Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 93


__ADS_3




*Visual Mahendra's Family*


💮


🍀


🍀


Setelah berdandan flawless dan memakai pakaian berwarna senada dengan yang di pakai suami dan anak nya, karin pun keluar dari kamar utama untuk menemui kedua jagoan nya tersebut.


"Wah.., mami cantik banget!!" Kenan langsung memberikan pujian pada karina ketika sosok mami nya itu berjalan menghampiri mereka


Raga termangu, bahkan mulutnya sedikit terbuka membentuk huruf O, sungguh kecantikan yang dimiliki istri nya tidak ada dua nya di mata pria itu. Istri nya benar benar terlihat sangat elegan dan mewah dengan balutan gaun yang di pakainya. Lagi dan lagi raga membatin, dirinya semakin mensyukuri kehidupan nya yang sekarang.


"Pi, ko papi diem aja sih ?? Mami cantik kan, pi ??"


"Hah.., ah.,iya.. Mami kamu cantik banget.." akhirnya pujian itu keluar dari mulutnya. Raga menghampiri sang istri, lalu melingkarkan tangan nya di pinggang karina..


Cupp!


"You're so beautiful, honey.." bisik raga di telinga istri nya setelah memberikan kecupan singkat di pipi wanita nya


"Ish. Mas! Ada ken.." karin masih belum terbiasa jika bermesraan di hadapan putra nya. Padahal sah sah saja, apalagi selama ini ken selalu melihat kedua orang tua nya berjarak dan tidak pernah menunjukkan hubungan yang baik.


"Ken, apa kamu keberatan ??"


Ken pun menggeleng sambil tersenyum, jauh di lubuk hati bocah itu, inilah yang dia inginkan. Memiliki keluarga seperti keluarga teman teman nya, utuh dan saling menyayangi.

__ADS_1


"Kamu lihat! Ken saja tidak masalah." Raga semakin menarik pinggang karin hingga tubuh mereka semakin menempel.


Karin hanya bisa tersenyum kikuk, "Ya sudah. Ayo kita berangkat, takut terlambat. Ibu dan ayah pasti sudah menunggu!"


Setelah itu, mereka bertiga pun langsung berangkat menjemput ayah dan ibu untuk sama sama menghadiri undangan makan malam di rumah tuan baskoro. Kali ini raga memilih untuk mengemudikan kendaraan nya sendiri, tanpa supir. Pria itu ingin menikmati setiap moment perjalanan hanya bersama keluarga nya.


*Skip perjalanan..


Ayah dan ibu sudah menunggu di depan rumah, karena memang mereka sudah janjian sebelumnya.


"Ya ampun. Menantu ibu cantik sekali.." kini ibu yang memberikan pujian pada karina sesaat setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil.


"Karina memang sudah cantik dari sana nya bu.."


"Benar ayah. di tambah memakai gaun seperti ini semakin menambah kecantikan nya.." Ayah mengangguk tanda setuju, sebab memang mau berdandan atau tidak menantu nya itu sudah cantik.


Dan selama ini karin memang tidak pernah memakai gaun seperti saat ini. Ya, lagi pula dulu untuk siapa Karin berdandan jika suami nya saja tidak pernah melihat ke arah nya. Namun malam ini, karin sengaja ingin menunjukkan bahwa karin pantas mendampingi sang suami yang seorang pengusaha muda kaya raya. Dia tidak ingin terlihat jomplang bersanding dengan suami nya, apalagi malam ini malam yang cukup spesial bagi karin. Wanita itu akan bertemu dengan keluarga besar sang suami.


Karin sampai melongo melihat jajaran mobil mewah yang terparkir di halaman rumah besar itu.


"Sayang, ayo.." karin yang melamun tidak menyadari bahwa semua orang yang tadi berada di mobil sudah turun..


"Iya, mas.." Karin menerima uluran tangan suami nya dan perlahan turun dari mobil


"Mas, ini semua mobil tamu undangan atau..??"


Raga tersenyum kecil, "Sebagian dari keluarga yang datang, sebagian lagi sepertinya milik om bas.."


Ck ck ck..


"Waw.. Aku tidak menyangka tuan baskoro lebih kaya dari kamu.." bisik karin sambil menyengir kuda, namun ucapan karin itu tidak ada maksud lain, dia hanya menggoda suami nya saja.


