
Karin tiba tiba mulai mengerjapkan kedua matanya..
"Karina.." kata ibu yang sudah kembali ke dalam ruangan perawatan menantu kesayangan nya..
"Dimana bayi karin, bu ??" tanya karin dengan suara yang sangat pelan dan tentu nya yang ditanyakan pertama langsung buah hati yang baru saja di lahirkan nya..
Ibu mengusap kepala karin pelan, "Ada sayang. Sekarang bayi kamu masih dalam perawatan , karena tadi ada sedikit masalah di pernafasan nya.." jawab ibu
"Dia tidak apa apa kan bu ?? Apa sekarang sudah baik baik saja ?? Karin ingin bertemu dengan anak karin, bu.." tiba tiba karin menjadi sedikit panik setelah mendengar kabar buruk dari ibu..
"Tidak apa apa nak. Dokter sudah merawat bayi kamu. Dan suami mu juga saat ini ada bersama putra kalian. Jadi kamu tidak perlu khawatir, ya.."
"Mas Raga ?? Bukan nya dia sedang ada perjalanan bisnis selama 10 hari kedepan ??"
Ibu lalu menekan bel di belakang tempat tidur karin untuk memanggil dokter agar segera datang ke ruang perawatan menantu nya..
🍀NICU
"Bagaimana dok ? Apa putra ku sudah baik baik saja ??" tanya raga pada dokter
"Kondisi bayi anda sudah lebih baik. Sebentar lagi bayi anda itu akan dibawa ke ruang perawatan ibu nya." ucap dokter..
Tiba tiba dari arah depan ada suster perawat yang berjalan terburu buru..
"Dokter, pasien atas nama bu karina sudah membuka mata nya." katanya memberitahu karena saat bel berbunyi suster sedang berada di ruangan dokter obgyn itu..
"Baiklah, saya akan segera kesana.."
Belum dokter itu melangkah, raga sudah lebih dulu berlari ke ruangan istri nya.
"Mas.." gumam karin ketika raga tiba tiba menggeser pintu kamar rawat nya..
Raga melangkah sambil terus menatap wajah karin yang masih terlihat sedikit pucat..
"Apa ini masih sakit ??" tanya raga lembut sambil tangan nya dia letakkan di atas perut karin yang tertutup selimut tebal
Karin menggeleng pelan,
Melihat wajah karin yang begitu pucat dan lemah, raga menjadi tidak tega..
Tangannya tiba tiba terulur dan langsung mengusap pucuk kepala karin,
**Deg**!!
"Please mas, aku mohon jangan seperti ini. Aku takut semakin besar rasa ini untuk mu." meski kedua netra mereka saling beradu, tapi batin karin seolah menolak perlakuan lembut yang di berikan raga pada nya..
Istri mana yang tidak mau di perlakukan lembut oleh suami nya ??
Istri mana yang tidak mau mendapat perhatian dari suami nya ??
Istri mana yang tidak mau bermanja manja dengan suami nya ??
Sepertinya di dunia ini hanya karin satu satu nya seorang istri yang tidak mau menerima itu semua dari suami nya sendiri. Dia malah merasa takut jika raga memperlakukan nya seperti itu, karena karin pernah menaruh harapan besar pada suami nya tapi seketika itu langsung di hempaskan begitu saja oleh suami nya.
Karin mengerti mungkin raga seperti itu untuk berterima kasih pada nya karena sudah memberikan nya keturunan seperti permintaan nya di awal pernikahan mereka. Karin tidak mau melibatkan hati nya lagi hanya karena raga bersikap manis seperti itu.
Sementara di sisi lain ruangan ada sepasang mata yang melihat adegan mesra yang raga lakukan. Ya, itu adalah ibu dan ayah nya.
Kedua orang tua itu akhirnya bisa bernafas lega. Mereka mengira setelah lahirnya sang cucu pertama, hubungan karin dan putra nya akan berubah seperti pernikahan pada umum nya.
Tiba tiba..
__ADS_1
Pintu ruangan karin bergeser..
Ternyata yang masuk dokter dengan satu suster perawat yang membawa bayi nya..
"Selamat sore, bu karina.." ucap sang dokter tanpa terlihat ekspresi di wajahnya karena memakai masker
"Selamat sore, dokter.." jawab karin tersenyum kecil
Dokter lalu memeriksa kondisi kesehatan karin. Dokter tersebut mengatakan bahwa karina sudah dalam kondisi yang baik, dan meminta keluarga tidak perlu khawatir lagi. Mungkin dalam beberapa hari kedepan karin sudah di perbolehkan untuk pulang.
Setelah dokter keluar dari ruangan, ibu langsung menggendong cucu nya.
"Karin. Putra mu sangat tampan seperti ayah nya.." Kata ibu lalu meletakkan cucu nya tersebut di sisi tempat tidur karin
Karin tersenyum seraya melihat wajah bayi nya..
