
...🍀🍀🍀...
Bonus Bonus Bonus 📢📢📢📢
Bonus malam minggu nih gengs..
aku kasih triple up yaaa 🥳🥳🥳
Happy reading 🤗
Jangan lupa like dan komentarnya 💜💜💜
Love you all 🥰
...🍀🍀🍀...
💮
🍀Rumah Sakit Citra Medika....
Dokter sudah selesai memeriksa kondisi kesehatan raga. Dan saat ini satu tangan nya pun sudah terpasang infus.
"Bagaimana kondisi putra saya saat ini, dokter ??" tanya ibu ketika dokter keluar dari ruang perawatan
"Kondisi pasien masih sangat lemah bu. Sepertinya pasien mengalami dehidrasi dan juga kekurangan asupan gizi..." jawab dokter.
Ayah dan ibu saling berpandangan, lalu setelah itu mereka melihat ke arah ivan, sang asisten pribadi raga..
"Mampuss..!! pasti lo lagi van yang kena.. Siap siap van, siap siap..." batin ivan menguatkan diri nya sendiri..
"Lalu, apakah anak saya harus di rawat di sini, dokter ??" tanya ibu lagi. Sebenarnya ibu saat ini begitu bimbang. Apakah dia harus memberitahu karin mengenai yang terjadi pada suami nya atau tidak.
"Untuk saat ini kita tunggu hasil lab keluar, setelah melihat hasil nya, baru bisa di putuskan pasien perlu di lakukan rawat inap atau tidak.." sambung dokter lagi..
Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua orang tua raga beserta sang asisten masuk ke dalam ruang perawatan raga saat ini.
"kenapa dia belum membuka mata nya juga, ayah ??" tanya ibu..
"Sabar bu. Ibu dengar sendiri kan tadi kata dokter, raga masih sangat lemah. Biarkan dia istirahat dulu, bu.." jawab ayah seraya mengusap pelan bahu sang istri..
"Ibu temani raga di sini ya, Ayah mau bicara dengan ivan di luar..." kata ayah lalu mengajak ivan, asisten putranya yang sudah dia anggap seperti anak kandung nya sendiri untuk bicara di luar.
"Tolong jelaskan pada ku, kenapa kondisi raga bisa sampai seperti ini, van ??" tanya ayah ketika mereka sudah berada di depan ruang perawatan raga.
Ivan menunduk, sungguh dia tidak berani menatap wajah tuan nya itu. Sebab ivan pun merasa ikut andil membuat raga sakit seperti ini.
"Kenapa dokter mengatakan raga kekurangan gizi ?? Memang nya dia dari keluarga yang tidak mampu sampai kekurangan asupan gizi seperti itu, hah ??" tanya ayah yang mulai sedikit terbawa emosi. Dia sungguh malu mendengar ucapan dokter tadi. Masa seorang keturunan keluarga Mahendra di rawat karena kekurangan gizi. Apa kata dunia jika kabar ini sampai tersebar keluar...
__ADS_1
"Cepat katakan van, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putra ku..." sambung ayah lagi..
Ivan mulai mengangkat kepalanya..
"Maaf tuan.." ucap ivan
"Aku tidak perlu kata maaf mu, aku ingin penjelasan..!!" kata ayah membuat ivan semakin serba salah. Satu sisi dia harus merahasiakan apa yang selama ini bosnya itu lakukan, di sisi lain dia juga tidak bisa terus diam, karena tuan rudi, ayah dari atasan nya itu terus mencecar nya meminta penjelasan...
Ivan menarik nafasnya dalam dalam..
"Sebenarnya sudah hampir satu bulan ini saya tidak pernah melihat lagi tuan raga makan, tuan..."
Dahi tuan rudi sampai berkerut, menandakan dia masih mencerna dan bingung dengan jawaban ivan...
"Sejak nyonya memberikan surat gugatan pada tuan raga, sejak saat itu juga tuan raga tidak lagi memiliki nafsu makan. Selama ini yang beliau konsumsi hanya suplemen penambah stamina dan air mineral saja, tuan..."
Ayah yang tadi nya berdiri, tiba tiba terkulai lemas hingga menjatuhkan bokongnya di kursi panjang di depan ruangan...
"Tuan, anda baik baik saja tuan ??" tanya ivan khawatir
"Astaga..!!" Ucap ayah seraya memegang kepalanya..
"Apa kamu tidak menasehati nya ??" tanya ayah masih dengan posisi memegang kepala...
