
Bonus Visual Mas Raga, yang kata dokter sakit nya karena kurang Gizi 😅
#Semoga bisa menambah perhaluan para readers 🤭😁..
Mohon maaf jika tidak sesuai selera, silahkan bayangkan sendiri aja ya bentukkan Mas Raga nya mau yang kaya gimana 😉
💮
🍀Di dalam kamar...
"Bagus juga kamar nya.." ucap raga memecah keheningan ketika karin mengikuti nya masuk ke dalam kamar..
Karin tidak merespon, dia cukup kesal dengan ketidaksopanan suami nya itu. Entah dari mana suami nya itu datang dan tiba tiba langsung mencium pipi nya begitu saja.
Bisa bisa nya juga karin meleleh hanya dengan satu kecupan.
"Ada urusan apa sebenarnya kamu datang kesini ??" tanya karin dingin menatap punggung suami nya yang membelakangi..
Raga berbalik lalu kembali tersenyum..
"Astaga. Kenapa dia terus tersenyum seperti itu..."
Karin langsung memalingkan wajahnya,
"Aku datang kesini untuk menjemput istri ku..!!" jawab raga dengan pasti terus menatap manik mata karin..
"Huhhh.." karin mendengus dan menaikkan satu sudut bibirnya..
"Sudahlah. Aku tidak ada waktu mendengar ocehan mu yang tidak jelas itu..!!" kata karin kini berjalan sedikit menjauh..
"Pergilah mas.."
Raga menarik nafasnya dengan berat. Ya dia tahu pasti akan sulit untuk melunakkan hati karina yang sudah membeku karena perbuatan nya selama bertahun tahun itu
"Beri aku satu kesempatan lagi, sayang. Aku mohon...!!"
Deg!!
"Kenapa kamu terus memanggil ku sayang, hah ?? Aku mohon mas kamu jangan seperti ini..."
Raga melangkahkan kaki nya menghampiri wanita nya..
"Kenapa aku tidak boleh memanggil istri ku sendiri dengan sebutan sayang. Apa itu salah, hem ??" tanya raga ketika mereka kembali saling berhadapan..
Karin terus memalingkan wajahnya..
__ADS_1
"Menjauhlah dari ku. Tinggalkan aku sendiri..!!" seru karin lalu berbalik membelakangi..
"Tidak sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian lagi.."
Karin berjalan semakin jauh menuju balkon nya..
"Aku sudah terbiasa sendiri. Bahkan aku juga terbiasa merindukan tanpa di rindukan..!!!" ucap karin seraya menatap langit sore yang mendung, yang membuatnya merasa semakin dramatis..
"Sidang perceraian kita sebentar lagi, sepertinya tidak baik kalau mas raga terus berada di kamar ini bersama ku. Jadi sebaiknya mas raga kembali ke kota J. Tinggalkan aku seperti yang selalu kamu lakukan selama ini..."
Deg!!
"NO..!! Perceraian itu tidak akan pernah terjadi..!!"
grep!!
Dengan langkah panjang nya raga langsung mendekap tubuh karin dari belakang...
"I love you, Karina Dewi Winata. I Love You so much....!!"
Entah sudah berapa kali karin di kejutkan dengan ucapan suami nya. Dan kali ini pun berhasil kembali membuat karin membeku di tempat nya..
"Maaf aku sangat terlambat mengatakan nya. Tapi dulu atau pun sekarang, kamu lah pemilik hati ini, sayang.."
Karin dengan cepat melepaskan pelukan suami nya. Karin tidak mau lagi terhanyut hanya karena kata kata cinta yang raga ucapkan. Dia lalu berjalan cepat menuju mini fridge yang ada di dalam kamar hotelnya. Situasi ini tiba tiba saja membuat tenggorokan dan lidah nya terasa kering sampai sampai karin tidak bisa membalas ucapan suami nya lagi..
Tiba tiba...
Hushhh...
Raga merebut kaleng minuman itu hingga isi nya tumpah ke baju yang di kenakan karin dan juga sedikit mengenai karpet hotel..
"Kembalikan..!!!" pekik karin kesal mencoba merebut minuman nya kembali..
"Sejak kapan kamu menjadi pecandu alkohol seperti ini, hah ???" raga tanpa sadar berbicara dengan nada tinggi..
"Memang nya kenapa ?? Itu bukan urusan mu..!! Kembalikan..!!!" karin terus mencoba merebut minuman nya..
Tiba tiba raga langsung meneguk minuman itu sampai habis tak bersisa lalu membanting kaleng kosong itu ke lantai..
"Ck..!! Menyebalkan..!!" umpat karin lalu kembali membuka mini fridge nya dan mengambil minuman yang sama dari dalam nya..
