Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 75


__ADS_3

Sebuah keajaiban terjadi, salah satu jari bianca bergerak..


Anton yang pertama kali melihat kejadian langka itu, dia pun sangat terkejut. Ini semua seperti mimpi.


"Raga, lihatlah. Bianca mulai bergerak!!" Anton langsung menghampiri raga dan memberitahu nya kejadian tersebut. Raga pun sama terkejut nya dengan anton.


Anton pun segera memanggil dokter. Dan tidak lama dari itu dokter datang ke ruangan bianca.


"Ini sebuah keajaiban, tuan. Semua organ tubuh nya kembali normal. Jika terus begini dalam hitungan hari mungkin pasien akan segera membuka mata nya.." Dokter menjelaskan usai memeriksa keadaan bianca.


Anton tersenyum bahagia, bahkan ada buliran kristal bening yang sudah jatuh bercucuran di kedua belah pipi nya. Dia tidak menyangka rasa cinta adiknya yang begitu besar terhadap raga mampu membangkitkan semangatnya untuk tetap hidup kembali.


"Aku mohon. Tetaplah disini sampai bianca sadar. Aku janji jika bianca benar benar bisa membuka mata nya lagi, aku tidak akan pernah mendekati karin lagi!!" Dokter sudah pergi. Kini di ruangan itu hanya tersisa Anton dan raga saja, dan tidak ada siapapun selain mereka.


Raga menggeleng cepat.. "Aku tidak bisa. Saat ini karina pasti sedang menunggu ku!!" Tentu saja raga menolak. Dia tidak ingin membuat karin sedih lagi.


Tiba tiba anton berlutut di depan raga, sesuatu yang tidak pernah dia lakukan seumur hidup nya. "Aku mohon. Kali ini saja. Aku ingin melihat adik ku kembali lagi, ga!! Aku yakin jika terus mendengar suara mu, bianca akan bangun!!"


Raga mematung. Anton rela menjatuhkan harga diri nya demi sang adik. Raga berpikir sejenak, banyak yang menjadi pertimbangan nya terutama mengenai anak dan istri nya. Jika dia disini, lalu bagaimana nanti dengan karin. Dia bahkan sudah merencanakan bulan madu mereka keliling eropa selama satu bulan. Ya, satu bulan. Raga mengganti rencana mereka, tadi nya hanya satu minggu, tapi dia pikir satu minggu tidak akan mampu membayar 10 tahun waktu mereka yang sudah hilang.


"Baiklah. Tapi hanya untuk 2 hari saja. Terhitung dari hari ini!! Aku tidak mau terlalu lama meninggalkan istri dan anakku..!!" Tegas raga yang langsung membuat anton kembali mengembangkan senyum nya lega..


Setelah anton pergi, raga pun kembali duduk di samping bianca berbaring. Kembali diri nya menggenggam tangan bianca, memanjatkan doa doa untuk kesembuhan gadis tersebut.


Tanpa dia sadari, ada seseorang yang sengaja memotretnya dengan posisi yang seintens itu. Hingga membuat siapa saja yang melihat pasti langsung mengira bahwa kedua orang itu memiliki hubungan yang spesial.


Setelah cukup lama di ruangan bianca, raga pun memilih keluar untuk menghubungi karin. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam..


"Astaga!! Acara ivan..!!" Gumam raga saat mengingat sesuatu. Dia pun segera menuliskan pesan di ponsel nya yang dia kirim langsung pada sang asisten pribadi tersebut.


Setelah pesan itu berhasil terkirim, raga pun segera mencari nomor kontak sang istri untuk di hubungi nya. Namun belum sempat dia menekan tombol hijau, ponsel nya sudah mati lebih dulu karena kehabisan baterai.


Deg!!


"Bagaimana ini ??" gumam nya panik,


Raga pun kembali masuk ke dalam ruangan untuk mencari alat pengisi daya untuk ponselnya, tapi ternyata di ruangan tersebut tidak ada apapun. Seperti nya anton tidak pernah meninggalkan benda tersebut di ruang rawat adik nya.


Raga pun akhirnya pasrah, dia tidak bisa menggunakan ponsel nya untuk menghubungi karin. Dia memilih untuk menunggu anton di ruangan. Sebab mau menghubungi pun dia tidak tahu nomor ponsel pria itu.

__ADS_1


Keesokan hari nya..


Tiba tiba saja pagi pagi sekali raga di kejutkan dengan kedatangan seluruh keluarga besar Muller. Ternyata anton sudah mengabarkan keluarga nya bahwa bianca mulai memberi respon. Alhasil seluruh keluarga muller pun sangat bahagia mendengar kabar ini. Mereka tidak menyangka, akhirnya setelah 10 tahun bianca mulai memberikan pergerakkan meskipun hanya gerakan kecil di jari jemari nya.


Grep!!