"Ya, benar. Wajahnya sangat mirip sekali dengan mu, mas.."
"Apa kalian sudah memiliki nama untuk putra kalian ini ??" tanya ayah
"KENAN.." kata karin mengucapkan satu nama sambil memandang wajah bayi di samping nya..
"kenan ??" beo ibu..
Karin mengangguk.. "Ya, nama nya kenan.." jawab karin lagi
"Bagus. ayah suka.." kata ayah mendekat menghampiri cucu nya, "Tapi apa arti nama kenan ??" tanya ayah penasaran kenapa karin memilih nama itu untuk buah hati pertama nya .
"Kenan (bentuk lain dari Keene) dalam bahasa Jerman yang berarti tegas, tajam dan gagah berani, sedangkan dalam bahasa indonesia memiliki arti tekun dan berkorban.." jawab karin dengan tatapan keibuan menatap wajah anak nya dengan penuh harap..
Ibu dan ayah mengangguk setuju, mereka pun berharap semoga kelak cucu nya bisa menjadi anak yang sesuai dengan harapan kedua orang tua nya..
Karin, ibu dan ayah langsung melihat ke arah seseorang yang menyebutkan nama lengkap itu dengan lantang..
Karin tersenyum kecil.. "ya, nama yang bagus.." ucap karin setuju, di ikuti oleh kedua mertua nya yang juga sangat menyukai nama itu, nama yang tidak kebarat baratan, nama yang tidak sulit untuk di lafalkan, dan nama yang memiliki makna begitu dalam, khusus nya untuk karin...
🍀Satu bulan kemudian..
Karin sudah kembali kerumah nya beberapa minggu yang lalu. Kini dia di sibukkan dengan mengurus buah hati nya selama 24 jam penuh, karena karin yang tidak mau memakai jasa pengasuh.
Padahal raga sudah menawarkan untuk menyewa pengasuh agar karin tidak kelelahan, tapi karin tetap bersikukuh tidak mau menerima tawaran dari suami nya itu.
Seperti pagi ini, di kamar karin, raga sedang menggendong bayi mereka ketika karin tiba tiba ingin ke toilet.
Jangan tanyakan bagaimana hubungan mereka setelah adanya kenan. Karena jawaban nya sama saja seperti sebelumnya. Tidak ada komunikasi yang berarti di antara mereka berdua. Kamar mereka saja masih terpisah. Dan tentu nya kenan tidur bersama dengan karin, mama nya.
Karin yang tidak mau pindah dari kamar itu, karena sejak awal suami nya sudah meminta mereka untuk tidur di kamar yang berbeda. Bagi karin yang awam saja, sepertinya itu sudah jatuh talak.Tapi entahlah, karin pun tidak mengerti banyak tentang hal hal semacam itu.
Bagi karin sekarang, hidupnya hanya satu, KENAN. Selebih nya dia tidak mau di pusingkan dengan pikiran pikiran mengenai hubungan pernikahan nya.
"Terimakasih.." kata karin datar setelah keluar dari kamar mandi nya.
Setelah itu karin pun kembali menggendong kenan, sementara raga berpamitan untuk berangkat ke kantor nya..
"Mas, hari ini ada lira dan mami nya yang akan datang untuk melihat kenan. Dan mungkin sore nya giliran nenek dan bibi bibi ku yang datang.." ucap karin sebelum raga pergi..
"Ya.." jawab raga singkat, lalu setelah itu raga pun benar benar pergi dari kamar karin
Karin menatap nanar kepergian suami nya.
Sedih ? Tentu saja. Seperti itu lah setiap hari nya. Tidak ada obrolan panjang. Hanya sebatas pemberitahuan dan jawaban singkat dari karin atau raga..
__ADS_1
🍀Pukul 9 pagi..
Lira dan mami nya benar benar datang kerumah karin.
Setelah mengucapkan selamat dan memberikan bingkisan untuk anak sahabatnya, kini karin dan lira berada di taman belakang. Sementara bayi karin sedang tidur di dalam kamar dan di jaga oleh mami lira dan bi yanti.
"Bagaimana rasanya menjadi seorang ibu ??" tanya lira antusias..
"Hidup mu akan berubah 180°. Karena sekarang bukan lagi tentang aku, aku, aku. Tapi dia, dia, dia.." jawab karin dengan wajah berbinar dan tidak kalah antusias nya dengan lira..
"Wah. Benarkah ??"
Karin mengangguk.. "Ya, nanti kamu juga akan merasakan nya.."
"emm, lalu bagaimana hubungan mu dengan papa nya kenan ?? Apa ada perubahan ??" tanya lira yang tentu nya sudah tahu apa yang terjadi di pernikahan karin selama ini
Karin terdiam beberapa saat. Wanita itu menarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskan nya perlahan..