Raga pun mengerti, dia membalas dengan tersenyum, lalu sengaja melingkarkan tangan karin di lengan nya.. "Ayo kita masuk.." Raga pun mengajak kedua orang tua, anak nya dan juga istrinya untuk masuk ke dalam..

__ADS_1


Dan ternyata kedatangan raga itu sudah di tunggu oleh si empunya acara, tuan baskoro beserta keluarga nya.


"Selamat datang.." ucap tuan baskoro menyambut dan langsung mengulurkan tangan pada adik kandungnya, tuan rudi mahendra. Mereka saling berpelukan cukup lama, ada rasa haru yang tergambar dari wajah keduanya, terutama tuan baskoro. Sesekali dia menyeka bulir bening yang jatuh membasahi kedua pipi nya.


"Maafkan aku rud, aku sudah berdosa pada kedua orang tua kita.." di sela sela pelukan itu, tuan baskoro terus mengucapkan penyesalan nya.


"Sudahlah, kak. Ini semua sudah berlalu. Jangan di ingat lagi. Jadikan pelajaran agar anak cucu kita tidak melakukan kesalahan yang sama.."


Keharuan benar benar terasa, setitik air mata pun jatuh membasahi wajah ibu. Seorang istri yang mendampingi jatuh bangun nya tuan rudi selama ini akhirnya bisa bernafas lega ketika kakak dan adik kandung itu kembali bersatu lagi dan melupakan perseteruan yang memakan waktu cukup lama.


"Maafkan aku juga ya, win. Aku juga bersalah pada keluarga mu." Kini giliran nyonya agnes menghampiri nyonya wina.


Kedua wanita paruh baya itu pun saling berpelukan sama seperti suami nya. Dan tentu saja di saksikan oleh desta, putra satu satu nya dari tuan baskoro.


"Sampai kapan kita disini ??" Desta pun membuka suara, membuat ke-4 orang yang tengah berpelukan itu terpaksa melepaskan pelukan mereka.


"Ya, benar. Ayo, masuk, masuk!" Tuan baskoro pun mengajak semua nya untuk masuk ke dalam sambil terus memegang tangan adik nya.


Ternyata ini bukan makan malam biasa, di sana sudah ada beberapa keluarga besar mahendra yang lain. Tuan rudi sampai tidak percaya, ternyata tuan baskoro, kakak nya itu bisa mengumpulkan seluruh keluarga mereka baik yang dari luar kota maupun yang tinggal diluar negeri.


"Selamat datang, rud. Ini semua berkat kamu dan anak mu kita bisa kembali berkumpul kembali seperti ini." Seluruh keluarga besar pun langsung menyambut kedatangan tuan rudi beserta keluarga nya.


"Ini raga, kan ??" salah seorang keluarga yang tinggal di luar negeri menghampiri raga. Memang sudah sangat lama mereka tidak bertemu. Mungkin sudah lebih dari 10 tahun lama nya. Karena perpecahan saat itu antara tuan baskoro dan tuan rudi, membuat keluarga mereka pun terpecah menjadi dua kubu. Ada yang membela tuan baskoro dan tidak sedikit juga yang berpihak pada tuan rudi mahendra. Maka nya meskipun mereka keluarga tapi karena masalah tersebut membuat hubungan mereka jadi merenggang.


Raga mengangguk seraya tersenyum kecil tanpa melepaskan tangan karina dari lengan nya. Jujur saja, ada sedikit perasaan takut saat para sepupu sepupu nya yang masih muda terus melihat ke arah istri nya. Dan jangan lupakan tatapan mata desta yang seolah dia benar benar menginginkan karina.


"Aku tidak menyangka sudah 10 tahun lebih tapi kamu masih terlihat sama seperti dulu. Tampan dan gagah!"


"Apa ini istri dan anak mu ??" tanya nya lagi membuat seluruh keluarga yang langsung melihat ke arah karina dan juga putra nya, kenan.


"Ya, ini istri dan anakku." Raga pun mengenalkan secara resmi karina dan kenan pada seluruh keluarga besarnya.


Kembali pujian di dapat karina, semua orang mengatakan bahwa raga sangat beruntung memiliki istri secantik karin. Bahkan anak mereka pun tidak luput dari pujian tersebut. Dan karina pun tidak menyangka kehadiran dia dan kenan akan di terima oleh seluruh keluarga suami nya.

__ADS_1


__ADS_2