Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 77


__ADS_3

Lira terus memohon sambil menangis. Tapi gavin menulikan pendengaran nya. Dia sama sekali tidak bergeming, pria itu semakin asik menciumi leher jenjang lira dari belakang, menikmati aroma khas gadis itu yang menusuk indera penciuman nya..


Tiba tiba..


Bugh!!


Ahhhh!!


Gavin langsung terpental ke aspal..


"Ivan..hiks..hiks.." Lira semakin menangis, sedih bercampur lega ketika melihat sosok pria yang kini di cintai ada di hadapan nya..


"Sudah, sayang. Tenang, ada aku disini!!" Ivan langsung memeluk lira, dan membantu merapikan pakaian wanita itu..


"Lepaskan tangan mu dari wanita ku!!" Gavin sudah kembali berdiri.


Ivan menatap nyalang pria itu dengan penuh kemarahan. Ivan melepaskan pelukan nya lalu kembali berjalan ke arah gavin..


Bugh!!


Bugh!!


"SETAN!!"


Bugh!!


Ivan terus memukuli pria itu dengan buas. Gavin yang memang masih di bawah pengaruh alkohol sama sekali tidak bisa membalas pukulan ivan. Dia terkapar dengan wajah yang sudah bonyok penuh lebam dan luka.


"Aku akan memberi perhitungan dengan mu!!" Seolah tidak cukup dengan memukul pria itu membabi buta seperti tadi, ivan memberikan ancaman lagi sebelum dia kembali menghampiri kekasih hati nya yang terlihat masih sangat shock di dekat mobil nya..


"Ayo, sayang.." Ivan memakaikan jasnya di tubuh lira, dan merangkul gadis itu untuk masuk ke dalam mobil milik nya yang tidak jauh dari mobil gavin. Dia meninggalkan mobil lira disana, nanti ivan akan menyuruh orang untuk membawa mobil tersebut kerumah wanita nya..


Ivan membantu lira duduk lalu memakaikan seatbelt nya. Setelah itu dia pun berjalan memutar dan duduk ke kursi pengemudi..


Ivan tidak bicara apapun. Lira menatap wajah ivan sekilas, dia tahu pria itu masih diselimuti kemarahan. Lira pun memilih melihat ke arah jendela, memandangi mobil mobil yang berjalan mendahului mobil yang membawa mereka..


Setelah kurang lebih setengah jam, mobil ivan sudah tiba di sebuah gedung apartemen..


"Ini dimana ??" tanya lira bingung sambil mendongakkan kepala nya menatap gedung pencakar langit itu..


"Ayo, turun!!" Seperti sebuah perintah yang tidak bisa di tolak, lira pun menurut saja pada ivan. Dia turun lalu mengikuti langkah kaki pria yang entah kemana akan membawa nya..


Bip Bip Bip..


Saat sudah keluar dari lift, ivan pun memasukkan kata kunci di depan sebuah pintu apartemen tersebut..


"Masuk!!" Kata ivan pada lira. Lira pun masuk dengan ragu..


Lira lalu menjatuhkan bokong nya di sebuah sofa panjang. Sementara ivan memilih untuk masuk ke sebuah ruangan yang lira yakini itu adalah kamar.


Dan lima menit kemudian ivan kembali keluar dengan wajah yang sudah basah seperti habis mencuci wajah nya sambil membawa sesuatu di tangan nya..

__ADS_1


"Sini..!!" Ivan menadahkan tangannya ketika dia sudah duduk di samping lira..


Lira mengerutkan kening nya tidak mengerti. Lalu ivan menarik tangan lira. Ternyata ada luka goresan disana. Ivan mulai membersihkan luka itu dengan tisu basah,


"Awhhss!!" lira mengaduh saat terasa perih. Tanpa lira sadari luka itu didapatkan nya saat berusaha melepaskan diri dari gavin tadi.


Ivan tak bergeming. Dia terus mengobati luka goresan di tangan lira dengan wajah serius. Lalu mengoleskan sedikit salep di luka tersebut..


"Tangan mu juga terluka.." Lira mengelus tangan ivan dengan tangan nya yang lain, tapi ivan hanya diam


"Maafkan aku..hiks..hiks.." lira kembali menangis, sesak rasanya mendapat perlakuan dingin dari ivan, meskipun sebelum nya dia juga berperilaku seperti itu tapi sekarang status mereka sudah berubah, dia adalah tunangan ivan, kenapa ivan terus mendiamkan nya tanpa berkata apapun..


Ivan menghentikan pergerakan tangan nya, lalu menatap gadis di depan nya dengan tatapan sayu.


"Belum terlambat, van. Kamu bisa membatalkan pernikahan kita!!" Lira menarik tangan nya, lalu beranjak bangun. Gadis itu merasa seperti sudah tidak punya muka lagi di hadapan ivan. Sedih rasanya ketika tahu ivan melihat nya di jamah oleh pria lain. Meskipun itu sebuah insiden, tapi tetap saja lira merasa diri nya sangat kotor dan tidak pantas berdampingan dengan ivan yang seorang pria baik baik..


"Stop!!" Ivan menghentikan langkah kaki wanita nya.


