Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 33


__ADS_3

Oek!! Oek!!


Tiba tiba sudah terdengar suara tangis bayi yang sangat nyaring..


"Terimakasih sayang.." Raga kembali mencium kening karin dengan air mata yang meleleh di kedua sudut matanya ketika mendengar tangisan bayi nya itu..


Meskipun karin belum sadar, tapi dokter tetap meletakkan bayi laki laki itu diatas tubuh karin.


Raga melihat semuanya, betapa wajah bayi itu sangat mirip dengan diri nya.


"Selamat tuan, bayi anda lahir dengan lengkap dan sempurna.." ucap dokter wanita itu. Dokter itu adalah dokter obgyn yang sama yang pertama kali memastikan bahwa karin tengah hamil .


Bayi itu terus menangis seolah meminta sang mama untuk segera membuka matanya. Tapi karin yang tadi kelelahan sama sekali belum berniat untuk membuka kedua matanya. Bahkan sepertinya karin pun tidak terganggu dengan suara tangisan bayi nya yang semakin kencang..


💮


🍀Di ruang rawat VVIP


Kini giliran raga yang di sidang oleh ibu nya.


"Ibu sudah tahu semua dari bi Yanti dan ivan. Sekarang ibu ingin mendengar sendiri dari mulut kamu, mas. Apa benar semua itu ??"

__ADS_1


Raga diam seribu bahasa. Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu.


"Sudah bu. Nanti kita bicarakan ini di rumah. Lebih baik kita melihat cucu kita di ruang perawatan bayi.." kata ayah mencoba mengalihkan pembicaraan


Ck!!


Ibu berdecak, lalu tanpa bicara apapun lagi langsung keluar dari ruang perawatan karin..


💮


Sementara ibu dan ayah nya pergi, raga kembali duduk di kursi samping hospital bed tempat istri nya berbaring..


Tok!! Tok!!


"Ada apa ?" tanya raga


"Tuan, ada kabar buruk." ucap ivan setengah berbisik


Raga lalu bangun dari duduk nya dan berjalan sedikit menjauh dari karin.


"Katakan.!!"

__ADS_1


"Tuan, Mr. Jhon membatalkan kerjasama kita. Karena dia mengira anda tidak profesional mengingat anda langsung kembali ke Indonesia bahkan sebelum anda tiba di UK beberapa hari lalu itu." ivan langsung menjelaskan maksud dari kabar buruk yang dia katakan tadi


"Hanya itu ??" tanya raga dengan enteng nya. Ivan langsung mengangguk


"Tidak masalah, van. Mati satu Tumbuh seribu.." kata raga lagi seolah itu bukan hal yang buruk


"Astaga!! Kenapa jawaban nya begitu santai, padahal nilai kerjasama ini triliunan rupiah.."


"Van, lebih baik kamu pulang sekarang. Aku yakin ibuku pasti akan menanyakan hal yang lain nya jika bertemu dengan mu lagi.."


"Tapi tuan.."


Raga mengangkat telapak tangannya, "Sudah. Turuti saja perintah ku. Aku tidak ingin masalah ini semakin buruk..!! Sekalian antar bi yanti pulang kerumah ku.."


Akhirnya dengan sangat terpaksa ivan menuruti perintah tuan nya, padahal ivan masih ingin berada di rumah sakit itu, menemani raga seperti biasanya. Tapi apa boleh buat, seperti nya masalah rumah tangga tuan nya itu semakin buruk setelah kedua orang tua raga mengetahui semua nya.


🍀Di ruangan perawatan bayi..


"Bu, lihat.!! Wajah nya benar benar mirip putra kita. Hidung nya bahkan sampai garis wajah nya sangat persis dengan raga.." kata ayah dengan mata berbinar penuh kebahagiaan melihat cucu pertama mereka, meskipun penglihatan nya masih terhalang karena ruangan tersebut sekeliling nya terbuat dari kaca dan tidak sembarang orang yang boleh masuk ke dalam sana..


"Benar ayah. Ibu sangat bersyukur karena kita masih di beri kesempatan untuk menjadi seorang nenek dan kakek .." jawab ibu dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami..

__ADS_1


"Terimakasih nak, kamu sudah memberikan hadiah yang luar biasa untuk kami berdua.."


__ADS_2