
Sekitar pukul 11 malam acara resepsi sederhana itu pun baru selesai. Para kerabat dan keluarga yang berdomisili di luar kota dan di luar negeri pun di ungsikan oleh tuan Logan ke hotel bintang 5 terdekat dari kediaman nya.
Malam hari setelah hari pernikahan nya dengan lira, ivan memutuskan untuk membawa lira ke rumah ibu nya.
"Kamu mau kemana, sayang ??" tanya mami ketika lira dan ivan sudah berganti baju dan bersiap untuk pergi
"Mi, Pi. Ivan mau mengajak lira untuk istirahat di rumah ibu.." Ivan meminta izin pada kedua orang tua istri nya
Mami dan papi tersenyum. "Silahkan saja, nak. Sekarang sepenuh nya lira sudah menjadi tanggung jawab mu. Tapi apa ini tidak terlalu larut ??"
Ivan melihat jam di tangan nya sekilas. Memang waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.
"Papi dan mami jangan khawatir karena suami ku ini pemilik sabuk hitam." Lira menaik turunkan alisnya seraya menggoda suami nya.. "Asal mami dan papi tahu ya, Mas ivan ku ini jago sekali berkelahi.." sambung nya lagi membuat pipi ivan bersemu merah.
Kedua orang tua lira pun ikut tersenyum lebar.. "Benarkah itu ??" tanya papi seolah tidak percaya
Ivan menggaruk pelipisnya, tidak bisa menjawab karena takut di kira menyombongkan diri..
"Kalau begitu kita bisa sesekali latihan bersama.."
Ivan mengerutkan dahi nya menatap papi mertuanya, sementara lira dan mami hanya tersenyum..
"Sudah sudah." mami menyela "Sebaiknya kalian berangkat sekarang, kalau mengobrol terus bisa bisa sampai pagi tidak jadi pergi..."
"Okey mi, pi. Lira pergi dulu ya.." Lira mencium pipi kiri dan kanan mami papi nya bergantian. Setelah itu di susul sang suami yang mencium punggung tangan kedua mertua nya..
🍀Di mobil..
Tidak ada pembicaraan apapun sejak mereka berdua masuk ke dalam kendaraan itu, namun ivan tidak melepaskan tangan nya dia sejak tadi terus menggenggam tangan sang istri dan berkali kali mendaratkan kecupan singkat di punggung tangan wanita nya tersebut..
"Mas.."
"Hem.." jawabnya masih fokus menatap jalanan yang gelap dan sepi
"Kenapa kamu terus mencium tangan ku, padahal kita sejak tadi tidak mengobrol sama sekali..??" lira mulai kesal
"Sebenarnya sudah dari tadi pagi aku ingin mencium bibir mu, hanya saja aku tidak bisa.."
Memang iya, ivan sejak tadi menahan diri untuk tidak menyambar bibir sexy milik istri nya itu. Tanpa lira tahu naluri kelelakian ivan sudah bangun ketika pertama kali melihat sang istri selepas mengucapkan ijab kabul nya. Saat itu ivan ingin sekali langsung menculik lira dan membawanya pergi jauh dari kerumunan. Tapi itu semua hanya khayalan ivan semata, sebab tanpa di duga acara yang niat awalnya hanya sederhana itu malah baru selesai jam 11 malam. Kerabat dan keluarga lira yang begitu banyak mulai berdatangan pada sore hari. Jadi tidak memungkinkan bagi ivan untuk membawa lira pergi saat acara masih berlangsung.
Deg
"Astaga! Kenapa dia bicara tanpa basa basi..!!" batin lira terkejut mendengar pengakuan suami nya
Ekhem..
Lira berdehem untuk menetralkan kembali degup jantung nya..
__ADS_1
"Ck. Maksud ku, kenapa kamu tidak mengajak ku bicara ??"
Ivan menoleh sekilas lalu tersenyum "Aku lebih suka mendengar kamu yang bicara.."
"Ish. Aku itu ingin nya kita mengobrol bukan hanya aku yang bicara, mas.." protes lira lagi, dia memang tidak bisa menutupi perasaan kesal nya. Lira lalu menarik tangan nya dari genggaman ivan dengan kasar
"Baiklah.." Ivan kembali mengambil tangan lira lalu menautkan jemari nya lagi, takut jika di biarkan istrinya akan merajuk lebih lama..
"Bagaimana kalau kita langsung berangkat ke bandara saja ?? Nanti aku akan menghubungi ibu dan bilang kalau kita tidak jadi kesana."
"Hah, ke bandara ? Untuk apa ??"
"Honeymoon.." jawab ivan singkat..
Glek..
Lira susah payah menelan saliva nya..
"Honeymoon ??" beo nya terkejut..
Ivan mengangguk..