Raga yang melihat kembali bertindak, dia langsung merebut lagi minuman dari tangan karin lalu mengambil semua minuman kaleng itu dari dalam lemari pendingin tersebut dan membuang nya di tempat sampah kamar mandi. Lebih dari 10 kaleng minuman yang pria itu buang. Dia sampai 2x bulak balik untuk membuang minuman tersebut. Sepertinya istri nya itu sengaja membeli dalam jumlah banyak untuk stock nya selama dia menginap di hotel ini.
"Kamu apa apaan sih, hah ???" bentak karin tidak terima..
"Kamu tidak boleh minum minuman seperti itu lagi...!!"
__ADS_1
Karin menjatuhkan bokongnya di pinggir tempat tidur yang berukuran King... Wanita itu menunduk seraya mengusap wajah nya kasar..
"Mungkin aku terlalu sibuk mencintai orang yang tidak mencintai ku, sampai aku lupa caranya mencintai diri ku sendiri. Jadi kali ini biarkan aku menikmati hidup ku ini, mas. Sudah cukup 10 tahun kamu menahan ku di sangkar emas itu..!!!"
"Apa ?? Karin mencintai ku ????"
Raga berlutut tepat di samping kedua paha sang istri.. "Aku mohon sekali ini saja, beri aku satu kesempatan. Aku janji, jika memang aku membuat kamu menangis lagi, aku yang akan pergi dari hidup kamu selamanya...!!" ucap raga sambil memegang kedua tangan karin..
Deg!!
Mata karin tiba tiba teralihkan pada luka luka di buku jari tangan suami nya..
Tanpa sadar karin mengusap buku jari itu perlahan dan entah kenapa melihat raga terluka hati nya sakit sekali..
Tes...
Air mata jatuh menetes tepat di atas punggung tangan pria itu..
"Hei.. Kenapa kamu menangis, hem ??" Raga yang khawatir langsung menangkup wajah karin, pria itu pun kini duduk tepat di samping sang istri..
Raga mengusap pipi wanita nya menggunakan kedua ibu jari nya... "Ssstt, maafkan aku sayang. Jangan menangis lagi, aku mohon. Aku tidak tahan melihat kamu menangis.."
Sedetik kemudian raga langsung membawa karin ke dalam pelukan nya..
Pertama kali dalam hidupnya karin merasakan kehangatan dan ketenangan yang raga berikan dalam dekapan nya..
"Mas...." ucap karin dengan suara pelan karena air mata nya masih saja mengalir tidak berhenti..
"Hem..???" jawab raga masih dengan posisi memeluk wanita nya..
Karin mendorong tubuh raga perlahan hingga pria itu terpaksa melonggarkan pelukan nya. Wanita itu mendongakkan kepalanya, memberanikan diri untuk menatap dan melihat wajah pria yang membuatnya jatuh cinta berkali kali hanya dengan mencium aroma tubuhnya saja...
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan..?? Kenapa kamu bersikap seperti ini sekarang..??? Semua sudah terlambat bagi ku, aku sudah mengubur seluruh harapan ku pada mu dan aku tidak akan menggalinya lagi..!!! Lepaskan aku mas raga.. Aku hanya ingin kita berpisah..."
"Aku sudah bilang, sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskan kamu. Aku tahu kamu sudah sangat terluka karena sikap ku, tapi bisa kah kamu memberi kesempatan untuk ku demi kenan kita...??" ujar raga sambil menangkup kembali wajah mungil sang istri..
Karin memalingkan wajahnya, sungguh dia tidak sanggup menatap mata suami nya terlalu lama.
Wanita itu lalu bangun dan kembali berdiri membelakangi..
"Jangan bawa bawa kenan dalam masalah kita. Aku sudah tahu semua nya, sejak dulu kamu hanya memanfaatkan aku. Saat itu kamu meminta ku untuk cepat hamil dan melahirkan anak untuk mu karena kamu ingin mendapatkan seluruh harta kakek mahendra, bukan ???"
Deg!!!
"Aku masih ingat apa yang kamu katakan di hari kamu merebut kesucian ku. Kamu mengatakan bahwa setelah ini kamu tidak akan lagi menyentuhku..!!" Mata karin kembali berembun, sakit rasanya membuka luka lama yang selama ini selalu ingin dia hapus dari ingatan nya..
"Bukan seperti itu sayang, dengarkan aku. Aku bisa jelaskan semua nya..!!"
__ADS_1
"Apa lagi yang ingin kamu jelaskan, hem ?? Coba kamu pikir, apa ada di dunia ini pasangan suami istri seperti kita, hah ?? Mana ada seorang suami yang berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak menyentuh istri nya lagi, mana ada pasangan suami istri yang tidak pernah tidur satu ranjang yang sama bahkan sampai 10 tahun pernikahan, jangan kan satu ranjang yang sama bahkan kamar kita saja berbeda.."