
🍀 Di dalam mobil menuju kediaman orang tua nya..
"Van, apa benar karin hamil ??" tanya raga dengan wajah lesu
"Mungkin saja tuan. Apalagi anda sudah merebut harta yang paling berharga milik istri anda tuan.."
"Memang kau pikir Junior milik ku tidak berharga ?? Aku pun baru pertama melakukan itu.."
Deg!!
"Astaga..!! Kenapa yang aku katakan selalu menjadi boomerang.."
"Ck! Lalu menurut mu aku harus bagaimana ??" tanya raga lagi
"Kalau aku jawab pasti kena semprot lagi. Tapi kalau tidak di jawab..."
"VAN!! Kau itu mendengarkan ucapan ku atau tidak ??"
Padahal ucapan batin nya masih menggantung, tapi dia lagi lagi kena bentak oleh bos nya itu.
"Iya tuan, saya mendengar. emm, menurut saya anda lebih baik mengajak istri anda ke dokter kandungan. Mungkin saja yang dikatakan dokter tadi benar bahwa istri anda memang sedang hamil.."
"Tidak mungkin van. Aku dan karin hanya melakukan nya satu kali. Mana mungkin secepat itu dia bisa hamil ??"
Ivan mengangguk, "Ya, benar juga tuan.."
"Ck! Kau ini..!! Sudah lah, membicarakan hal semacam ini dengan mu tidak pernah ada solusi..!!" gerutu raga lalu dia kembali memejamkan kedua matanya dengan tangan yang di silangkan di depan dada
Huh
Ivan menghembuskan nafasnya dengan kasar..
"Tentu saja tidak ada solusi. Gue mana ngerti yang beginian. Ck. Dasar bos durjana..!!"
💮
🍀Di kamar..
Karin sedang mengemasi barang barang nya dan mulai memasukkan baju baju nya satu demi satu ke dalam koper..
Dengan perasaan sedih karin menyapu setiap sudut kamar dengan kedua netra nya, kamar suami nya yang sudah hampir 2 bulan ini menjadi saksi bisu hubungan nya dengan sang suami.
Bagaimana mereka setiap malam tidur di tempat yang berbeda. Bagaimana suami nya itu memperlakukan nya selama ini. Bagaimana karin menjadi sosok yang tidak perduli atas perlakuan suami nya. Dan bagaimana air mata nya jatuh tanpa suami nya melihat.
Huh
"Akhirnya selesai juga..!!" gumam karin seraya memindahkan kopernya dari atas tempat tidur ke lantai
__ADS_1
Tiba tiba karin mengusap perutnya yang masih rata itu.. "Benarkah aku hamil ??" tanya nya pada diri nya sendiri..
Ceklek..
Tiba tiba pintu di buka dari luar. Dan karin langsung melepaskan tangan nya dari atas perutnya.
Tanpa bicara apapun, raga masuk ke dalam kamar dan langsung membuka jas dan juga mulai membuka satu persatu kancing baju kemeja nya.
Karin pun tidak ingin bicara lebih dulu. Wanita itu memilih keluar kamar sambil menarik kopernya.
"Mau kemana ??" tanya raga
"Keluar.." jawab karin seadanya
"Jangan bawa koper. Aku belum mengatakan pada ayah dan ibu mengenai kepindahan kita.."
"Baiklah.." ucap nya singkat lalu meninggalkan raga seorang diri di dalam kamar mereka.
Raga menjatuhkan bokongnya di atas tempat tidur.
"Astaga. Kenapa singkat sekali jawaban nya..!!" batin nya sambil menatap punggung karin yang menghilang di balik pintu kamar
Setelah itu raga pun memilih untuk segera membersihkan diri nya..
Sementara itu karin, wanita itu kini tengah bercengkrama dengan ayah dan ibu nya. Ayah rudi sangat bahagia mendengar kabar kehamilan menantu kesayangan nya tersebut.
