
...๐๐๐...
Mohon maaf ya gengs kemarin aku nggak up, emm... sebagai ganti nya hari ini aku up 3 part sekaligus yaa ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Happy reading bestie ๐ค
...๐๐๐...
Pagi hari nya..
"Ken. Maafkan mama, sepertinya mama akan pergi hari ini juga.." kata karin di dalam mobil tepat di depan sekolah putra nya..
"Kata mama besok baru pergi.." kenan yang terkejut pun langsung protes pada mama nya
Karin mengusap belakang kepala kenan dengan lembut.. "Maaf sayang. Ada sedikit masalah disana, jadi mau tidak mau mama harus mengecek ke lokasi.." jawab karin mencoba memberi pengertian..
Kenan melipat wajahnya, dia cemberut sambil melipat tangannya di atas dada..
Karin melepaskan sabuk pengamannya, lalu memiringkan tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan sang putra.. "Sayang, mama janji. Kalau urusan disana sudah selesai, mama akan pulang lebih awal.."
Kenan masih diam dengan kedua matanya lurus ke depan jalan..
Karin menarik nafas dalam dalam.. "Sayang. Besok atau pun hari ini pasti mama tetap harus pergi. Di luar sana ada hal yang harus mama selesaikan. Mama harap kamu bisa mengerti dan menerima semua keputusan yang sudah mama ambil.."
Deg!!
Sontak kenan langsung menoleh kan kepalanya menatap sang mama, anak itu seolah mengerti makna dari ucapan mama nya yang terdengar seakan bukan sedang membicarakan kepergian mama nya yang mendadak. Ini terdengar seperti bukan sekedar kepergian nya untuk urusan bisnis.
Karin menggenggam tangan putranya.. "Sekali lagi mama minta maaf karena membuat kamu bingung dengan apa yang terjadi antara mama dan papa. Mama mohon izinkan mama pergi.." kata karin lagi dengan memaksakan senyum di wajahnya..
Kenan tiba tiba memeluk mamanya..
"Mama jangan sedih, ma. Ken nggak mau lihat mama sedih. Maafin ken, ma.."
Dengan menahan air mata nya yang sudah menggenang, karin pun membalas memeluk putranya sangat erat..
๐ฎ
๐2Sis Beauty Salon..
"Ra, aku mohon jangan katakan pada siapapun kemana aku pergi.." kata karin setelah merapikan berkas berkas yang akan dibawa nya hari ini..
"Iya rin. eh tapi apa kamu sudah menitipkan kenan pada mertua mu ??"
"Sebelum berangkat aku akan mampir sebentar ke rumah mereka, ra. Sekalian aku juga akan memberitahu pada ayah dan ibu bahwa aku tidak akan datang ke persidangan perdana perceraian ku nanti.."
"Ya sudah. Apapun itu, aku selalu mendukung semua keputusan yang kamu ambil, rin.."
๐Di negara J..
Pukul 9 pagi, raga dan asisten nya sudah berada di bandara. Sebentar lagi mereka akan terbang kembali ke tanah air..
__ADS_1
"Tuan, Sebaiknya anda makan terlebih dahulu sebelum kita terbang, karena sejak kemarin anda belum mengisi perut anda, tuan.." ucap ivan pada atasannya..
Raga menggeleng, "Aku tidak lapar.." ucap raga
"Dia selalu menyiksa diri nya sendiri seperti ini. Nyonya, anda harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada tuan raga.."
Ivan bingung bagaimana lagi harus membujuk tuan nya itu agar mau mengisi perut nya, karena dia lebih memilih meminum vitamin penambah stamina sejak beberapa hari lalu di banding mengisi perut nya dengan makanan..
Pria itu bahkan sudah lupa kapan terakhir kali bos nya itu menikmati makanan nya. Karena sejak beberapa tahun lalu, nafsu makan raga menurun drastis.
Deg!!
"Bukankah itu tuan anton ??" gumam ivan yang netra nya fokus pada salah satu kursi yang berada di sisi lain ruang tunggu di bandara tersebut..
