Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 64


__ADS_3

Cupp..


"Mas..." Seru karin terkejut mendapatkan kecupan di bahu nya. raga tiba tiba masuk ke dalam kamar saat dia masih memakai handuk..


Raga memeluk karin dari belakang.. "Cepat berpakaian, tukang yang akan memindahkan barang barang ku ke kamar mu sudah datang..."


Karin langsung berbalik.. "Astaga!! Kenapa buru buru ?? Kan besok juga bisa..."


"Tidak ada besok!!" Raga mencubit pipi istri nya gemas.. "Aku ingin malam ini juga kita tidur di kamar yang sama. Dan aku tidak mau bulak balik ke kamar yang lain untuk mengambil barang barang ku yang tertinggal...!!"


karin melipat wajahnya.. "Dasar tidak sabaran!!" gerutu karin lalu berjalan ke arah lemari nya..


Raga tersenyum melihat istri nya yang merajuk seperti itu. Begitu lucu menurut penglihatan mata nya..


Cupp..


Raga kembali mengecup, kali ini yang di kecup nya leher karin yang masih basah dan terlihat sangat menggoda di mata pria itu...


"Jika sedang berada di kamar sendirian tanpa aku, jangan lupa kunci pintu nya ya sayang..." kalimat terakhir yang di ucapkan raga sebelum dia keluar dari kamar karin. Sebab jika dia terus di dalam sana sudah pasti dia tidak tahan untuk mencicipi lagi tubuh indah sang istri. Maka sebelum itu terjadi, raga memilih untuk keluar dan membiarkan karin memakai baju nya dulu.


Beberapa menit kemudian...


"Mas, ada apa ini ? Siapa orang orang itu ??" tanya ibu ketika ibu baru saja turun dari kamar kenan, melihat ada 3 orang pria keluar masuk kamar putra dan menantu nya..


"Oh, mereka para tukang yang aku sewa untuk memindahkan barang barang ku ke kamar karina.." ucap raga sambil terus mengawasi pekerjaan para tukang tersebut..


"Maksudnya kalian akan tidur satu kamar ??"


"Tentu saja bu. Bukan kah suami istri itu memang tidurnya di kamar yang sama.." jawab raga dengan menyunggingkan senyum nya..


Bulir kristal bening sudah menggenang di pelupuk mata ibu. Wanita itu tidak menyangka doa nya terkabul meskipun begitu lama dia harus menanti mendengar ucapan putra nya yang terdengar sangat hangat ini.

__ADS_1


Ibu melingkarkan tangan nya di lengan putra nya seraya menjatuhkan kepala di bahu raga..


"Maafkan raga bu, raga tahu raga sangat bersalah pada ibu dan ayah, dan terutama pada karina.."


Ibu hanya diam, wanita itu tidak sanggup mengatakan apapun lagi saking bahagia nya.


Sementara di dalam kamar, karin dan ayah rudi juga sedang membicarakan kepindahan raga ke kamar sang istri.


"Ayah sangat bahagia melihat hubungan kalian yang sudah ada kemajuan seperti ini. Semoga setelah ini tidak ada lagi yang bisa memisahkan kalian berdua, nak.." ayah mengusap pucuk kepala menantu kesayangan nya dengan lembut..


"Terimakasih untuk kesabaran mu selama ini. Ayah yakin jika wanita yang menikah dengan raga waktu itu bukan kamu, sudah pasti wanita itu tidak akan tahan dan langsung meninggalkan dia.." Ayah menetes kan air mata nya mengingat masa lalu ketika dia juga pernah menentang perjodohan ini. Ternyata memang karin lah satu satu nya wanita yang bisa tahan dengan sikap raga. Sama seperti diri nya, dia pun satu satu nya pria yang bisa tahan dengan ibu, yaitu istri nya. Ibu dan Raga memiliki sifat yang sama persis. Menurut ayah, mereka berdua itu bagai pinang di belah dua. Sama sama sulit mengungkapkan perasaan nya sendiri. Keduanya lebih memilih memendam perasaan yang pasti akan menyakiti diri sendiri. Ya, memang begitulah kenyataan nya.


"Maafkan karin ayah sudah membuat ayah dan ibu jadi sedih karena keputusan karin yang gegabah untuk berpisah dari mas raga.." karin mengusap jejak air mata di kedua belah pipi sang mertua..


Ayah rudi pun memeluk menantu nya dengan penuh kasih sayang..


"Tunggu, bagaimana gugatan cerai di pengadilan itu ? Apa kamu sudah membatalkan nya ?" tanya ayah seraya melepaskan pelukan nya


"Ya sudah.kalau begitu, ayah doakan semoga masalah kalian cepat selesai dan semoga kalian selalu bersama selama nya.."


Mata karin berkaca kaca.. "Terimakasih ayah.."


💮


🍀Di tempat yang berbeda...


Masih di bawah guyuran hujan...


Ivan melepaskan pelukan nya lalu menatap manik mata yang basah karena air mata yang bercampur dengan air hujan...


"Kamu tahu ? Aku pernah begitu mencintai dan aku di khianati. Seketika dunia ku runtuh, hati ku hancur berantakan pada saat yang sama. Setelah itu aku tidak pernah benar benar baik baik saja. Sekarang aku hanya sedang menerima kenyataan tanpa ingin membenci keadaan. Aku memang sudah berdamai dengan luka ku, tapi aku belum sembuh dari trauma ku!! Jika kamu hanya ingin mempermainkan perasaan ku, aku mohon sudahi sampai di sini..!!" Lira menangkup kedua tangannya di depan dada, seolah memohon pada pria itu untuk berhenti mempermainkan perasaan nya, air mata pun belum berhenti mengalir di kedua belah pipi nya...

__ADS_1


Ivan memegang kedua tangan lira yang berada di depan dada nya. Lalu....


Cupp..


Deg!!


Mata lira membulat. Ivan mencium bibir nya.


Gadis itu membeku...


setelah cukup lama perlahan ivan mulai melepaskan bibirnya,


"Sudah bicara nya ??" tanya ivan dengan lembut, tidak ada lagi nada ketus seperti biasanya.


Lira yang masih terkejut dengan kejadian itu hanya bisa diam tidak menjawab pertanyaan pria tampan itu..


"Sekarang giliran ku..!!" Ivan menyelipkan anak rambut di belakang telinga gadis itu..


"Aku belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Kamu yang pertama!! Maaf, aku tidak tahu bagaimana cara nya bersikap manis. Aku hanya bisa menunjukkan cinta dengan cara ku. Aku tidak tahu seberapa buruk masa lalu mu, tapi izinkan aku menjadi masa depan mu. Aku akan membuat kamu percaya lagi dengan cinta, aku janji..!!"


💮


💮


🍀🍀🍀


Jangan lupa like dan komentar nya ya gengs 💜


Kalau berkenan, boleh kasih 🌟🌟🌟🌟🌟 juga buat karya otor ini 🥰


🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2