"Ra, sekarang aku tahu kenapa dia memaksa ku untuk memberikan nya keturunan. Karena dia ingin mendapatkan seluruh harta yang kakeknya tinggalkan selama ini.." mata karin mulai berkaca kaca..
"Apa maksudnya itu ??" tanya lira belum mengerti "Kamu tahu darimana ??" sambung lira kembali bertanya lagi
"Beberapa bulan lalu ada surat yang dikirimkan oleh sepupu dari suami ku, ra. Di surat itu mengatakan alasan kenapa aku harus cepat hamil setelah menikah. Jawaban nya karena mendiang kakek mahendra, kakek dari suami ku itu memberikan syarat pada mas raga. Kakek akan memberikan seluruh harta nya pada suami ku jika dia sudah mendapatkan keturunan dari aku.."
Karin terdiam sesaat lalu mulai meneteskan air matanya.. "Jadi semua ini hanya demi harta dan kekuasaan, ra. Tidak ada cinta untuk ku..hiks..hiks.. Aku tahu pernikahan ini terjadi karena perjodohan tapi kenapa dia setega ini pada ku.."
Setelah mengatakan itu karin langsung menangis tersedu sedu. Isakan tangis karin bahkan mampu membuat lira ikut meneteskan air mata nya, seperti bisa merasakan apa yang sedang sahabat nya itu rasakan saat ini.
"Setelah menyentuh ku, dia berjanji untuk tidak melakukan nya lagi, ra. Hati ku sakit sekali, ra.." karin semakin menangis. Air mata nya sudah tak terbendung lagi.
Bukan karin sengaja membuka aib rumah tangga nya pada lira. Tapi karin masih berusia 20 tahun dan baru beberapa bulan lagi dia akan menginjak 21 tahun. Mungkin bagi karin hanya dengan lira dia bisa menumpahkan segala nya.
Tidak ada siapapun yang bisa karin percaya selain lira. Dan tidak mungkin karin menceritakan kesedihan nya pada sang nenek di kampung, bukan ? Bisa bisa nenek nya shock dan jatuh sakit.
Dan tidak mungkin juga kan karin menceritakan ini pada kedua mertua nya. Karena ternyata setelah kedua mertuanya itu tahu karin dan putra mereka selama ini tidak tidur dalam satu kamar yang sama, mereka malah memaklumi. Terutama ibu.
Karin masih ingat betul apa yang ibu mertua nya itu katakan..
"Tidak apa apa. Mungkin masih belum ada cinta di antara kalian berdua. Semoga setelah lahirnya kenan, tuhan menumbuhkan rasa itu di hati kalian berdua.." Begitulah yang ibu katakan pada waktu itu..
Lira bangun dari duduknya, lalu memeluk karin dari samping seraya mengusap punggung karin pelan..
"Aku berjanji ra, aku pun tidak sudi di sentuh lagi oleh nya..!! Aku tidak mau dia menyentuh ku bahkan jika terpaksa sekalipun..!!"
Deg!!
Tanpa karin sadari, raga tiba tiba datang dari arah depan rumah nya. Ketika mendengar suara isakan tangis, buru buru raga berjalan ke sumber suara itu.
Dan yang terjadi adalah, dia mendengar yang seharusnya tidak di dengarnya.
Raga mengepalkan tangannya. Wajah nya bahkan terlihat menegang, tatapan nya begitu sulit di artikan.
"Baiklah, aku akan turuti mau mu..!!" Raga kembali berjalan keluar rumah. Tadi nya dia pulang karena ada berkas yang tertinggal di ruang kerjanya. Tapi belum sempat dia mengambil barang yang menjadi tujuan nya kembali ke rumah itu dia malah di kejutkan dengan ucapan istri nya.
"Hiks..hiks..Bodoh nya aku, kenapa rasa ini terus tumbuh.. Aku benci harus mengakui bahwa sekarang aku sangat mencintai nya, ra.."
Lira terkejut mendengar pengakuan karin, sementara yang seharusnya mendengar ini malah pergi begitu saja sebelum karin menyelesaikan ucapan nya.
"Aku sangat mencintai nya. Ini semakin menyakitkan bagi ku. Rasanya aku ingin mati saja, ra. AKU BENCI RASA INI.. AKU BENCI..!!!!" pekik Karin sambil terus memukul dada nya berkali kali. Sesak dan sakit, rasa itu bercampur menjadi satu.
"Aku harus bagaimana, ra ?? Hati ku sakit sekali, dia yang pertama menyentuh ku. Bahkan dia juga yang pertama membuat nama ka Fajar di hati ku hilang begitu saja. Sekarang hanya nama nya yang terukir di hati ku, ra.. Hiks..hiks.."
__ADS_1