Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 90


__ADS_3

Di hari berikutnya, tepat nya hari dimana tuan baskoro keluar dari penjara, Raga dan karina bersama sama dengan pengacara keluarga mereka berangkat pagi pagi sekali untuk bertemu dengan tuan baskoro.


Semalaman raga sudah berpikir bahwa dia mau berdamai dan tidak mau lagi menyimpan dendam terhadap paman nya itu. Di balik keputusan yang raga ambil, tentu saja ada campur tangan sosok sang istri yang selalu menjadi support sistem bagi diri nya.


Dan di sini lah mereka saat ini, di rutan tempat tuan baskoro mendekam selama lebih dari 10 tahun.


"Untuk apa kau datang kemari ??"


Baru saja raga, karina dan pak beni tiba, ternyata mereka sudah di sambut dengan hangat oleh desta dan juga mami nya.


Karin melingkarkan tangan nya di lengan sang suami, berharap raga tidak terbawa emosi oleh tatapan tidak bersahabat dari kedua orang yang kini ada di hadapan mereka.


Pak beni selaku pengacara memilih untuk menemui pengacara tuan baskoro. Sebab dia tidak ada urusan dengan kedua orang itu.


Sementara raga hanya menampilkan wajah datar, dia sama sekali tidak berniat untuk membalas desta meskipun perbuatan desta pada hubungan nya dengan sang istri sudah sangat keterlaluan. Meski karina belum tau mengenai siapa yang beberapa kali mengiriminya pesan pesan aneh, namun raga pasti nya sudah tau bahwa itu pasti perbuatan sepupu nya. Tadi malam saat karina sudah tidur, raga mengecek ponsel istri nya. Bukan karena tidak percaya pada karin, namun raga ingin memastikan dari mana karina tau mengenai bianca selama ini. Dan ternyata memang desta lah yang bermain kotor untuk membalas apa yang raga lakukan pada daddy nya.


"Sudah puas kamu membuat keluarga ku hancur ??" tante wilma, istri tuan baskoro juga memberikan tatapan kebencian pada raga.


"Mas, lebih baik kita masuk dulu.." Karin merasa situasi mulai tidak nyaman, dia pun mengajak suami nya untuk masuk dan bertemu lebih dulu dengan paman nya. Memang tujuan mereka kesana hanya untuk bertemu dengan tuan baskoro bukan yang lain. Tapi setidak nya karin sudah tahu bagaimana rupa istri paman dari suami nya.


Raga dan karina mengacuhkan pertanyaan pertanyaan yang terlontar dari mulut desta dan tante wilma. Mereka berdua memilih untuk masuk ke dalam bersama dengan pak beni selaku pengacara.


Di dalam sana raga meminta untuk bertemu langsung dengan tuan baskoro, tak tanggung tanggung, raga meminta satu ruangan khusus untuk diri nya agar bisa leluasa bicara dengan paman nya tersebut.


Pak beni pun langsung mengerjakan perintah tuan nya. Dia meminta izin pada pihak kepolisian untuk menyediakan tempat khusus meskipun harus membayar dalam jumlah yang tidak sedikit. Ya, begitulah potret kepolisian di negara konoha ini. Semua berjalan lancar asal ada pelicin nya.


🍀Di dalam salah satu ruangan...


Raga sudah duduk seorang diri membelakangi pintu masuk menunggu paman nya datang. Meskipun wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun tapi dalam hati nya raga begitu gugup untuk pertama kali nya akan bertemu kembali dengan paman nya itu.


Sreeett


Terdengar suara pintu di geser..


Raga tetap diam di tempatnya, dia sama sekali tidak menoleh ke belakang..


Perlahan suara langkah kaki berat seseorang mulai terdengar semakin jelas di indera pendengaran nya.


Raga menoleh ke samping ketika seseorang yang di tunggu berdiri tepat di samping meja nya.


Deg


"Om..." Raga langsung membuka suara lebih dulu dan bangun dari duduk nya..


Beberapa detik berlalu tapi hanya ada keheningan disana, mereka saling menatap dan entah apa yang kedua nya sedang pikirkan hingga tidak ada lagi yang bersuara..

