN..."


belum sempat raga menghampiri istri nya, seorang pria yang tak di kenal nya tiba tiba muncul di hadapan sang istri..


"Kak fajar ??" gumam karin kecil


"Apa kabar rin ??" tanya fajar


"Baik kak.." jawab karin singkat, karena rasanya dia sudah tidak nyaman berada di dekat pria yang sempat mengisi hati nya selama beberapa tahun terakhir itu..


"rin, aku tidak menyangka semua ini terjadi pada lira.." ucap nya bersedih


Karin mengangguk pelan..


"Iya kak. Lebih baik tahu sekarang walaupun terlambat. Daripada saat mereka sudah menikah lira baru tahu ternyata gavin menduakan nya. Itu akan lebih menyakitkan bagi lira.." ucap karin panjang


"Ya, kamu benar. emm, by the way, rin, kamu kesini sama siapa ??" tanya fajar sambil mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri,


Belum sempat karin menjawab pertanyaan itu, ada tangan kekar yang tiba tiba melingkar di bahu sebelah kanan nya..


"Mas Raga.." batin karin terkejut


"Sudah selesai, sayang ??" tanya raga lembut


Deg!!


Karin terus mendongak menatap raga tanpa berkedip..


"Saya suami karin. Anda siapa ya ?" tanya raga pada fajar dan tiba tiba saja dia langsung memperkenalkan diri


Fajar merasa tidak suka karin di rangkul seperti itu meskipun oleh suami karin sendiri, karena fajar masih belum menerima penolakan dari wanita yang kini amat dia cintai..

__ADS_1


"Saya teman kuliah nya karin dulu.." jawab fajar dengan tatapan tidak bersahabat


"Oh. HANYA TEMAN!!" raga sengaja menekankan kata kata nya.. "Jika sudah tidak ada yang ingin di bicarakan, kami permisi. Ayo sayang, kita pulang.." ucap raga lagi semakin membuat karin berdebar.


Maklum lah, karin belum pernah di perlakukan seperti ini sebelum nya oleh pria manapun termasuk suami nya.


Raga merangkul karin sampai mereka tiba di depan mobil.


"Maaf tadi aku tidak sengaja merangkul mu..!!" ucap raga ketika mereka sudah duduk sempurna di dalam mobil


Deg!!


Rasanya seperti di angkat setinggi langit, lalu seketika itu juga di jatuhkan sejatuh jatuhnya ke tanah.


Karin diam tidak menjawab. Dia lebih memilih memandangi jalanan dari balik jendela mobil.


"Aku istrimu, tapi kenapa kamu menyesal hanya karena merangkul ku seperti tadi ??"


Menurut karin kata maaf yang terlontar dari mulut suami nya menandakan bahwa pria itu menyesali perbuatan nya.


Tapi tanpa karin tahu, raga merasa sudah lancang menyentuh karin tanpa izin wanita itu terlebih dulu. Makanya raga meminta maaf meskipun raga tahu seluruh tubuh karin sudah menjadi hak nya karena dia suami karin yang sah.


💮


🍀Di rumah..


"Karin. tunggu!!" raga setengah berteriak karena karin meninggalkan nya begitu saja dan langsung masuk ke dalam rumah


"Kenapa dia seperti itu ? Apa dia sakit ??" tanya raga si manusia tidak peka bin menyebalkan di seluruh dunia perhaluan..


Tok!! Tok!!


"Rin. Apa kamu baik baik saja ??" tanya raga dari depan pintu kamar karin


"Karin.." panggil nya lagi sedikit mengeraskan suaranya


"Iya. aku tidak apa apa." jawab karin dengan menahan suara tangisnya padahal sejak masuk ke dalam kamar air matanya langsung tumpah begitu saja


Raga tidak bertanya apapun lagi. Karena dia pikir karin lelah dan butuh istirahat. Jadi dia memutuskan untuk pergi dan kembali ke perusahaan nya..


💮


Tok!! Tok!!


Raga mengetuk pintu kaca mobil seseorang yang terparkir tepat di depan rumah besar nya.