"Sudah tuan, tapi tuan raga tidak mendengarkan. Saya sempat beberapa kali mengajak tuan raga untuk memeriksakan kondisi kesehatan nya ke rumah sakit, tapi beliau selalu menolaknya.."
Ayah menghembuskan nafas kasar..
"Satu bulan, van. Satu bulan raga sudah seperti ini tapi kenapa kamu tidak memberitahukan nya pada ku, hem ??"
"Mohon maaf, tuan..." ivan kembali menunduk.
"Ayah... Ayah...." suara ibu sedikit berteriak memanggil suami nya dan memaksa tuan rudi berhenti memarahi ivan.
Ayah pun segera bangun dari duduk nya, lalu kembali masuk ke ruangan..
"Ayah, raga sudah siuman..." kata ibu memberitahu,
"Van, tolong panggilkan dokter..."
🍀2Sis Beauty Salon cabang kota B....
"Anton ?? Astaga... Bagaimana dia bisa tahu aku di sini.. Bukankah dia sedang ada perjalanan bisnis..."
"Ya sudah, tolong kamu gantikan saya mengawasi para tukang, ya. Saya turun dulu.." kata Karin pada karyawan nya tadi
Setelah itu dia pun segera turun kembali ke lantai satu..
__ADS_1
Deg!!
Karin menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang yang mencari nya itu benar benar laki laki yang bernama Anton. meskipun orang itu sedang membelakangi nya karin langsung tahu. Sebab bukan sehari dua hari karin mengenal pria itu, bayangkan 3 tahun lamanya anton sudah mengejar dan ingin memiliki nya.
"Ekhem.."
Karin sengaja berdehem cukup keras..
Anton langsung berbalik, senyumnya begitu cerah kala sepasang bola matanya melihat seseorang yang selalu bisa menenangkan hati nya itu...
"Hai Rin. Selamat pagi..."
Karin memaksakan senyum nya..
"Pagi pak anton.." jawab karin singkat..
"Apa aku mengganggu mu ??" tanya nya dengan wajah innocent
"Astaga.. Stupid question nggak sih ini.. Huh. Bukankah ini masih terlalu pagi untuk bertamu...!!"
"Maaf pak anton. Apa ada yang penting yang mau di bicarakan dengan saya ?? Karena saat ini saya tidak bisa bicara terlalu lama.." kata karin to the point. Dia bahkan mengganti sebutan untuk diri nya dari aku menjadi saya. Itu membuktikan betapa karin ingin menjaga jarak dengan pria tersebut..
"Its okay rin, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu dulu. Aku bisa menunggu kamu di mobil.." kata anton lagi semakin membuat karin tidak nyaman.
Seandainya kalau posisi karin saat ini sudah resmi bercerai, mungkin dia tidak akan merespon anton dengan dingin seperti saat ini. Karin hanya tidak ingin menyakiti hati siapapun, apalagi anton, laki laki yang sangat baik yang pernah karin kenal selama lebih dari 3 tahun terakhir.
Karin melihat sekeliling, para karyawan dan para tukang mulai berbisik membuat spekulasi melihat kedekatan karin dan pria ini.
"Pak anton, lebih baik kita bicara di luar.." kata karin lalu mengajak anton untuk kembali keluar salon nya..
"Pak anton, mohon maaf, tapi bisakah pak anton tidak datang ke sini, lagi ??" tanya karin dengan sangat sopan dan lembut.. "Lagi pula, dari mana pak anton tahu saya berada di sini ??"
"Saya tahu dari mana itu tidak penting. Yang terpenting saat ini saya sudah bertemu dengan kamu lagi, rin.."
"Tapi ini tidak baik, pak.."
"Kenapa ??" tanya anton tidak mengerti..
Karin memejamkan matanya sesaat lalu menarik nafas dalam dalam..
"Saya tidak mau timbul fitnah. Pak anton tahu kan saya sudah menikah ??" karin kembali melayangkan pertanyaan pada anton
Anton mengangguk.. "Ya, aku tahu.." jawab nya singkat, lalu senyum itu pun mulai memudar di wajah pria tersebut..
"Lalu kenapa pak anton terus saja menemui saya ??"
"Aku hanya ingin berteman dengan kamu, rin.."
__ADS_1
"Pak anton, sungguh saya sangat berterimakasih karena pak anton selalu perhatian terhadap saya. Tapi saya tidak percaya dengan pertemanan antara pria dan wanita. Saya tidak ingin pak anton salah paham terhadap sikap saya nanti nya.."