"Kenapa terburu buru ??" lira mulai salah tingkah, dan membuat ivan menyunggingkan senyum nya lagi
"Apanya yang terburu buru ? Bukan kah memang sudah seharusnya, malam ini kan malam pertama kita. Kita harus membuat nya lebih istimewa dan tak terlupakan.."
Cupp..
Ivan menyambar bibir lira sekilas, mengecup nya dengan singkat. Lira mematung saking terkejutnya mendapat serangan mendadak dari sang suami, sementara pria itu malah kembali fokus pada jalanan di depan nya seolah tidak terjadi apa apa.
Dan tidak ada obrolan lagi setelah nya, sebab tidak lama dari itu mobil mereka pun sudah tiba di depan rumah ibu nya..
"Mas, kenapa kamu membawa aku kerumah ibu ?" pertanyaan yang sejak tadi ingin lira sampaikan tapi belum sempat karena dia lupa
"Katanya ada yang ingin ibu bicarakan dengan kamu." jawab ivan lalu turun untuk membuka pagar rumah. Setelah pagar itu terbuka, ivan pun kembali masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah.
Ivan kembali turun lalu membukakan pintu mobil untuk sang istri.. "Mas, seperti nya ibu sudah tidur.." Lira melihat dari celah jendela lampu bagian dalam terlihat gelap.
Ivan mengangguk, "Kita masuk saja dulu, ini sudah malam.." Kali ini ivan merangkul bahu lira, lalu berjalan berdampingan untuk masuk ke dalam rumah tersebut..
Ivan membuka pintu dengan kunci yang di miliki nya..
fruuuuuttt...
Suara terompet yang nyaring langsung mengagetkan lira dan ivan.
Crek!!
__ADS_1
Suara saklar lampu di tekan.
"Selamat datang menantu ibu yang cantik.."
Wajah lira masih terkejut, dia sama sekali tidak menyangka ibu mertua dan adik ipar nya membuat kejutan dan menyambut kedatangan nya..
"Selamat datang kakak ipar ku yang super sexy.." goda gadis 18 tahun itu..
Lira tersenyum bahagia dan penuh haru, sungguh ini adalah moment yang tidak akan pernah dia lupakan.
Ibu dan nana pun langsung memeluk lira dan mengajak nya duduk di sofa ruang tamu. Sementara pada ivan, ibu dan adik nya malah cuek dan tidak menyapa nya sama sekali.
Ivan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya yang anak nya itu aku atau lira sih ??" gumam ivan dalam hati nya ketika melihat perlakuan ibu pada istrinya.
"Bu. Besok saja ngobrolnya. Kasihan istri ku pasti dia lelah.." sinis ivan sengaja menyela obrolan ibu, adik dan istrinya yang menurutnya tidak begitu penting untuk di bicarakan malam ini juga..
"Benar. Kamu pasti lelah." Ibu menangkup wajah lira membelai kedua pipi menantu nya dengan lembut.
"Kalau begitu kamu istirahat saja dulu."
"Tapi kata mas ivan ada yang ingin ibu bicarakan pada ku. Kalau penting katakan saja sekarang, bu." Lira merasa tidak enak. Jika memang penting dia bersedia untuk mendengarkan nya sekarang juga dan tidak perlu menunggu sampai besok.
Ibu menggeleng.. "Besok saja, nak. Sekarang kamu istirahat dulu, ya.." Ibu menolak, kembali wanita tua itu menyuruh menantu nya untuk istirahat.
Lira pun menurut, setelah itu ivan langsung membawa sang istri masuk ke dalam kamarnya.
"Mas, kamu sih ngomong seperti tadi pada ibu. Aku kan penasaran pengen denger apa yang mau ibu bicarakan pada ku.." protes lira ketika mereka sudah berada di dalam kamar
Lira duduk di sisi ranjang. Sementara ivan mulai membuka baju nya dan ingin segera berganti baju dengan baju santai untuk tidur.
"Lihat.." Ivan menunjuk jam di atas nakasnya "Ini sudah jam 1 malam, sayang. Aku ngantuk.."
"Ya mas ivan tidur duluan saja. Nanti kalau sudah selesai bicara dengan ibu, aku pasti langsung tidur juga.."
Ivan menghampiri istri nya yang terus saja mengomel padahal ivan tahu lira pun pasti sangat lelah dan mengantuk.
Cupp..
Ivan membungkukkan tubuhnya lalu mengecup kening lira lumayan lama.. "Jangan bicara lagi! Aku tidak tahan ingin membungkam mulut mu yang terus mengoceh ini.." Ivan mengusap bibir lira dengan lembut dan memainkan bibir itu dengan jari jari nya..
Deg
Lira tiba tiba diam dan tidak bicara lagi. Hembusan nafasnya pun sudah tidak beraturan.
Ivan tersenyum. "Kamu tenang saja, sayang. Aku tidak akan meminta hak ku sekarang. Aku akan menunggu moment yang paling tepat agar kamu juga bisa menikmatinya."
__ADS_1