Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 54


__ADS_3



Hari ini bonus nya visual Nyonya Raga alias Nyonya Karina yang sering di kira umurnya masih 20 tahunan padahal udah kepala 3 dan udah punya buntut 1 🤭


*Next visual Lira dan Ivan.. Tungguin yaa otor cari dulu yang paling pas dengan karakter mereka 😉


💮


🍀Masih di dalam kamar....


Bahu karin terlihat sudah naik turun, tangisan nya kembali pecah...


grep...


Raga kembali memeluk istri nya dari belakang, dia tidak sanggup melihat air mata karin terus menerus jatuh karena nya.


"Ya, aku akui semua itu memang benar. Sejak awal memang aku yang salah. Tapi kamu harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.." bisik raga seraya menjatuhkan dagunya di bahu sang istri..


Raga lalu menceritakan semua nya pada karin. Alasan apa yang membuat pria itu menginginkan karin langsung hamil sejak hari pertama pernikahan mereka 10 tahun lalu.


"Aku sama sekali tidak menginginkan harta yang di miliki kakek ku. Kamu tahu, aku sangat bisa membangun perusahaan ku sendiri tanpa ada nama besar keluarga Mahendra di belakang ku. Tapi wasiat kakek yang membuat ku terpaksa harus mengambil alih perusahaan itu, kakek tidak mau hasil perjuangan nya membangun Mahendra corp hancur dalam sekejap mata hanya karena perbuatan anak nya sendiri yang tidak bertanggung jawab, tuan baskoro, paman ku yang saat ini masih mendekam di dalam penjara..."


Raga benar benar menjelaskan dengan sangat detail kejadian 10 tahun lalu. Tidak ada lagi yang perlu di tutup tutupi.


Karin hanya diam mendengarkan namun entah kenapa air mata nya tidak mau berhenti mengalir...


"Dan perkataan ku pada saat itu yang mengatakan tidak akan menyentuh mu lagi, kamu salah paham, sayang. Aku berjanji tidak akan menyentuhmu sampai cinta itu tumbuh di hati kita berdua. Aku tidak ingin memaksa mu untuk melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri tapi di hati mu sama sekali belum ada cinta untuk ku, begitu pun sebaliknya.."


Raga melepaskan pelukan nya, lalu memutar tubuh karin hingga kini mereka kembali saling berhadapan..


"Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai menginginkan mu. Cinta itu benar benar tumbuh di sini.." raga menuntun tangan karin dan meletakkan telapak tangan wanita itu tepat di dada kiri nya. Pria itu ingin menunjukkan pada karin seberapa kuat debaran jantung nya saat ini..


"Aku mencintai mu. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha untuk tidak mencintai mu, tidak peduli seberapa sering aku menghapus mu dari ingatan ku, Aku tetap mencintai mu. Sampai detik ini, cinta itu masih untuk mu, karina ku.. Tapi kamu tahu ?? Aku begitu marah saat mendengar istri ku berjanji pada sahabat nya tidak akan membiarkan suami nya sendiri menyentuh tubuh nya lagi. Saat itu hati ku begitu hancur, hati ku sakit, sakit sekali. Dan disitu aku langsung menyadari, ternyata cinta ku tak terbalas..."


Deg!!


Karin terkejut, ternyata suami nya mendengar obrolan nya dengan lira. Karin bahkan tidak menyangka, ketika melihat buliran kristal bening sudah menetes membasahi kedua pipi suami nya. Ya, raga menangis untuk pertama kali nya di depan karin.


"Lalu apa kamu mendengar apa yang aku katakan selanjut nya pada lira saat itu ???" tanya karin yang kali ini tidak menurunkan pandangan nya, wanita itu terus menatap mata raga, mencoba mencari kebohongan dari setiap kata yang di ucapkan pria itu. Tapi nihil, karin sama sekali tidak menemukan kebohongan di mata suami nya. Dia tidak menyangka, raga yang begitu dingin, datar dan selalu tanpa ekspresi dalam keadaan apapun kini berubah menjadi sosok yang begitu hangat dan penuh dengan cinta di setiap kata yang di ucapkan nya.


Raga mengerutkan kening nya.. "Aku tidak mendengar apapun setelah nya, karena aku tidak sanggup terus berada di sana saat itu..." jawab raga jujur, karena ketika itu dia memang langsung pergi begitu saja..