Tuan Xavier Muller langsung memeluk raga saat masuk ke dalam ruangan. Dia sudah mendengar dari putra sulung nya, bahwa raga lah yang bisa membuat bianca bisa kembali hidup lagi. Bagaimana tidak, selama 10 tahun lama nya gadis itu seperti mayat hidup..


"Terimakasih, raga!! Om sudah mendengar semua nya dari antonio..!!" ucap nya sambil memeluk raga dengan erat.


Dari semua yang datang, beberapa di antara nya raga sudah kenal. Sebab dulu ketika mereka masih akrab raga sering berkunjung ke rumah anton.


"Bukan karena saya, om. Tapi ini keajaiban Tuhan!!" bantah raga, dia tidak mau di anggap pahlawan.


Eughh..


Tiba tiba terdengar suara lenguhan lemah yang berasal dari gadis yang tengah berbaring itu..


Semua mata langsung tertuju pada satu titik. Ya, benar. Tidak ada seorang pun di dalam ruangan itu yang tidak mendengar lenguhan tadi.


"Antonio!! Cepat panggil dokter!!" Tuan Xavier Muller langsung memerintah kan putra nya untuk memanggil dokter.


Seluruh keluarga harap harap cemas ketika dokter mulai mencabut satu persatu alat alat medis yang menempel di tubuh gadis tersebut.


"Bagaimana dokter ??" tanya tuan Xavier dengan posisi saat ini berpegangan tangan saling menguatkan dengan sang istri


"Ini benar benar sebuah keajaiban, tuan. Nona bianca sudah tidak perlu lagi memakai alat alat untuk membantu nya tetap hidup. Semua organ di tubuh nya benar benar sudah kembali normal lagi. Hana perlu beberapa jam saja, nona bianca pasti akan segera sadar..!!"


Semua keluarga sangat bahagia. Mereka satu persatu mengucapkan kata terimakasih pada sosok yang sudah membuat bianca sembuh.


Entah kenapa raga sampai melupakan lagi tujuan nya kemarin. Dia kan mau meminjam alat untuk mengisi daya ponsel nya.


Sore hari nya..


Deg


"Ivan..." gumam raga dalam hati nya. Raga saat ini berada di luar ruangan bianca seorang diri, dan ketika dia tanpa sengaja menatap ke arah lift dan ketika lift itu terbuka sang asisten pribadi keluar dan langsung menghampiri nya..


🍀🍀Flashback Off🍀🍀

__ADS_1


"Van, pinjam kan ponsel mu !!" Setelah mendengar kabar dari ivan bahwa nenek sang istri telah meninggal dunia, raga pun kembali di selimuti rasa bersalah. Tapi kini rasa bersalah pada sang istri.


Ivan pun langsung memberikan nya ponsel milik nya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif"


Berulang ulang raga mencoba menghubungi nomor sang istri, tapi selalu suara operator lah yang menjawab sambungan tersebut..


"Sepertinya istri anda sengaja mematikan ponsel nya, tuan!!"


Raga kembali bimbang..


Lalu tiba tiba..


"Raga. Masuklah!! Bianca sudah sadar, dan dia mencari mu!!"


Deg!!


Lagi lagi kelakuan raga membuat ivan geleng geleng kepala.. "Tuan, anda pasti akan menyesal!!" gumam ivan menatap punggung tuan nya yang menghilang di balik pintu ruangan..


🍀Di dalam ruangan..


"Kak raga..." bianca mulai bicara, bergumam dengan suara yang sangat kecil bahkan hampir tidak terdengar..


"Ya bi. Aku disini..!!" Raga kembali memegang tangan bianca, membantu gadis itu untuk mengumpulkan seluruh kesadaran nya lagi...


"Kak. Aku mencintai mu. Jangan tinggalkan aku!!"


Deg


Raga mematung. Bukan ini yang ingin dia dengar.


Raga reflek melepaskan tangan gadis itu. Pria itu pun berbalik. "Om, bianca sudah sadar. Dan tugasku sudah selesai. Aku harus pergi sekarang!!" Raga langsung teringat pada sang istri yang begitu di cintai nya. Pasti saat ini karin sangat marah pada diri nya.


"Kenapa ??" tanya tuan xavier tidak suka jika raga meninggalkan putri kecil nya begitu saja


"Istri dan anakku sudah menunggu dirumah. Aku sudah terlalu lama meninggalkan mereka.!!" jawab raga tanpa basa basi. Memang benar, sejak kemarin pun raga ingin cepat pulang tapi anton menahan nya sambil memohon. Kesialan nya bertambah ketika ponsel nya kehabisan baterai dan tidak bisa menghubungi sang istri untuk menjelaskan.


Meskipun tuan xavier dan beberapa keluarga yang lain melarang raga pergi, tapi raga tidak perduli. Saat ini dia ingin sekali memeluk sang istri. Dia ingin meminta maaf karena kecerobohan nya yang sudah meninggalkan karin begitu saja saat itu.

__ADS_1


__ADS_2