Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 23


__ADS_3

Tanpa terasa sudah hampir 2 bulan lebih karin berstatus sebagai seorang istri. Tapi hubungan nya dengan sang suami masih begitu begitu saja. Tidak ada komunikasi yang berarti meski pun mereka tinggal di satu rumah yang sama bahkan di satu kamar yang sama.


Karin tidak mengerti kenapa suami nya itu selalu bersikap dingin pada nya. Namun karin pun tidak terlalu memikirkan nya, mungkin itu karena kedua mertuanya yang begitu perhatian dan penuh kasih sayang memperlakukan karin selama ini.


"Mas, hari ini ibu mengajak ku berbelanja bulanan. Apa aku boleh pergi ??" tanya karin setelah raga keluar dari kamar mandi


"Ya." jawab raga singkat padat dengan tanpa melihat ke arah karin


"Terimakasih.." jawab karin tak bersemangat. Lalu wanita itu pun segera keluar dari kamar mereka.


"Tunggu..!!" raga menghentikan langkah kaki karin saat tangan karin sudah memegang handle pintu kamar pribadi mereka


"Besok kita tidak akan tinggal di sini lagi. Jadi malam ini kemasi barang barang mu. Jangan sampai ada yang tertinggal.." ucap raga dengan posisi tubuh mereka yang saling membelakangi


Karin yang terkejut pun lalu membalikkan tubuhnya.. "Hah ?? Apa maksudnya kita tidak akan tinggal di sini lagi ??"


"Aku sudah membeli rumah untuk tempat tinggal kita. Jadi kita tidak akan tinggal bersama kedua orang tua ku lagi.."


Karin membisu. Entah harus senang atau sedih mendengar kabar ini.


Merasa istrinya diam saja, raga lalu berbalik.


"Jangan khawatir. Disana aku tetap tidak akan menyentuh mu. Kamar kita terpisah.!!"


Deg!!


Sakit sekali hati karin. Setelah raga merebut harta yang paling berharga nya, sekarang dia menyiksa karin dengan terus bersikap dingin seperti itu.


Karin mengacuhkan perkataan suami nya tadi. Wanita itu segera keluar dari kamar dengan menahan bendungan air mata yang hampir saja mengalir di depan suami nya.


💮


🍀Di supermarket di kota itu..


"Ibu senang sekali, sekarang ibu ada teman untuk berbelanja. Biasanya hanya si bibi saja yang bergantian tiap bulan menemani ibu belanja bulanan.." ucap ibu seraya memilih satu persatu sayur mayur dan buah buahan yang ingin di beli nya


Karin tersenyum getir. Padahal ini adalah pertama dan terakhirnya karin menemani ibu mertua nya itu belanja bulanan. Karena setelah hari ini karin tidak akan tinggal lagi bersama ibu dan ayah. Di tambah karin juga belum tahu kemana suami nya itu akan membawa nya. Jauh atau dekat kah jarak rumah mereka nanti dengan rumah mertua nya , karin tidak tahu.


"Rin, ko kamu bengong aja sih dari tadi. Kenapa ? Kamu sakit ??" tanya ibu yang sejak tadi melihat menantu nya tidak bersemangat seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya


"Hah.. eh nggak ko bu, karin nggak sakit.." sanggah karin cepat


"lalu kamu kenapa dari tadi bengong terus ??"


"emm.. Karin bersyukur bu. Karin baru pertama merasakan rasanya berbelanja seperti ini, terimakasih bu, ibu sudah menganggap karin seperti putri ibu sendiri.." ucap karin sambil memeluk ibu dari samping..


"Hei. Ko kamu menangis ??" tanya ibu terkejut melihat ada air mata yang membasahi kedua pipi menantu nya itu


"Ini air mata bahagia bu.." Sungguh karin benar benar bahagia hari ini, tapi di sisi lain hati nya kembali sedih teringat ucapan raga pagi tadi.

__ADS_1


Ibu pun langsung membalas memeluk karin dengan erat. Sontak kejadian itu menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung yang lain..


Ibu lalu menghapus air mata di pipi karin, "Sudah, yuk kita belanja lagi.."


Kedua wanita itu pun kembali melangkahkan kaki nya mencari cari barang lain yang di perlukan..


"Rin, tolong carikan pembalut merk Sobrek, 2 pack yang isi 16.."


"Yang wings atau nggak bu ??"


"Nggak usah yang wings, bulan lalu ibu belikan yang wings kata si bibi nggak nyaman pake nya.." kata ibu sambil menggelengkan kepala pelan seraya tersenyum mengingat kejadian saat pembantunya itu malu malu mengatakan bahwa dia tidak nyaman menggunakan pembalut dengan sayap di sisi kanan dan kiri nya..


"Okay ibu. Tunggu sebentar ya."


Setelah itu karin pun meninggalkan ibu untuk mencari barang yang tadi di sebutkan..


Deg!!


Jantung karin tiba tiba berpacu dengan sangat cepat..


