
...πππ...
Hari ini aku up double ya gengs..
Happy reading dan jangan lupa like dan komentarnya ya π€π€π€
πΉπΉπΉ
βββ
...----------------...
"Bagaimana ? Apa kau puas ??" tanya anton lagi dengan tersenyum mencibir..
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan ??" tanya raga dengan tatapan tajam lalu melipat kedua tangannya di dada..
Anton menaikkan salah satu sudut bibirnya, "Aku ingin kamu hancur seperti kamu menghancurkan hidup adik ku.." kata anton dengan tiba tiba meletakkan kedua tangannya di atas meja dan sedikit menarik tubuh nya hingga wajah nya lebih dekat dengan raga..
Beep Beep
Belum sempat raga menjawab ucapan anton, tiba tiba ponsel anton yang tadi dia letakkan di atas meja berdering..
Fokus anton pun teralihkan oleh suara panggilan itu..
"Halo...."
"Okay, baiklah. Aku akan segera kesana.." ucap anton berbicara di telepon. Setelah itu anton pun mengakhiri panggilan tersebut
Deg!!
Mata raga membulat sempurna ketika melihat layar di ponsel pria itu..
"Bukankah itu foto karin yang menjadi wallpaper di ponsel anton ??" tanya raga dalam hati nya
Ternyata bukan hanya raga yang melihat hal itu, tapi juga ivan yang berdiri tepat di samping meja dimana tuan nya itu duduk..
"Ekhem.. Kalau begitu saya permisi tuan raga yang terhormat. Semoga kita tidak bertemu lagi..!!" ucap anton dengan wajah sangat membenci..
Tiba tiba..
Buggh!!
Raga dengan sengaja menubruk tubuh anton dari belakang, hingga ponsel yang sejak tadi di genggamnya jatuh ke lantai..
__ADS_1
"Astaga! Apa yang anda lakukan ??" pekik anton hingga membuat beberapa tamu yang lain langsung melihat ke arah mereka..
"Saya minta maaf tuan anton. Sepertinya ada masalah dengan sepatu saya.." ucap raga berpura pura, lalu sedikit membungkuk untuk mengambil ponsel anton yang ada di lantai. Tapi, tanpa anton sadari raga menekan tombol untuk membuka layar ponsel pria itu..
Deg!!
Jantung raga berdegup cepat setelah berhasil memastikan sesuatu..
Anton langsung merebut ponsel dari tangan raga dengan kasar, "ck!" decak nya lalu kembali melangkahkan kaki nya berlalu meninggalkan raga..
"Tuan..." ucap ivan tercekat ketika melihat tuan nya menatap tajam punggung anton yang berlalu meninggalkan nya..
Ivan langsung yakin bahwa yang menjadi wallpaper di ponsel tuan anton benar adalah nyonya nya..
"Siapkan penerbangan ku hari ini juga..!!" seru raga dan langsung pergi meninggalkan tempat acara itu begitu saja..
"Astaga! Kenapa foto nyonya ada di ponsel tuan anton ??" pertanyaan yang sama yang terlontar di hati ivan sang asisten..
Ivan detik itu juga segera menjalankan perintah tuan nya. Biarlah nanti dia yang akan mencari alasan pada tuan yamamoto mengenai kepulangan mereka yang mendadak ini. Sebab pasti jika pun di lanjutkan tuan nya itu tidak akan bisa fokus yang malah akan membuat spekulasi bahwa raga seorang pengusaha yang tidak profesional..
πSementara itu....
"APA ? Jadi raga pengusaha yang membuat brand brand itu memutus kontraknya dengan Angeline ??" Betapa terkejutnya anton ketika ia mendengar informasi dari reyhan mengenai artisnya yang sedang terkena masalah yang menurut nya sangat janggal
"Tidak ada tuan. Menurut manajernya, angeline terakhir melakukan perawatan di 2Sis Beauty Salon, setelah dari situ dia langsung pulang ke apartemen nya.."
Huhh..
Anton menghembuskan nafas kasarnya..
"Tuan, anda mau kemana ??" tanya reyhan ketika tuan nya itu pergi dengan terburu buru..
Anton tidak menjawab, yang pasti terlihat jelas ada kilatan kemarahan di wajah pria itu..
Anton pun langsung menekan tombol lift menuju lantai 10 hotel tersebut, reyhan terus mengekor di belakang...
Ting..
Pintu lift terbuka...
Tok tok tok..
Anton dengan tidak sabaran langsung mengetuk pintu kamar bernomor 131 itu..
__ADS_1
"Tuan, jangan membuat keributan disini.." reyhan mencoba mencegah anton agar atasan nya itu tidak berbuat yang aneh aneh. Sebab reyhan tahu anton sulit mengendalikan emosi nya sejak kepergian sang adik tercinta..
Tok tok tok
Anton kembali mengetuk, kali ini dengan cukup keras..
Ceklek!
Pintu terbuka..
"Apa maksud mu ??" tanya anton tanpa basa basi..
Raga seolah tidak peduli, Dia hanya menatap anton datar tanpa ekspresi, bahkan tidak berniat untuk bertanya apa maksud pria itu datang ke kamar nya seperti ini..
"Ada masalah apa anda dengan angeline ??" tanya anton lagi,
"Angeline ??" beo raga.. "Siapa angeline ??" tanya nya lagi tidak mengerti
"Ck! Jangan pura pura bodoh.. ."
Ivan sangat terkejut ketika dia baru saja tiba di lantai itu melihat perdebatan antara bos nya dengan tuan anton tepat di depan pintu kamar..
"Permisi tuan. Penerbangan kita sudah siap.." ivan sengaja menyela..
Raga mengangguk..
"Maaf tuan anton. Ada apa anda menemui tuan raga ??" tanya ivan mengambil alih pembicaraan..
"Tanyakan pada tuan mu ini, apa maksud dia meminta brand brand besar memutus kontrak nya dengan Angeline ??"
Setelah tahu duduk permasalahan ivan pun memposisikan diri nya menghadap pria itu .
"Begini tu-..."
"Van. Biarkan dia mencari tahu sendiri alasan ku melakukan itu.." Raga langsung menghentikan ivan menyelesaikan kalimat nya..
Anton semakin di buat kesal dengan sikap raga yang menurutnya sangat menyebalkan.
Tanpa menunggu anton bicara lagi, raga kembali masuk ke dalam kamar nya dan di ikuti oleh ivan tepat di belakang..
"mohon maaf, tuan.." ucap ivan sopan sebelum menutup pintu kamar..
"BRENGSEK!!!"
__ADS_1