
Setelah penerbangan yang cukup melelahkan, akhirnya raga dan ivan sudah menginjakkan kaki nya lagi di tanah air tercinta..
"Kita langsung ke salon istri ku, van.." ucap raga setelah ivan duduk di kursi pengemudi..
"Baik tuan.." jawab ivan langsung menyalakan mesin mobil menuju tempat yang tuan nya itu tuju..
Meskipun ivan sudah sangat lelah, tapi demi bakti nya pada raga, ivan menuruti semua yang tuan nya itu perintahkan. Untung nya pria itu sudah tidur walau hanya 2 jam di dalam pesawat. Karena sisanya dia gunakan untuk kembali bekerja mengurus pekerjaan nya yang lain melalu gadget pintarnya..
🍀2Sis Beauty Salon...
"Astaga. Tampan sekali. Siapa dia ??" tanya seorang model pada salah satu pegawai yang sedang melayani nya mewarnai rambut.. "Apa dia juga tamu disini ??" tanya nya lagi tanpa mengalihkan pandangan nya terus menatap raga
"Bukan bu. Sepertinya saya juga baru kali ini melihat tuan itu.." Jawab sinta sang pegawai salon yang memang tidak tahu siapa laki laki yang sedang mereka bicarakan itu..
"Saya ingin bertemu dengan nyonya karina.." kata raga seorang diri tanpa melibatkan asisten nya disana. Sebab raga meminta ivan menunggu di luar salon tersebut.
"Maaf tuan. Bu karina nya sedang tidak ada di tempat.." jawab resepsionis itu..
"Permisi.." ada suara dari arah belakang..
Raga menoleh, "Lira. Aku ingin bertemu dengan karin.." ucap raga setelah melihat lira..
Mengingat salon yang sedang ramai, lira pun mengajak raga berbicara di cafe..
"Karin tidak ada disini.." kata lira dengan melipat kedua tangannya di depan dada..
"lalu dimana ??" tanya raga lagi
"Untuk apa kamu mencari nya ?? Bukankah selama ini kamu tidak pernah menganggap nya ada.." lira benar benar sudah habis kesabaran..
"Ra, aku mohon. Katakan dimana istriku ??"
"Hahh.." lira mencibir "Istri kamu bilang ?? Apa aku tidak salah dengar ?? Kalau memang karin istri mu, masa suami nya sendiri tidak tahu sih istri nya dimana..."
"Ra, aku sangat bersalah pada karina. Aku ingin menebus semua kesalahan ku padanya."
Lira memutar bola matanya malas..
"Sebagai sahabatnya, apa kamu tidak ingin melihat karina bahagia, ra ??"
__ADS_1
"Bahagia dengan siapa ? Dengan kamu maksudnya ??" kembali lira melayangkan tatapan sinis nya
"YA. TENTU SAJA DENGAN KU.." Jawab raga dengan penuh penekanan dan sangat percaya diri
"Aku janji akan membahagiakan karina, ra. Aku bersumpah tidak akan membuatnya menangis lagi..!! Jadi tolong katakan dimana istriku. Aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan karin, please ra...." kembali raga memohon pada sahabat istri nya..
Tapi lira sudah terlanjur berjanji pada sahabatnya bahwa dia tidak akan mengatakan pada siapapun kemana sebenarnya wanita itu pergi. Dan begitu pun dengan para karyawan dan karyawati di salon, mereka semua sudah di peringati untuk tutup mulut.
"Aku yakin tanpa aku beritahu kamu pasti bisa menemukan nya.." kata lira yang langsung membuat raga menyadari kebodohan nya. Untuk apa dia susah susah memohon pada lira, jika dalam sekejap mata dia bisa langsung tahu kemana karin pergi..
"Kalau begitu aku permisi.."
"Tunggu..!!" lira menahan raga yang akan bangun dari duduknya..
"Apa kamu benar benar ingin memperbaiki hubungan mu dengan karina ??"
"YA.." jawab raga dengan penuh keyakinan
"Apa kamu mencintai nya ??" tanya lira lagi ingin memastikan..
"Aku sangat mencintainya. Dulu, sekarang, cinta itu masih untuk istri ku, ra.."
Setelah mengatakan itu, raga pun kembali masuk ke dalam mobil nya setelah ivan membukakan pintu untuk tuan nya..
"Tuan, tadi ayah anda menghubungi saya. Beliau mengatakan jika sudah kembali dari negara J anda di minta untuk datang ke rumah utama.." kata ivan memberitahu..
"Nanti saja, van. Ada yang lebih penting.." jawab raga..
"Tapi tuan, ayah anda bilang ibu tiba tiba jatuh sakit.."
Deg!!
"Ibu..."
💮
🍀Di rumah utama..
Setelah mendengar kabar ibu nya sakit, tanpa pikir panjang raga langsung meminta asisten nya untuk mengendarai mobil menuju rumah utama..
__ADS_1
"Den raga.." sapa bibi
"Ibu mana ??" tanya raga tidak sabaran
"Nyonya besar tidak ada, den."
"Jangan jangan ibu sudah di larikan ke rumah sakit....." gumam raga khawatir
"Rumah sakit ??" beo si bibi..
"Iya. Ibu di bawa kerumah sakit mana, bi...??" tanya raga lagi..
"Nyonya tidak kerumah sakit, den raga. Tadi siang nyonya dan tuan pamit untuk bertemu den kenan di sekolah nya..."
Raga mengerutkan keningnya..
"Tapi nyonya besar bilang, kalau den raga datang, den raga di suruh ke kamar aden.." kata bibi lagi menyampaikan pesan dari majikan nya..
"Ke kamar ku ?? Untuk apa ??"
"Tidak tahu den, nyonya dan tuan hanya mengatakan itu pada bibi.."
"Ck!! Apa maksudnya ini..!! Buang buang waktu saja..!!" gerutu raga berdecak merasa kesal, karena sebenarnya dia sedang terburu buru. lalu dengan langkah panjang nya berlalu meninggalkan si bibi menuju ke kamar pribadi nya..
...🍀🍀🍀...
Double up ✅
Triple up ✅
Semoga masih semangat baca nya ya sayang sayang aku 🥰🥰🥰
Inget inget..!!
Jangan lupa apa ???
Jangan lupa Like, Koment, dan Vote
💜💜💜
__ADS_1