BUGH!! BUGH!! BUGH!!..

__ADS_1


Karena seseorang itu tidak juga keluar dari mobil nya, raga akhirnya memukul jendela mobil itu dengan kencang


"TURUN!!" Bentak nya tidak sabaran


Pintu mobil bagian depan pengemudi itu pun akhirnya terbuka.


"MAU APA KAU DATANG KESINI, HAH ??" pekik raga seraya mencengkram kerah baju seseorang itu..


Seseorang itu langsung melepaskan tangan dan mendorong tubuh raga dengan kencang.


"ITU BUKAN URUSAN MU..!!" kata nya dengan sengaja menyulut api kemarahan di hati raga


"Aku tahu sejak tadi kau mengikuti mobil ku, kan ??"


"Aku hanya ingin melihat karin, aku baru sadar setelah melihat nya ternyata wanita hamil lebih menggoda.."


Ya, tadi ketika dia menjemput karin di rumah, raga sudah melihat mobil itu. Tapi dia tidak mengira akan melihat lagi mobil yang sama di gedung pernikahan sahabat istri nya.


Makanya raga begitu panik ketika karin hilang dari pandangan nya.


Saat perjalanan pulang, mobil yang sama pun mengikuti mobil mereka. Ingin rasanya raga turun dan memberi pelajaran pada siapapun yang coba coba mengusik kehidupan nya itu. Tapi raga mencoba tetap tenang, karena di dalam mobil tersebut masih ada istri dan calon anak nya yang harus dia jaga keselamatan nya.


Makanya, sekarang waktu yang tepat untuk membuat perhitungan, meski pun masih di depan rumah nya tapi setidak nya tidak akan terjadi apa apa pada karin dan juga pada janin yang ada di kandungan sang istri


"Aku hanya ingin melihat istri mu. Kau tahu, setelah melihat nya aku baru sadar, ternyata wanita hamil itu lebih menggoda.." kata desta semakin membuat raga marah, bahkan deru nafas raga saja sudah tidak beraturan..


"Apa aku harus membuat mu seperti tuan baskoro ? MEMBUSUK DALAM PENJARA ?? Kalau begitu yang kau mau, sekarang juga aku bisa melakukan nya..!!"


Mata desta melotot, habis sudah kesabaran nya pada raga. Apalagi raga dengan lantang nya menyebut nama sang ayah


BUGH!!


Satu pukulan berhasil mengenai pipi kanan raga..


BUGH!! BUGH!!


tanpa menunggu lama, raga langsung membalas dengan melayangkan 2 kali pukulan ke wajah desta. Pukulan pertama langsung membuat tubuh desta terhuyung kebelakang, dan pukulan kedua membuat pria itu tersungkur ke badan jalan. Saking kuatnya pukulan raga, desta tidak bisa berdiri ke posisi nya semula..


Raga dengan cepat naik ke atas tubuh kakak sepupu nya itu..


BUGH!! BUGH!!


Seperti orang yang sedang kesetanan, raga memukul lagi wajah desta tanpa ampun..


"AKU INGATKAN PADAMU!! SEKALI SAJA KAU MENYENTUH UJUNG RAMBUT ISTRI KU, AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU DETIK ITU JUGA !!" ucap raga dengan tatapan membunuh nya. Bahkan beberapa pria yang melihat kejadian itu sampai bergidik ngeri melihat wajah raga seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Setelah itu, raga meninggalkan desta yang masih berbaring di jalanan dengan wajah yang sudah tidak berbentuk alias babak belur..

__ADS_1


Tidak ada yang berani melerai perkelahian mereka, karena raga sudah lebih dulu melarang bodyguard yang berjaga di depan rumah nya untuk tidak ikut campur apapun yang terjadi.


Setelah itu, raga pun masuk kembali ke dalam mobil. Dan meminta supir untuk langsung menuju perusahaan nya. Tanpa berniat menoleh ke belakang untuk sekedar memastikan desta masih hidup atau tidak..


__ADS_2