__ADS_1


Karin tersenyum kecil, membuat raga semakin bingung...


"Kenapa kamu tersenyum, apa air mata ini terlihat lucu bagi mu...??"


Karin menarik tangannya dari dada sang suami, lalu menggerakkan tangan itu untuk menghapus jejak air mata di kedua pipi suami nya..


"Sepertinya bukan hanya aku yang salah paham. Saat itu seharusnya kamu tidak pergi begitu saja. Mungkin kesalahpahaman ini akan berakhir saat itu juga.."


Raga masih tidak mengerti..


"Sebenarnya apa yang kamu katakan pada lira saat aku tidak ada...??" tanya raga menjadi sangat penasaran..


Karin kembali tersenyum, lalu mengangkat kedua bahu nya seperti yang di lakukan raga tadi..


"Entahlah. Aku mendadak lupa..." jawab karin yang ingin segera berlalu menjauh dari suami nya..


Bughh...


Belum sempat karin melangkah, raga sudah lebih dulu menarik tangan wanita itu hingga menabrak dada bidang nya..


Deg deg deg


Detak jantung mereka saling bersahutan merasakan moment paling mendebarkan untuk pertama kali nya bagi mereka berdua...


Cupp..


Karin terkejut mendapatkan ciuman mendadak dari suami nya, wanita itu mematung, bingung harus merespon seperti apa ciuman raga.


Setelah beberapa detik berlalu, raga melepaskan ciuman nya yang hanya sebatas kecupan hangat di bibir sang istri. Di usapnya bibir merah itu dengan ibu jari nya..


"Manis..." gumam raga masih menatap bibir ranum karin...


Tiba tiba mata mereka kembali bertemu...


Sedetik kemudian...


Cupp...


Raga sudah tidak bisa menahan gejolaknya lagi. Pria itu langsung menyambar bibir istri nya lagi yang selalu di bayangkan nya sejak 10 tahun lalu.


Kali ini bukan hanya sekedar kecupan. Raga menuntut ci um an yang lebih dalam. Di se sa p nya bibir lembut karina atas dan bawah bergantian.


Mendapatkan ci um an panas untuk pertama kali nya membuat darah karin berdesir. Ada rasa aneh yang baru pertama di rasakan nya..

__ADS_1


Tangan raga menahan tengkuk leher karin, membuat pria itu semakin memperdalam ci um an nya..


Saat dirasa sang istri sudah kehabisan oksigen, raga pun melepaskan ciuman itu perlahan..


"I Love You, Karina ku.." bisik raga dan langsung memeluk istri nya itu dengan sangat erat..


"I Love You too, Mr. Kulkas 1001 pintu..."


Raga langsung melepaskan pelukan nya..


"Coba katakan sekali lagi..." ucap raga dengan memegang kedua lengan karina..


"Apa nya ??" tanya karin pura pura tidak mengerti


"Kamu bilang apa tadi ???" tanya raga lagi semakin menuntut jawaban..


Karin menaikkan kedua alisnya, "memang nya tadi aku bilang apa...??" kini karin yang balik bertanya, melihat wajah suami nya yang sangat tidak sabaran itu karin sampai menahan tawanya..


"Ck!! Sudahlah..."


Cupp..


Raga kembali memagut dengan begitu hangat bibir ranum karin yang kini sudah menjadi candu nya. Entah keberanian dari mana, perlahan karin mulai membuka mulut nya dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


Seperti sepasang kekasih yang saling merindu, ciuman itu begitu hangat dan penuh cinta..


Tiba tiba...


Tok tok tok


Suara pintu kamar terdengar di ketuk dari luar..


"emmphhtt ma-s..." suara karin tercekat..


Tok tok tok


Pintu kembali di ketuk...


Puk puk puk..


Karin memukul dada bidang suami nya, karena raga tidak mau melepaskan ciuman nya..


"eughhhh...." suara lenguhan panjang karin ketika suami nya itu mengakhiri ciuman nya dengan hisapan kuat dan sengaja menarik bibir bawah karin yang di hisap oleh bibir pria itu ..

__ADS_1


"Kita lanjutkan nanti..." bisik raga yang masih menempelkan bibirnya pada bibir karina


__ADS_2