Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 44


__ADS_3

Deg!!


Karin terdiam..


"Nak, sebelum hakim mengetuk palu, Mas raga masih suami kamu yang sah. Kemanapun kamu pergi, suami mu itu harus tahu dan kamu wajib meminta izin dari nya.." ucap ibu panjang lebar memberi nasehat


Karin menunduk menahan air mata nya yang hampir saja jatuh..


"Baik bu, nanti karin akan menghubungi mas raga. Karena saat ini beliau masih berada di negara J.." kata karin dengan seulas senyuman di bibirnya..


"Ayah, ibu. Apa karin boleh ke kamar mas raga sebentar ??" tanya karin meminta izin..


Ayah dan ibu lagi lagi kompak, mereka mengangguk bersama..


"Tentu saja nak, tanpa meminta izin pun seluruh ruangan di rumah ini kamu boleh memasuki nya.." ucap ayah


"Terimakasih ayah, ibu..."


🍀Di kamar yang pernah karin tempati selama hampir 2 bulan setelah dirinya baru menikah dulu..


Karin mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar suami nya itu..

__ADS_1


Sungguh aroma khas tubuh suami nya membuat jantung karin berdebar lebih cepat, padahal si empunya kamar itu tidak ada disana..


Karin memilih duduk di sisi kasur berukuran king. Wanita itu lalu mengambil buku nota kecil beserta pulpen dari dalam tas bahu nya..


Karin lalu menuliskan sesuatu di kertas itu. Setelah selesai dia merobek kertas tersebut, lalu meletakkan nya di atas nakas di sebelah tempat tidur suami nya..


Tanpa terasa air mata karin tumpah disana. dia menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya agar tidak ada seorang pun di luar kamar itu yang mendengar isakan nya. Padahal jika dia bisa berpikir jernih, sekeras dan sekencang apapun dia menangis, tidak akan ada yang mendengarnya karena kamar itu kedap suara..


Setelah cukup tenang, karin memilih untuk membasuh wajahnya dulu dan memoleskan make up tipis seperti tadi sebelum keluar dari kamar tersebut. Dia tidak ingin kedua mertuanya yang sangat baik itu menjadi khawatir jika mereka menyadari wajah karin yang sembab akibat menangis.


"Ayah.. Ibu.. Karin permisi ya, karin harus berangkat sekarang.."


Karin mengambil tangan ibu dan ayah untuk di kecupnya bergantian..


Karin tersenyum lalu mengangguk pelan, "Oh. Iya. Karin juga mau minta maaf sama ayah dan ibu. Untuk persidangan perdana perceraian karin dan mas raga, sepertinya karin tidak bisa hadir, karena karin pasti masih berada di kota Semarang.."


Lutut ibu kembali lemas mendengar penuturan menantu nya itu..


"Nak, tidak bisakah kamu pikirkan lagi ??" tanya ayah dengan penuh harap


"Maaf ayah. Tapi keputusan karin sudah bulat. Karin harap ayah dan ibu bisa mengerti.."

__ADS_1


💮


🍀Di pusat kota B..


Hanya butuh waktu satu jam via tol, karin sudah tiba di hotel tempat nya menghabiskan malam untuk beberapa hari ke depan..


"Mas, Tolong parkiran mobil saya.." kata karin pada petugas valet setelah dia turun dari mobil sedan putih milik nya..


Setelah memberikan kunci mobil nya, karin pun langsung masuk ke dalam lobby hotel..


"Selamat siang, bu. Ada yang bisa saya bantu ??" tanya resepsionis hotel itu..


"Saya sudah pesan kamar atas nama Karina Dewi Winata.." ucap karin menyebutkan nama nya dengan lengkap seraya mengeluarkan identitasnya yang biasa di gunakan untuk administrasi


"Baik bu. Mohon di tunggu sebentar.."


1 menit berlalu..


"Terimakasih sudah menunggu. Ini kunci kamar nya. Ibu akan di antar oleh petugas kami.." sambung resepsionis itu lagi dengan sangat ramah dan sopan..


Dan benar, salah satu petugas laki laki langsung membantu karin membawakan koper, lalu berjalan di depan karin untuk mengarahkan dimana letak kamar yang di pesan oleh tamu wanita tersebut...

__ADS_1


"Silahkan, bu..."


__ADS_2