Raga menolehkan kepalanya ke arah yang sama dengan ivan..
"Apa tuan anton juga melakukan penerbangan hari ini ??" ivan kembali bertanya dengan suara pelan, dan raga pun lagi lagi mendengarnya tanpa ivan sadari
"Sudahlah. Fokus saja dengan pekerjaan mu.." ucap raga yang langsung membuat ivan mengalihkan pandangan nya..
"B-baik tuan.."
๐ฎ
๐Kediaman mertua karin..
"Assalamu'alaikum..." karin di ambang pintu memberi salam..
"Apa kabar, bi ??" tanya karin ramah
"Baik non, kemana saja.. Ko jarang main kesini ??" tanya bibi..
"Iya bi. Karin sedikit sibuk akhir akhir ini.." ucap nya "Bi, tolong di bawakan. Karin bawa cake dan buah kesukaan ayah dan ibu. emm, di dalam situ juga ada untuk bibi dan yang lain nya, ya.."
"Ya ampun, kenapa repot repot non.."
Karin kembali tersenyum, "Tidak repot ko, bi.." ucap karin sambil berjalan masuk beriringan dengan si bibi..
"Bi, ayah dan ibu mana ??" tanya karin yang sejak masuk tadi belum melihat kedua mertuanya..
"Oh, nyonya dan tuan ada di taman belakang, non.."
"Kalau begitu karin kesana dulu ya, bi.." ucap karin sopan lalu berjalan menuju taman belakang..
"Assalamu'alaikum, ayah.. ibu.."
"Wa'alaikumsalam..." ayah dan ibu menjawab salam PP q bersamaan..
"eh, ada menantu kesayangan ibu.. kemari sayang.." ibu tersenyum cerah menyambut menantu nya..
Karin menarik nafas panjang, sungguh hati nya sedih membayangkan nanti tidak akan dia dengar lagi panggilan seperti itu dari ibu mertuanya..
__ADS_1
Mencoba menguatkan hati nya, karin pun mulai melangkah menghampiri ayah dan ibu..
Seperti biasa, karin selalu mencium punggung tangan ayah dan ibu nya itu setiap kali mereka bertemu..
"Apa kabar ayah, ibu..??" tanya karin ramah tanpa menghilangkan senyum nya..
"Baik, nak.." jawab ayah sambil memegang cangkir kopi nya..
"Kamu sendiri bagaimana ??" tanya ayah..
Karin tersenyum, "baik ayah..."
"Seperti nya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan ??" tanya ibu "Karena tidak mungkin kamu kesini di jam segini, bukan ??"
Ya, benar. Karin tidak pernah datang pagi hari seperti ini. Biasanya ia akan datang selepas pulang dari salon nya.
"Begini Ayah.. Ibu.. Selama beberapa hari ke depan karin ada keperluan di luar kota. Jika tidak keberatan karin ingin menitipkan kenan selama karin pergi.."
Ibu dan ayah terdiam..
5 detik..
10 detik..
1 menit..
Tidak ada respon dari kedua orang tua itu..
Lalu..
"Ekhem.." Karin sengaja berdehem
"emm, kalau ayah dan ibu tidak bisa, tidak apa apa. Nanti karin akan titip ken pada lira..."
"Bukan begitu, nak. Ayah dan ibu hanya terkejut.."
Benar kata ayah. Betapa terkejut nya kedua orang tua itu mendengar ucapan karin tadi. Pasalnya karin belum pernah sekalipun pergi seperti ini.
"Kamu mau pergi kemana ??" tanya ibu dengan raut wajah sedih..
"Karin dan lira baru saja membuka cabang lagi, dan beberapa hari lagi acara opening nya, bu.." jawab karin jujur..
"Di kota mana ??" tanya ibu lagi..
"Di Semarang.." kali ini karin berbohong..
"Berapa lama kamu disana, nak ??" kini ayah yang bertanya.
"Karin belum tahu, yah. Mungkin paling cepat satu minggu karin sudah kembali kesini.."
Ibu dan ayah saling berpandangan..
__ADS_1
"Apa suami mu sudah tahu ??"