Lira berbalik, "Kamu sudah melihatnya, bukan ?? Aku kotor. Hiks..hiks.." Lira kembali menangis pilu. Air mata nya sudah tidak terbendung lagi


Ivan tiba tiba merentangkan kedua tangan nya di hadapan lira. Lira kembali menatap ivan dengan bingung.


"Sini, sayang. Peluk aku!! Tolong redamkan emosi ku ini. Aku mohon.."


Sedetik kemudian..


Grep!!


Tanpa pikir panjang, lira langsung berhambur ke pelukan ivan. "Hiks..hiks.. Maafkan aku.." air mata lira kembali pecah..


Ivan sangat bersyukur, tadi wanita nya itu sempat mengangkat telepon dari nya jadi ivan tahu apa yang terjadi pada lira. Mendengar lira mengumpat kasar, ivan langsung melacak keberadaan wanita nya. Tanpa pikir panjang, ivan langsung menyusul ke tempat lira berada. Betapa terkejut nya saat tiba di tempat tersebut, lira sedang dalam bahaya. Ada pria yang memeluk nya dari belakang sambil terus mengecupi bagian sensitif wanita itu. Dan ivan langsung menarik pria itu dengan kencang lalu memukul nya dengan membabi buta. Jika saja tadi tidak disadarkan dengan isakan tangis lira, mungkin saat ini pria itu sudah habis di tangan ivan.


"Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian lagi!! Aku akan menyiapkan bodyguard sekaligus sopir untuk mu.." ucap ivan masih dalam posisi memeluk lira.


Ivan mulai melonggarkan pelukan nya, "Dimana si brengsek itu mencium mu, hem ?? Di sini ??" Ivan menunjuk wajah lira..


Cupp.. Cupp.. Cupp..


Ivan mengecup seluruh wajah lira tanpa ada yang tertinggal, termasuk di bagian bibir lira yang basah.


Lira hanya diam sambil memejamkan mata nya..


"Atau disini ??" Ivan menyibakkan rambut lira kebelakang..


Cupp..


Lalu mencium leher jenjang lira kiri dan kanan.


"eughh.. V-van.." lira melenguh kecil saat merasakan kegelian yang ivan berikan di lehernya


"Aku akan menghapus jejak pria itu di tubuh mu..!!" Ivan mengangkat tubuh lira ala koala. Lalu membawa lira dalam gendongan nya menuju ke sebuah kamar. Lira yang takut jatuh pun langsung melingkarkan tangan nya di leher ivan..

__ADS_1


Ivan membaringkan lira dengan lembut di atas kasur berukuran king nya. Ivan lalu duduk di sisi ranjang..


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada pria itu selanjutnya. Tapi yang pasti dia sudah salah memilih lawan!!" ucap ivan sambil membelai wajah lira dengan penuh cinta..


Lira kembali bangun,


Cupp


Lira mencium bibir ivan, membuat pria itu mematung terkejut.


"I Love You.."


Deg


Ivan tidak percaya lira mengatakan itu padanya.


Cupp


Melihat ivan terkejut dan hanya diam saja, lira kembali mendaratkan bibirnya di bibir ivan..


"I love you so much.." lagi lira menyebutkan kalimat sakral yang 10 tahun lebih dia tidak ucapkan pada siapapun..


Ivan tersenyum bahagia..


"I love you more..." jawab ivan


Cupp


Ivan langsung menyambar bibir lira. Dia menahan tengkuk kepala wanita itu agar bisa langsung memperdalam ciuman nya..


Pria itu terus menyesap dengan nikmat. Bertukar saliva dan saling membelit lidah..


Saat tersadar, ivan pun langsung melepaskan ciuman nya...


"Sayang, Kita hentikan sampai disini. Aku takut terjadi sesuatu hal yang lebih. Aku tidak ingin merusak mu. Aku ingin menikmati ini bersama mu saat kita sudah menjadi sepasang suami istri.."


Cupp


Mendengar ucapan ivan yang begitu indah, lira pun mendaratkan kecupan di kening pria itu. Dalam dan cukup lama..


"Aku sangat mencintai mu. Please, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku. Mungkin kali ini jika kejadian 10 tahun lalu terulang lagi, aku tidak akan bisa bertahan seperti dulu. Aku akan....."


Cupp


Ivan kembali membungkam mulut lira dengan bibirnya. Dia tidak mau mendengar kelanjutan kalimat yang akan lira katakan padanya..


"Tidak, sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sampai aku mati!! Kamu milikku, begitu pun dengan aku."


Ivan kembali memeluk lira, dan lira pun membalas pelukan itu dengan erat.


Setelah itu, ivan pun memilih untuk pergi melanjutkan pekerjaan nya. Sementara lira, dia tidak mengizinkan wanita itu kembali bahkan ke salon nya. Lira di kurung di apartemen sampai ivan pulang bekerja.

__ADS_1


Lira hanya bisa pasrah. Mau kabur pun tidak bisa, sebab di depan pintu apartemen pria itu ternyata sudah ada dua orang pria bertubuh besar menjaga agar tidak ada lagi sesuatu yang buruk terjadi pada tunangan nya tersebut.


Lira tidak menyangka pria nya itu memiliki pola pikir yang lebih jauh dari nya. Sampai saat ini dia bahkan bertanya tanya, dari mana ivan tahu keberadaan nya beberapa waktu lalu.


__ADS_2