Ketika dia mencari pembalut untuk diri nya sendiri, dan dia baru sadar sudah hampir satu bulan lebih dia tidak haid.


"Astaga. Ini tanggal berapa ??" ucap karin sambil merogoh saku celana nya mencari ponsel miliknya


"Tanggal 28, astaga. harusnya aku datang bulan tanggal 4 atau 5 setiap bulan nya. Ya ampun bagaimana ini ??"


"HUSH..!!"


"IBU.." ucap karin sambil mengusap usap dadanya


"Kamu ibu tungguin dari tadi, malah main hape di sini.."


"Hah, nggak bu karin nggak main hape.. Karin cuma lihat tanggal berapa hari ini.."


"Ngapain lihat tanggal, memang kamu ada janji yang terlupa ??" tanya ibu


"Bukan bu, karin baru ingat, karin belum datang bulan..!!" Jujur karin pada ibu mertuanya


Muka ibu langsung berubah cerah secerah sinar mentari "Jangan jangan kamu..." ucapan ibu menggantung membuat karin bingung..


"Jangan jangan apa bu ?" tanya karin penasaran


Ibu malah semakin melebarkan senyuman nya..


"Ayo, ikut ibu.."


Ibu langsung menggenggam tangan menantu nya dengan erat, lalu dengan langkah cepat dia membawa karin menuju parkiran.


"Pak, biar saya yang bawa mobil." ucap ibu pada sopir pribadi nya, setelah sebelumnya dia memberikan sejumlah uang tunai untuk sopirnya itu melakukan transaksi pembayaran barang barang yang sudah di masukkan ke dalam troli belanja nya tadi. Untung tadi ibu sempat menitipkan troli besar yang hampir penuh itu pada salah satu kasir di supermarket tersebut. Jadi sopirnya hanya tinggal membayar saja belanjaan tersebut

__ADS_1


"Bu, kita mau kemana ??" tanya karin penasaran


"Sudah. Kamu ikut saja.." jawab ibu masih dengan wajah penuh kebahagiaan


💮


🍀RSIA Sayonara..


"Bu, ngapain kita kerumah sakit. Memang siapa yang sakit ??" tanya karin yang masih belum mengerti


"Kamu..!!"


"Hah ?? Karin ?? Karin nggak sakit bu. Karin baik baik aja.." protes karin


"Bukan sakit. Tapi ibu mau kamu di periksa oleh dokter. Sudah kamu ikuti saja perintah ibu. Jangan membantah lagi, okay ??"


Setelah mengatakan itu, ibu pun mulai mendaftar untuk memeriksakan karin..


🍀Di ruangan dokter..


"Selamat, ibu Karin positif hamil.." ucap dokter obgyn yang sudah memastikan kehamilan karin


"HAH ?? HAMIL ??" Pekik karin saking terkejutnya


Sementara ibu langsung memeluk karin dengan tetesan air mata haru yang membasahi kedua mata dan pipinya..


"Terimakasih sayang, terimakasih banyak.." ucap ibu di sela sela pelukan nya. Sementara karin, dia masih terkejut bahkan berharap semua ini hanya mimpi..


"Bagaimana aku bisa hamil secepat ini. Padahal aku dan mas raga hanya melakukan itu satu kali.."


Karin masih terdiam dengan raut wajah yang sulit di artikan. Sementara ibu terus berbicara dengan dokter obgyn mengenai kehamilan pertama menantu nya ini.


"Ini saya resep kan vitamin dan juga obat untuk penguat kandungan ya bu." ucap dokter sambil menulis di secarik kertas


"Penguat kandungan ??" beo karin sambil melihat ke arah dokter dan ibu nya secara bergantian


Dokter mengangkat kepalanya sambil tersenyum, "benar ibu. Pada awal kehamilan, umumnya terapi suportif hormon progesteron di berikan selama 10-12 minggu. Kemudian pemberian obat ini akan di hentikan saat plasenta terbentuk sempurna pada minggu ke 13 sampai dengan minggu ke 16 kehamilan.." dokter obgyn langsung menjelaskan panjang lebar saat melihat wajah pasien nya yang penuh dengan kebingungan itu


"Baik dokter. Terimakasih." kini ibu yang bicara,


"Kalau begitu, kami permisi.." sambung ibu lagi seraya menjabat tangan dokter tersebut


Sementara karin, dia masih duduk di kursi meja kerja dokter obgyn itu.


"Ayo nak. Kita tebus obat nya dulu.." ucap ibu menggenggam tangan karin yang karin letakkan di atas meja,


"Bu, boleh karin bicara berdua dengan dokter sebentar..??" tanya karin pada ibu,


Meskipun bingung, ibu tetap mengangguk setuju. Mungkin ada yang ingin karin tanyakan tapi malu jika ada ibu di dalam ruangan, begitu pikir wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


Setelah itu ibu melangkah keluar seorang diri.


Sementara di dalam karin masih diam membisu, entah harus mulai bertanya dari mana karin bingung.


__ADS_2