
"Lalu aku harus bagaimana, karina ??" tanya anton.. "Kamu tahu aku sangat menyukai mu, aku rela melakukan apapun agar tetap bisa melihat kamu setiap hari.. Apa tidak bisa sedikit saja kamu melihat perjuangan ku ini ???"
Deg!!
Pertanyaan anton ini sama seperti pertanyaan nya pada raga, suami nya. Karin ingin setiap hari melihat lelaki yang di cintai nya meskipun tidak ada interaksi lain di antara mereka. Karin ingin sekali saja suami nya itu melihatnya seperti saat anton menatap nya dengan penuh cinta dan harap.
Apa ini terlalu berlebihan...?? Apa salah jika karin ingin mendapatkan cinta dari suami nya sendiri, bukan dari pria lain...??
"Sungguh saya sangat tahu apa yang pak anton rasakan saat ini. Tapi tetap saja pak, ini salah. Bagaimana pun saya masih seorang istri dari suami saya. Saya harap pak anton memahami posisi saya saat ini..."
"Saya mohon, apapun alasan nya jangan temui saya lagi.."
Sekali lagi karin tidak mau memberikan harapan palsu pada siapapun. Meskipun dia merasa sangat keterlaluan pada pria yang tidak pernah sekalipun menyakiti nya, tapi demi kebaikan bersama karin harus tega melakukan ini.
Anton terdiam beberapa saat. Sesak dada nya mendengar wanita yang paling di cintai nya melarang dia untuk bertemu.
Anton pun tahu cinta nya ini adalah cinta terlarang. Cinta pada wanita yang salah. Wanita yang masih berstatus istri sah seseorang. Tapi siapa yang bisa memilih kepada siapa cinta itu akan berlabuh. Cinta datang tanpa di duga. Perasaan cinta nya tumbuh begitu saja ketika pertama kali anton melihat karin.
Wanita yang entah kenapa hanya dengan melihat wajahnya saja bisa membuat anton merasa tenang.
Anton menarik nafas dalam dalam..
Huhh...
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi sebagai perpisahan, bisakah kita makan malam bersama malam ini ???"
"Makan malam bersama ??"
Karin terdiam beberapa saat. Berdebat dengan pikiran nya sendiri. Apakah dia harus menerima ajakan anton atau menolak nya.
"Baiklah.." jawab karin singkat.
Setelah menimbang dan memikirkan nya sebentar, akhirnya karin menyetujui ajakan anton untuk makan malam bersama.
Lagi pula tidak mungkin kan mereka makan malam hanya berdua. Pasti di restoran yang akan mereka datangi nanti banyak pengunjung lain juga yang berada disana. Jadi setidaknya karin tidak perlu merasa takut.
"Tapi saya yang tentukan dimana restoran nya.." kata karin lagi tiba tiba terbersit ide...
__ADS_1
Senyum kembali merekah di bibir pria tampan itu..
"Okay. Nanti malam aku akan menjemput mu disini.." kata anton..
"Tidak perlu pak anton. Saya bawa kendaraan.." jawab karin cepat.. "Sebentar..." ucap karin meminta anton menunggu, lalu wanita itu kembali masuk ke dalam salon..
Kurang dari 5 menit karin sudah keluar lagi menemui pria tampan itu..
"Ini..." karin memberikan secarik kertas..
Anton menerima kertas itu..
"King View Hotel..." gumam pria itu membaca kertas yang di berikan karin..
"Bukankah ini hotel tempat karin menginap..?? Kenapa dia mengajak ku bertemu di hotel..."
Ya, tanpa wanita itu tahu, anton sudah mengetahui dia menginap di hotel tersebut. Bahkan anton sudah memesan kamar satu lantai di bawah kamar yang karin tempati saat ini. Hati nya sudah benar benar berlabuh pada ibu satu anak itu. Tidak ada wanita selain karina yang bisa membuat anton menjadi segila ini.