__ADS_1


Namun tiba tiba..


Grep!


Tuan baskoro memeluk raga dengan begitu erat dan sedetik kemudian ada suara isakan tangis yang terdengar begitu memilukan..


"Maafkan om, raga. Om sudah banyak membuat kesalahan pada kamu dan ayah mu.!!"


Raga mematung di tempatnya, dia tidak menyangka respon paman nya akan seperti ini.


"Om menyesal telah menyianyiakan kepercayaan kakek mu. Sampai meninggalnya beliau, om tetap menjadi anak yang durhaka.." tangisan tuan baskoro semakin pecah kala dia mengingat bagaimana kakek mahendra merenggang nyawa karena ulah nya. Tuan baskoro menyadari, sedikit banyak dia sudah ikut andil atas kepergian ayah tercinta nya, tuan mahendra.


"Tidak om. Jangan bicara seperti itu, semua sudah suratan takdir, kita tidak bisa merubahnya." Raga membalas pelukan itu, melingkarkan tangannya di punggung sang paman.


"Hiks..hiks.. Om harus melakukan apa agar bisa menebus semua kesalahan om pada mu dan ayah mu ??" Tuan baskoro perlahan melepaskan pelukan nya..


Raga tersenyum lalu menghapus jejak air mata di pipi orang tua itu. Ya, tuan baskoro terlihat jauh lebih tua dari ayahnya yang notabene adalah adik dari om nya itu. Mungkin karena kerasnya hidup 10 tahun di dalam jeruji besi membuat wajah dan penampilan nya jauh berubah dari sebelum nya.


"Kita mulai semua dari awal, om. Aku juga bersalah pada om karena tidak pikir panjang membuat hidup om berantakan seperti ini!!" Tanpa raga sadari dia pun sudah meneteskan air mata di kedua pipi nya.


Tuan baskoro menggeleng.. "Tidak, raga. Yang kamu lakukan sudah benar! Jika kamu tidak menjebloskan ku ke penjara, mungkin aku tidak akan pernah menyadari semua kesalahan yang pernah aku buat selama ini!!"


Tuan baskoro pun kembali memeluk raga layak nya memeluk anak sendiri.


Setelah berbicara dengan paman nya, raga pun kembali keluar ruangan. Sementara tuan baskoro masih harus menunggu beberapa saat lagi untuk benar benar keluar dari rumah tahanan tersebut. Ada hal yang harus di urus oleh dia dan pengacaranya beserta dengan pihak kepolisian.


Raga tersenyum kecil lalu menghampiri sang istri dan langsung memeluk karina dengan sangat erat.. "Terimakasih sayang. Terimakasih untuk segalanya.."


Karina masih bingung, namun kedua tangan nya terulur untuk membalas pelukan suami nya.


Cupp!


Raga melepaskan pelukannya, lalu mencium kening karin begitu dalam. Pria itu sangat bersyukur ada karin di samping nya. Dia tidak tau jika karin tidak ada, mungkin dendam itu akan terus bersemayam dalam hati nya. Karin mampu membuka mata hati nya, mampu membuat raga berdamai dengan kesalahan fatal yang om nya perbuat di masa lalu.


Merasa masalahnya sudah selesai, raga dan karina pun memilih untuk langsung pergi dari tempat tersebut.


"Tante.." Raga mengajak karina untuk menghampiri tante wilma dan desta yang tengah duduk di ruang tunggu


Tante wilma membuang muka, tidak mau melihat raga.. "Aku minta maaf jika perbuatan ku di masa lalu membuat tante kecewa dan sakit hati."


"Tidak usah drama!!" Tiba tiba desta bangun dari duduk nya lalu memasang badan seolah ingin mengajak raga berkelahi..


"Terserah apa pendapat mu! Aku terima. Tapi sungguh aku dengan tulus ingin meminta maaf pada kalian berdua."


"Sudahlah, cepat pergi dari sini!! Kami tidak sudi bicara dengan mu!!"

__ADS_1


"Mas, sudah. Ayo kita jemput kenan, pasti dia sudah menunggu!!" Karin langsung mengalihkan raga kembali. Melihat sikap desta yang terus memprovokasi suami nya karina jadi takut raga tidak bisa menahan emosi nya lagi.


