
๐Visual yang lagi honeymoon nih, duh liat mereka jadi pengen honeymoon lagi *eh ๐
Siap siap ya gengs bentar lagi si ivan mau unboxing ๐คซ
๐ฎ
๐
Tanpa menjawab pertanyaan suami nya, lira tiba tiba masuk kembali ke dalam kamar. Dan tidak sampai satu menit, wanita itu pun sudah balik lagi ke balkon..
"Mas, ini...," Lira memberikan sesuatu pada ivan
Ivan mengernyitkan dahi nya.. "Apa ini ??"
Lira kembali duduk di tempat nya yang tadi, lalu meminta ivan untuk membuka nya..
"Apa maksudnya ini ??" tanya ivan, "Ibu membelikan kita rumah ??"
Lira mengangguk. Beberapa jam yang lalu sebelum keberangkatan nya, lira dan ivan berpamitan dengan ibu. Dan ibu meminta lira untuk memberitahu ivan mengenai hadiah pernikahan yang di berikan nya setelah mereka tiba di bali.
"Dari mana ibu mendapatkan uang sebanyak itu ??" Ivan tidak percaya dengan apa yang tertera di dokumen kepemilikan rumah tersebut.
Lira pun menceritakan apa yang ibu mertua nya itu katakan pada nya, tanpa mengurangi atau menambahkan cerita tersebut.
"Aku harus menghubungi ibu dan menanyakan semua ini!!" Ivan bangun dari duduk nya namun sebelum ivan sempat melangkah, lira lebih dulu menahan tangan suami nya itu
Lira menggeleng..
"Kenapa ??" tanya ivan
Lira menarik tangan suami nya agar pria itu kembali duduk.. "Mas, kamu jangan marah pada ibu! Ibu pun tidak tau bahwa selama ini almarhum ayah memiliki perkebunan itu."
Ivan terus menatap dengan tatapan tidak percaya dokumen yang tengah di pegang nya.
"Ibu sudah menceritakan semua nya padaku, bagaimana sulit nya kamu mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan ibu, sampai kamu harus terlibat dengan lintah darat." Lira memang tidak pernah tau rasanya kesulitan ekonomi, namun rasa empati nya yang tinggi membuat lira bisa merasakan apa yang dulu ivan rasakan, kesulitan apa yang menimpanya saat dulu dia harus mencari biaya untuk pengobatan ibu nya.
__ADS_1
Lira mengusap bahu suami nya.. "Ibu bilang, kamu tidak perlu lagi memberikan uang hasil kerja keras mu pada ibu dan nana. Harta yang di tinggalkan ayah mampu membiayai hidup ibu dan nana bahkan sampai nana lulus universitas."
Sebenarnya lira tidak masalah jika ivan akan membagi uang gaji nya dengan ibu dan adik nya. Toh penghasilan lira pun sepertinya jauh lebih besar dari ivan. Bahkan lira pun akan membantu membiayai kuliah adik ipar nya itu jika saja ivan memperbolehkan nya.
Ivan meneteskan air mata nya. Entah harus bahagia atau bersedih, ivan bingung dan masih tidak percaya.
"Hei. Kenapa kamu menangis, mas ??" lira menangkup wajah sang suami, melihat pria nya meneteskan air mata membuat lira jadi ikut sedih.
"Jika kamu tidak mau menerima hadiah dari ibu, tidak apa apa mas. Aku akan mengembalikan nya pada ibu."
Ivan menggeleng, "Bukan begitu, sayang. Aku hanya tidak menyangka ternyata ayah ku memiliki aset sebanyak ini. Aku bersyukur akhirnya nana bisa kuliah tanpa memikirkan biaya nya lagi. Kamu tau, yank ? Nana sempat mengatakan tidak ingin kuliah karena takut membebani ku. Aku sedih dan kecewa pada diri ku sendiri."
Mendengar itu, lira langsung memeluk suami nya dengan erat. Lira tau sekarang kenapa ivan belum pernah pacaran bahkan di usianya yang sudah kepala tiga. Pria itu terlalu sibuk mengambil peran sebagai tulang punggung sekaligus kepala keluarga untuk ibu dan adik nya.
"Aku bangga pada mu, sayang. Kamu bisa sampai sejauh ini bahkan setelah apa yang menimpa mu dulu." ucap lira sambil mengusap punggung sang suami yang masih menangis dalam pelukan nya
"Mungkin jika tidak ada tuan raga aku tidak akan ada disini bersama mu. Dia membantuku melunasi hutang ku pada rentenir itu dan membiayai pengobatan ibu sampai sembuh seperti sekarang. Bahkan aku tidak tau harus membalas budi pada nya seperti apa lagi. Dia bahkan tidak mau aku mengganti uang nya.."
Dan kenyataan yang baru lira dengar, ternyata suami sahabatnya itu memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dulu lira pernah meremehkan nya, memandang sebelah mata pada pria itu. Lira pikir raga tidak lebih baik dari Anton. Ternyata raga 1000 kali lebih baik dari pria itu.
"Maaf sayang jika nanti kamu merasa aku lebih mementingkan pekerjaan, karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan tuan raga selama ini. Tapi yang pasti sekarang kamu lah prioritasku.."