"Di restoran hotel itu. Jam 7 malam. Telat satu menit saja, makan malam nya langsung batal..." ucap karin.
Berbeda dengan yang di pikirkan anton, karin merasa di hotel tempat nya menginap cukup aman. Jadi sekali lagi karin mencoba meyakinkan diri nya bahwa di pertemuan mereka nanti tidak akan terjadi apa apa.
"Kamu memang menggemaskan..." ucap nya dalam hati sambil terus menatap kedua manik mata indah wanita di hadapan nya..
🍀Di rumah sakit...
"Kamu mau kemana, mas ?? Astaga..." ibu kembali histeris ketika sudah siuman raga tiba tiba menarik infusan yang ada di tangannya..
"Mas, kamu jangan seperti ini. Tubuh mu masih sangat lemah.." kata ayah menahan raga untuk tidak bangun dari hospital bad nya itu..
"Aku harus bertemu karin sekarang juga, ayah. Aku tidak mau kehilangan dia..." jawab raga dengan bersikeras ingin segera bangun dan meninggalkan rumah sakit ini..
"Iya, ayah tahu nak. Tapi saat ini kondisi kesehatan kamu sedang menurun.."
"Aku harus memberitahu karin bahwa aku sangat mencintai nya. Aku tidak mau kehilangan dia, ayah. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi..."
Dokter pun datang bersama ivan dan satu orang suster.
__ADS_1
"Biarkan dokter memeriksa keadaan kamu dulu, mas.." kata ibu mencoba ikut menenangkan sang putra
Raga akhirnya pasrah, dia kembali berbaring dan membiarkan dokter memeriksa tubuh nya.
"Kondisi tuan raga sudah lebih baik. Tapi untuk menjaga kesehatan nya agar tidak kembali turun lebih baik jangan dulu melakukan aktifitas berat atau bepergian jauh.." ujar dokter.
Sementara dokter menjelaskan, suster kembali memasangkan infus di tangan raga.
Raga memalingkan wajahnya, dia malas mendengarkan ucapan dokter. Sekarang baginya kesehatan tidak lagi penting. Fokus utama nya tentu saja bertemu kembali dengan sang istri.
Setelah dokter keluar, raga kembali memejamkan kedua matanya.
"Bu, ini sudah waktunya ken pulang. Lebih baik ibu yang jemput ken, ayah di sini menjaga raga.."
Ibu mengangguk pelan, lalu pergi meninggalkan ruangan putra nya untuk menjemput sang cucu.
"Ayah.." ucap raga kembali membuka matanya, setelah indera pendengaran nya memastikan ibu sudah pergi..
"Aku mohon, aku harus pergi sekarang.." kata raga lagi dengan wajah memohon pada sang ayah
"Baiklah. Bawa menantu ayah kembali. Jangan berani pulang dengan tangan kosong..!!"
Raga mengembangkan senyumnya, lalu sedetik kemudian dia kembali menarik infusan di tangannya. Dia tahu jika di sana masih ada ibu maka dapat di pastikan diri nya akan sulit keluar dari rumah sakit.
"Van, apa di mobil ada baju ganti ku ??" tanya raga perlahan bangun dari tempatnya berbaring tadi..
"Ada tuan.." jawab ivan
"Kalau begitu, kita pergi sekarang..!!"
Setelah berpamitan dengan sang ayah, raga pun berjalan meninggalkan ruangan perawatan nya tadi bersama sang asisten pribadi..
"Silahkan, tuan.." ivan membukakan pintu mobil bagian belakang..
Raga pun masuk, di dalam mobil pria itu langsung mengganti pakaian rumah sakit nya menjadi pakaian formal, setelan jas yang biasa di pakainya..
"Tuan, apa anda sudah baik baik saja ??" tanya ivan sebelum menyalakan mesin mobil, dia ingin memastikan jangan sampai atasan nya itu kembali tumbang dan pingsan...
__ADS_1
Raga mengangguk pelan..
"Ayo van. Cepat jalan..!!"