"Astaga ayah. Ibu belum beli susu hamil buat karin.." seru ibu dengan panik ketika mendengar ayah menyebutkan mengenai susu hamil
Karin tersenyum, "Tenang saja ibu. Karin bisa beli sendiri, nanti.." ucap karin sambil mengusap punggung belakang ibu mertuanya lembut
"Jangan! Kamu kan belum tahu susu hamil yang bagus itu yang seperti apa.."
"Benar nak, nanti ayah dan ibu akan mengantar mu untuk konsultasi kembali dengan dokter kandungan, biasa nya dokter kandungan akan menyarankan beberapa merk susu hamil yang bagus pada pasien nya.."
"Baiklah. Terimakasih ayah, ibu.." ucap karin seraya memeluk ibunya.
Tiba tiba..
Ekhem!!
Raga sengaja berdehem cukup keras saat dia tiba di ruangan keluarga nya..
"Astaga. mas raga mendengar tidak ya pembicaraan kita tadi ??"
"Ayah. Ibu. Raga ingin bicara.." ucap raga yang memang tidak bisa berbasa basi
Senyuman langsung menghilang dari wajah ketiga orang yang ada di hadapan raga.
__ADS_1
Raga lalu mengambil posisi duduk di salah satu sofa yang kosong..
"Malam ini raga akan membawa karin pindah dari sini!!"
Deg!!
Ibu dan ayah sangat terkejut,
"Apa maksud kamu, mas ??" tanya ibu
"Raga sudah membeli sebuah rumah untuk raga dan karin tinggal. Jadi mulai malam ini, raga akan membawa karin untuk tinggal di sana.."
"TIDAK BISA..!!" pekik ayah rudi dengan penuh penekanan. Jangan lupakan wajahnya yang memerah karena terkejut bercampur marah
"Kalau mau pergi dari rumah ini, lebih baik kamu saja yang pergi. Karina tetap tinggal di sini bersama ayah dan ibu.!!" sambung ayah lagi
"BENAR!! Kalau kamu mau pergi, silahkan saja. Tapi jangan bawa putri ibu.." ucap ibu menimpali
Ucapan ayah dan ibu sontak saja berhasil membuat karin meneteskan air matanya. Ayah dan ibu lebih memilih nya di banding putra kandung mereka sendiri.
"Lagi pula sejak mas tinggal di apart, kami sudah terbiasa di rumah ini tanpa mas. Tapi tidak dengan karina, ibu tidak mau kehilangan putri ibu.."
"Astaga..!! Sebenarnya aku atau karin sih anak kandung mereka ??"
"Tidak bisa begitu bu. Karin itu istri raga..!! Yang berhak atas karin tentu saja raga, bukan ibu apalagi ayah..!!" balas raga tak kalah pedas
Sementara hati karin tiba tiba merasa hangat saat mendengar ucapan suami nya yang mengakui bahwa karin adalah istrinya
"Tidak boleh.!! Pokoknya ibu tidak mengizinkan putri ibu keluar dari rumah ini..!!"
"Ayah juga..!! Pokoknya karina tidak boleh pergi..!!" sambung ayah
"Ayo sayang kita ke kamar. Kamu pasti lelah kan seharian menemani ibu belanja.." ucap ibu melingkarkan tangan nya di lengan karin, lalu mengajak wanita hamil itu masuk ke dalam kamar ibu dan ayah, dan lagi lagi meninggalkan raga seorang diri di ruangan tersebut.
"Ck! Kenapa mereka malah meninggalkan ku sendirian begini.." gumam raga kesal
🍀Di kamar ayah dan ibu..
"Nak, suami mu belum tahu kalau kamu sedang hamil ??" Ibu akhirnya menanyakan hal yang sejak tadi membuat nya penasaran
Karin menggeleng, "Belum bu. Waktu nya belum pas.." jawab karin,
"Ibu menangguk pelan, "Yasudah. Tapi jangan lama lama di rahasiakan. Tidak baik. Bagaimana pun raga harus segera tahu, dia pasti sangat bahagia mendengar kabar gembira ini, nak.."
Karin tersenyum tipis,
"Benarkah mas raga akan senang jika mendengar aku tengah hamil anak nya ???"
__ADS_1