"Tentu saja tidak. Aku tidak akan melarang mu bekerja, itu dunia mu, kan ? Aku akan mendukung apapun yang kamu lakukan.." Ivan tau istrinya itu wanita karir, sudah menjadi resiko nya menikah dengan seorang lira bahwa wanita nya itu tidak akan bisa selalu ada di rumah.
"Kamu salah. Salon bukan dunia ku."
Ivan menautkan alisnya, belum mengerti maksud ucapan sang istri
Cupp!
"Sekarang kamu lah duniaku!!" Lira mengecup bibir sang suami. Hanya sebuah kecupan, bibir menempel dengan bibir.
Ivan menyunggingkan senyumnya, dan sedetik kemudian dia pun menyambar bibir sang istri, mencium bibir ranum itu, merasakan basah dan nikmat nya benda kenyal tersebut
Lira membalas ciuman dari pria nya, lira mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami. Dan dalam satu kali angkat, tubuh lira sudah melayang di udara, ivan menggendong nya ala bridal style...
Ivan membawa sang istri masuk ke dalam kamar, karena matahari sudah tenggelam sempurna dan hari pun sudah berubah menjadi gelap,
Dengan sangat pelan dan lembut, ivan membaringkan tubuh istri nya itu di atas tempat tidur. Beberapa detik mereka saling menatap dengan tatapan menginginkan lebih.
__ADS_1
Deru nafas keduanya sudah tidak beraturan. Ivan lalu naik ke atas tubuh sang istri, mengukung lira agar tidak bisa melarikan diri lagi.
Ivan mengusap dan memainkan surai istri nya dengan penuh kasih sayang. Dan tanpa lira sadari, bibirnya sudah di bungkam lagi oleh bibir tebal milik sang suami. Mereka saling m e l u m a t dan bertukar saliva sampai akhirnya ivan melepaskan perlahan ciuman itu, lalu bergerak turun mengecup leher jenjang sang istri. Lira menggelinjang kegelian, suhu tubuh nya tiba tiba memanas, entah keberanian dari mana lira dengan ganas membuka baju yang di pakai suami nya melempar benda itu ke sembarang arah, lalu mulai mengecup seluruh bagian dada bidang suami nya, memberikan tanda kepemilikan di tubuh ivan.
"ahh..." Merasakan kegelian yang teramat sangat, ivan pun akhirnya membalikkan tubuh sang istri, dan membuat lira sekarang berada di atas tubuh nya, duduk tepat di atas milik nya
Lira tau ivan masih amatir, tentu saja, tidak ada wanita lain yang pernah di sentuh oleh pria itu. Lira pun memilih untuk memulai lebih dulu, memberikan kenikmatan dengan membelai dan mengecup seluruh tubuh bagian atas sang suami
Ivan terus memejamkan mata, terbuai dengan perlakuan lembut sang istri pada tubuh nya.
Pria itu mulai tidak sabaran, naluri kelelakian nya mulai naik membuat nya menarik paksa baju yang di pakai lira, membuka semua yang menempel di tubuh sang istri tanpa sisa. Ivan memandangi tubuh istri nya yang indah tanpa celah itu. Deru nafas mereka semakin memburu saat ivan mulai mendaratkan wajahnya di bagian atas sang istri. Seperti bayi, ivan melahap habis kedua gunung kembar milik lira kiri dan kanan bergantian. Sungguh dia baru tau seperti ini rasanya m e n y u s u. Dan tentu saja, di bagian itu pun tidak luput dari tanda kemerahan yang ivan berikan.
Gerakan lira sudah tidak karuan, dia menekan kepala ivan saat pria itu terus mengobrak abrik milik nya di bawah sana. Entah sejak kapan kepala pria itu sudah ada di tepat di depan inti tubuh nya, lira yang terus memejamkan mata sampai tidak menyadari hal tersebut.
"AHHH..." pekik lira saat merasakan sesuatu keluar dari inti tubuh nya.
Melihat sang istri sudah tidak berdaya dan milik nya pun sudah basah sempurna, ivan segera membuka sisa kain terakhir yang menutupi adik nya.
Cupp!
"Tahan ya, sayang.." Ivan berbisik tepat di telinga sang istri setelah mendaratkan kecupan singkat di kening wanita nya itu
Perlahan dengan satu tangan nya ivan membuka lebar lebar paha sang istri, lalu.....
"AHH!! Sakit, mas..." teriak lira dengan buliran kristal bening yang jatuh di kedua pipi nya. Rasanya seperti di koyak paksa, sakit dan perih.
Cupp! Cupp!
Ivan mencium kedua mata istri nya yang basah,
๐
๐
...๐คซ๐คซ๐คซ๐คซ๐คซ...
Cukup ya adegan ranjang pasangan pengantin baru nya, next kita lanjutin konflik karin dan raga yang tertunda..
Jangan lupa komentar dan like nya ya gengs ๐ค
__ADS_1
Boleh loh kirim bunga atau kopi nya, otor gak nolak, sumpah โ๏ธ๐คญ