Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 28


__ADS_3

"Van, kita balik ke kota J sekarang. Siapkan penerbangan nya.." ucap raga langsung berlalu masuk ke dalam mobil lebih dulu..


Ivan mengekor di belakang sambil tangannya sibuk menyiapkan keberangkatan mereka kembali ke kota asal nya.


🍀Di parkiran pusat perbelanjaan..


"Hi.. Kamu karin kan ??" ucap seorang pria yang tiba tiba muncul ketika karin akan naik ke mobil nya


Karin mengerutkan kening nya, merasa tidak kenal dengan pria yang kini berada tepat di hadapan nya


"oh. sorry sorry. Pasti kamu belum mengenal ku. Perkenalkan, aku Desta. Sepupu suami mu, raga.." kata desta memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan nya pada karin


Karin yang memang tidak memiliki pikiran buruk langsung saja menerima uluran tangan itu, mereka pun berjabat tangan beberapa detik. Tapi mata desta tidak lepas dari memandang wajah karin.


Ponsel karin kembali berdering..


"Maaf. Karin angkat telepon dulu ya mas desta.." ucap karin sopan. Lalu dia pun mulai mengangkat sambungan itu..


📞Ada apa lagi ?


Tanya karin dengan ketus nya..


📞Jangan bicara dengan orang asing. Cepat masuk ke dalam mobil!!


Raga tahu karin sedang bicara dengan desta dari orang suruhan ivan yang sejak tadi mengikuti karin untuk memberikan nya informasi


"Permisi. Apa itu suami mu yang menelepon ?" tanya desta dengan suara pelan,


Karin mengangguk. Desta meminta dengan isyarat bahwa dia ingin bicara dengan raga. Dan karin pun memberikan begitu saja ponsel nya pada pria itu


Desta berjalan sedikit menjauh dari karin..


📞Istri mu cantik juga. Sepertinya aku menyukai istri mu pada pandangan pertama.


📞Brengsek!! Jangan ganggu dia. Urusan mu dengan ku bukan dengan karin.

__ADS_1


📞Hahaha. Tenang tenang. Jangan berteriak seperti itu. Aku tidak tuli. Aku hanya ingin bermain main sebentar dengan gadis cantik ini. Sebaiknya kau cepat datang sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada istri dan calon buah hati kalian..


Deg!!


Raga mematung. Lidah nya kelu. Dia pikir desta tidak tahu karin sedang hamil.


Desta pun mematikan sambungan telepon itu lalu memberikan ponsel pada si empunya.


"Pulanglah. Kamu pasti lelah karena sedang hamil, kan ??" ucap raga


"Darimana mas desta tahu aku hamil ??" tanya karin heran


"Tentu saja aku tahu. Raga kan sepupu ku, dia sudah memberitahu semua nya pada ku.." jawab desta dengan tersenyum kecil


Setelah itu karin pun pamit dan masuk ke dalam mobil nya.


Sementara desta terus menatap kepergian mobil karin dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


🍀Di mobil menuju Bandara..


Ivan yang duduk di depan bersama supir kantor pun hanya bisa diam, karena hawa di dalam mobil sangat panas.


Raga benar benar marah.


Kembali dia mencoba menghubungi ponsel istrinya, tapi nomor itu malah tidak aktif.


Raga pun menyesal kenapa di situasi seperti ini dia malah meninggalkan karin dan membiarkan nya pergi keluar sendirian.


💮


Karin sudah tiba di rumah nya lagi.


"Ko sudah pulang, nyonya ??" tanya bi yanti


"Iya bi. Urusan ku sudah selesai.." ucap karin sambil menjatuhkan bokong nya di sofa

__ADS_1


"Tadi tuan menelepon, katanya kalau nyonya sudah tiba harus segera menghubungi nomor ponsel tuan, nyonya.."


Karin mengangguk.. "iya bi. terimakasih.." ucap karin. Tapi dia tidak mau melakukan nya. Wanita itu pun membiarkan saja ponsel nya mati dan tidak berniat untuk mengisi daya ponsel tersebut


Karin masuk ke dalam kamar nya.


"Sebenarnya papa mu kenapa sih ? Tadi dia mengizinkan mama untuk pergi, tapi belum ada satu jam dia sudah meminta mama untuk kembali pulang. ck. Papa mu itu memang menyebalkan.." gumam karin berbicara dengan janin di perutnya sambil terus mengusap pelan perutnya yang mulai sedikit membesar


💮


Setiba nya di rumah, yang di cari nya pertama kali tentu saja karin.


Tok! Tok!


Raga mengetuk pintu itu tapi karin tidak membuka nya. Merasa tidak ada jawaban, raga pun segera membuka pintu kamar istrinya..


huh


nafasnya mulai normal ketika melihat sang istri tengah tertidur lelap di atas kasur.


Raga melangkah maju menghampiri karin..


"Syukurlah. kamu tidak apa apa.." gumam nya sambil terus memandangi wajah karin


Melihat perut karin yang sedikit berisi, raga tanpa sadar meletakkan telapak tangan nya di atas perut itu..


"Nak. Tolong bantu papa jaga mama kamu ya. Papa mohon, jangan sampai kalian terluka. Cupp" raga mengecup perut karin pelan..


Setelah puas berbicara dengan calon anak nya, raga pun kembali memandangi wajah sang istri..


Cupp!!


Raga mengecup kening karin. Dalam dan hangat.


Tanpa mengucapkan apapun pada karin, raga kembali keluar dari kamar istri nya itu.

__ADS_1


Sedang karin, dia sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan raga. Tidurnya terlalu nyenyak, sampai dia tidak sadar raga masuk ke kamar nya..


__ADS_2