"Tante, kak desta. Kami permisi dulu..." Karina yang bicara, dan sedetik kemudian dia langsung membawa suami nya berjalan menuju mobil.


"Mas, are you okay ??" tanya karin saat sudah di dalam mobil namun suami nya masih saja diam.


Raga sekilas menoleh lalu mengangguk pelan.. "Maafkan aku, seperti nya kamu masih belum bisa berkenalan dengan cara yang baik dengan tante wilma."


💮


🍀Di tempat yang lain...


Setelah berbicara dengan ibu mertuanya, lira memutuskan untuk langsung ke salon, dia ingin segera mengambil cuti dan mewujudkan apa yang menjadi keinginan terbesar ibu dari suami nya tersebut.


Deg


Saat mobil ivan berhenti di depan salon, ternyata disana sudah ada mobil yang tidak asing lagi bagi lira..


"Dia..." Sama hal nya dengan sang istri, ivan pun tau kendaraan siapa yang terparkir di samping kendaraan nya..


Lira mengangguk.. "Sayang, please. Aku tidak ingin kamu berkelahi lagi! Jadi biarkan aku yang menyelesaikan nya.."


Ivan tidak menjawab, tapi dia langsung turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk istri nya..


Tanpa di sangka, si empunya mobil pun langsung turun ketika lira sudah keluar dari mobil suami nya.


"Baby, please. Beri aku kesempatan sekali lagi!! Aku akan meninggalkan wanita wanita di klub malam itu. I SWEAR!!"


Sudah tau bukan, siapa seseorang itu ?? Ya, tentu saja dia James, pria bule yang sudah jatuh hati pada lira. Dia tidak menyangka, setelah kehilangan lira hidupnya jadi hampa. Sungguh seminggu lebih tampa wanita itu membuat james tidak bersemangat. Padahal bisa saja pria itu kembali ke negera asal nya dan memulai hidup yang baru disana, namun james tidak mau melakukan itu, dia benar benar tidak bisa kehilangan lira.


Bagaimana dengan ivan ? Oh ayolah, suami mana yang tidak emosi jika istri nya di panggil dengan sebutan sayang oleh pria lain. Ivan pun kini sudah mulai terbawa emosi. Tangannya sampai terkepal kuat menahan amarah nya yang tiba tiba saja sudah naik sampai ke ubun ubun nya.


Sementara lira, dia santai menanggapi ucapan james. Dia yakin james belum tau bahwa diri nya sudah menikah.


Lira tersenyum miring, "Kau lihat ini ??" dia mengangkat tangan nya dan tangan ivan bersamaan, menunjukkan ada cincin yang sama di jari manis mereka berdua.


"Aku sudah menikah! Dan ini suami ku.." Lira tidak ingin berlama lama bicara dengan pria itu, jadi dia memutuskan untuk bicara langsung ke inti nya.


James tercengang. Ingin tidak percaya, namun kenyataan di depan mata nya begitu terlihat nyata.. "Tidak mungkin!!" James pun kembali menafikan kenyataan itu. "Kamu jangan bercanda, baby." James memegang pergelangan tangan lira, dan sedetik kemudian ivan pun menepis tangan james dengan kasar..


"CUKUP!!" Ivan membawa lira ke belakang tubuhnya.. "Berhenti memanggil isti ku dengan sebutan tadi!!" Dengan tatapan tajam ivan memberikan peringatan pada pria itu.. "Dan jangan berani lagi merayu istri ku jika tidak ingin mengalami hal buruk pada wajah dan tubuh mu!!"


Setelah mengatakan itu, ivan menarik lira dan merangkul bahu nya lalu membawa sang istri untuk segera masuk ke dalam salon..


"Sin, tolong bawakan air mineral botol, yang dingin ya.." Lira sambil berjalan masuk ke dalam salon bersama sang suami meminta sinta salah satu karyawan nya membawakan minum sang suami yang tengah di landa emosi tingkat tinggi.

__ADS_1


Sebenarnya di dalam ruangan lira ada mini fridge, tapi tentu saja bukan di peruntukan untuk penyimpanan air mineral.


__ADS_2