Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 47


__ADS_3

🍀Di meja makan...


"Sayang, hari ini hari terakhir kamu ulangan, kan ??" tanya oma saat ken baru saja turun dari lantai 2 kamar nya dan kini anak itu sudah mengambil posisi duduk di tempat nya untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.


Ken mengangguk..


"Oma, katanya papa sudah pulang. Ko belum keluar kamar juga ??" tanya kenan


"Tadi oma sudah bangunin papa. Tapi sepertinya papa masih tidur.." jawab oma nya


Ya, tadi pagi sebelum membangunkan cucu nya di lantai 2, oma menyempatkan diri untuk membangunkan raga yang memang sudah berada di rumah nya lagi sejak semalam.


Tapi berkali kali oma mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari dalam kamar nya. Oma mengira mungkin putra nya itu mengalami jet lag akibat penerbangan nya.


"Mungkin papa masih lelah, sayang. Nanti kalau papa sudah bangun, opa suruh untuk menjemput kamu di sekolah ya.." kata opa kini yang menjawab..


Setelah menyelesaikan sarapan pagi nya, ken di antar sekolah oleh opa rudi. Sementara oma, memilih untuk di rumah saja.


Oma yang berdiri di ambang pintu rumah pun melambaikan tangan nya ketika mobil yang di naiki suami dan cucu nya bergerak meninggalkan halaman rumah..


Setelah itu, oma pun kembali masuk ke dalam..


"Bi, tolong siapkan makanan ini, nanti saya akan bawa ke kamar mas raga.." kata ibu pada bi yanti seraya menunjuk makanan yang ada di atas meja makan..


"Baik nyonya.."


*Beberapa saat kemudian..


"Nyonya, ini makanan untuk tuan sudah siap.." kata si bibi seraya menyerahkan nampan berisi makanan lengkap dengan air minum nya


🍀

__ADS_1


Tok tok tok...


"Mas..."


Hening...


Tok tok tok...


"Mas, ibu bawakan sarapan.." kata ibu lagi setelah mengetuk pintu untuk kedua kali nya..


Ibu mengerutkan keningnya.


"Sepertinya ada yang aneh..."


Deg!!


Ibu seketika mematung, tiba tiba dia mengingat bahwa putranya itu tidak mungkin tidur sampai senyenyak ini. Bahkan jika ada suara sedikit saja mampu untuk membuat raga kembali terjaga..


"Iya, nyonya... Ada apa nyonya ??" tanya bi yanti yang langsung berlari ke sumber suara..


"Bi, pegang ini.." ibu langsung menyerahkan nampan yang di bawa nya tadi,


Ibu dengan tangan gemetar memegang handle pintu kamar putra nya..


Ceklek..


Beruntungnya raga tidak mengunci pintu kamar nya itu...


"ASTAGA..MASSSS...." pekik ibu histeris dan langsung berlari masuk ke dalam kamar..


"Bi, bibi... Panggilkan ivan di depan.."

__ADS_1


Ya, tadi ibu melihat mobil ivan baru saja tiba ketika mobil ayah rudi meninggalkan rumah.


"Baik nyonya..." si bibi pun kembali berlari ke luar kamar..


"Mas, bangun mas..." kata ibu menepuk nepuk pipi raga pelan, mencoba membangunkan putranya yang tergeletak di lantai.


"Kenapa panas sekali..." gumam ibu semakin khawatir ketika kulitnya bersentuhan dengan kulit raga..


"Nyonya..." seru ivan dengan langkah kaki panjang langsung menghampiri nyonya besar..


"Van, tolong van. Seperti nya raga pingsan..." kata ibu lagi masih dengan raut wajah penuh kekhawatiran..


Ivan dengan sigap langsung menggendong raga di punggung nya dan segera membawa tuan nya itu ke rumah sakit.


💮


🍀2Sis Beauty Salon di kota B...


Sejak pukul 7 pagi, karin sang pemilik salon sudah berada di cabang salon milik nya di kota B. Hari ini karin akan memastikan semua perlengkapan dan kebutuhan salon sudah lengkap. Terutama renovasi bangunan yang masih berjalan, mungkin tinggal 10% lagi sisa renovasi salon nya ini akan selesai.


"Bu, ini mau di letakkan dimana ??" tanya seorang tukang yang membawa meja lengkap dengan kursi kebesaran ke ruangan pribadi karin..


"Oh, di sebelah sini pak.." kata karin menunjukkan posisi dimana barang itu harus di taruh..


Tidak seperti di pusat, di cabang lira dan karin berbagi ruangan pribadi, karena memang bangunan nya tidak sebesar bangunan salon mereka yang berada di ibu kota..


"Bu, permisi. Di bawah ada tamu yang mencari ibu.." seorang pegawai wanita yang ikut serta dalam mempersiapkan opening salon tersebut tiba tiba mengejutkan karin..


"Siapa ??" tanya karin bingung, karena ini masih sangat pagi, lagi pula sepertinya dia tidak memiliki janji dengan siapapun..


"Kalau saya tidak salah nama nya bapak Anton, bu..."

__ADS_1


__ADS_2