Sebatas Menikahi

Sebatas Menikahi
Part 59


__ADS_3

Cupp


"Terimakasih sudah menjaga cinta mu tetap untuk ku, sayang.." gumam raga setelah penyatuan mereka berakhir seraya mengecup kening sang istri.


Karin yang kelelahan hanya bisa memberikan jawaban dengan seulas senyum di bibirnya. Mata nya mulai terpejam, dia benar benar lelah bahkan untuk membersihkan diri lebih dulu pun karin tidak sanggup.


Raga mengangkat kepala karin perlahan dan mulai membawanya dalam dekapan.


"I love you, my wife.." ucap nya sebelum memejamkan mata nya untuk beristirahat bersama sang istri..


๐Ÿ’ฎ


๐Ÿ€Pagi hari nya...


Ivan hari ini akan kembali ke kota J seorang diri. Sebab tuan nya itu sudah mengirim pesan bahwa dia akan kembali ke kota J setelah acara opening salon baru istri nya selesai.


Raga meminta ivan untuk menghandle perusahaan nya selama dia tidak ada.


Pria itu pun mengemudikan mobil milik lira lagi untuk menuju kota J. Mobil tuan nya sengaja dia tinggalkan di parkiran hotel, biarlah nanti dia akan menyuruh orang untuk mengambil mobil tersebut..


*Skip perjalanan...


Ivan memilih untuk langsung ke rumah lira guna mengembalikan mobil gadis itu..


Ivan mengerutkan dahi nya ketika dari kejauhan dia melihat lira dengan seorang pria bule masuk ke dalam sebuah mobil yang terparkir di depan rumah gadis itu..


Setelah melihat mobil yang di tumpangi lira itu pergi, ivan pun segera melajukan mobilnya lagi mengikuti mobil tersebut dari jarak yang aman. Ivan mengurungkan niatnya untuk mengembalikan mobil itu ke rumah lira sebab si empu nya pun ternyata sudah lebih dulu pergi dari rumah nya.


30 menit lama nya perjalanan, ternyata mobil itu berhenti tepat di depan salon milik nya.


Setelah mobil itu parkir di depan salon, ivan pun sengaja menghentikan mobil lira tepat di samping mobil tersebut..


Ivan turun dari mobil lira bersamaan dengan gadis itu dan pria bule nya..


Lira berjalan lebih dulu menghampiri ivan. Tapi belum sempat lira sampai di tempat ivan berdiri, seorang pria bule begitu posesifnya langsung merangkul bahu lira dari samping..


Ivan hanya menatap datar tanpa ekspresi, sementara lira dia merasa tidak suka dengan tatapan ivan yang seperti itu..


Tanpa mengatakan apapun ivan langsung memberikan kunci mobil pada lira. Lira pun menerima benda itu dengan bingung..


"Tunggu..." lira menghentikan langkah ivan yang mulai menjauh..


Lira menghampiri ivan lagi meninggalkan pria bule nya yang masih berdiri di belakang..


"Aku belum mengembalikan jas mu.." kata lira menatap wajah ivan


"Buang saja..!!" jawab nya dingin


"Tapi..."


"Baby, apa masih lama..??" tanya pria bule itu sambil kembali melingkarkan lengan nya di leher lira dan sesekali menciumi rambut belakang lira. Dan tanpa lira sadari ada tatapan permusuhan di antara kedua pria itu..


"James, lepaskan..!! Lebih baik kau masuk lebih dulu.." ucap lira pada pria bule itu merasa risih. Aneh memang, entah kenapa lira jadi risih di sentuh pria itu, padahal selama ini lira nyaman nyaman saja bila james memberikan sentuhan sentuhan lembut di tubuhnya..


Cupp..


Kembali pria bule yang bernama james itu memberikan kecupan nya di kepala lira. Dan semua itu tidak luput dari pandangan mata ivan..

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menunggu di ruangan mu.." ucap nya lalu pergi meninggalkan lira berdua dengan ivan..


"Apa masih ada yang ingin anda bicarakan ??" tanya ivan.


Melihat ekspresi wajah ivan yang seperti ini, entah kenapa ada rasa yang aneh di hati lira. Rasa yang seperti tidak suka, tidak nyaman dan bingung..


"Aku tetap akan mengembalikan jas mu.." kata lira terus melihat ke wajah ivan


"Terserah." jawabnya singkat.. "Kalau tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, saya permisi..!!" kata ivan meninggalkan lira yang masih membeku di tempatnya..


Lira terus memandangi ivan yang kini sudah masuk ke dalam taksi yang tadi di berhentikan nya.


Gadis itu memegang dada nya.. "YA..!! Kenapa kau berdetak sekencang ini, hem ??" tanya nya dalam hati, bingung karena sejak semalam saat bersama pria itu jantungnya sudah tidak terkontrol. Setelah 10 tahun lebih lira tidak merasakan debaran yang seperti ini, entah kenapa dengan ivan lira bisa merasakan nya lagi. Padahal sudah banyak pria yang bersama nya meskipun tanpa ikatan, tapi tidak ada satu pun yang mampu membuat jantung nya berdebar sekuat ini, termasuk james.


*Sementara itu di dalam taksi...


Ivan menatap ke luar jendela, memandangi hiruk pikuk kendaraan yang padat khas pagi hari dari balik jendela mobil tersebut. Pikiran nya entah berada di mana. Tapi sejak semalam dia merasakan keanehan dalam diri nya.


Huh


Ivan menghembuskan nafas kasar..


"Apa yang sebenarnya terjadi pada ku..?? Kenapa melihatnya dengan pria lain membuat ku jadi marah seperti ini..!!"


๐Ÿ’ฎ


๐Ÿ€King View Hotel..


Saat pagi hari nya Karin mulai mengerjapkan kedua matanya, perlahan kesadaran nya pun mulai kembali.


Deg!!


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan seorang pria bertubuh atletis dengan roti sobek nya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di bagian pinggang nya..


"Hai. Selamat pagi..." ucap nya dengan senyum yang semanis madu..


Pria itu menghampiri karin yang masih melamun dengan muka bantalnya.


Cupp..


"Mas.." ucap karin dengan suara serak saat mendapatkan morning kiss di bibirnya dari sang suami..


"Mau mandi dulu atau langsung sarapan ??" tanya raga seraya menjatuhkan bokongnya di sisi tempat tidur.. Tangannya terulur membelai rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istri nya..


"Mandi.." kata karin singkat, jujur dia masih malu karena terus kepikiran kejadian yang semalam.


Raga tersenyum.. "Mau aku bantu ??" tanya nya dengan penuh perhatian


Karin menggeleng pelan, lalu bangun seraya menutupi tubuh nya yang masih polos dengan selimut. Wanita itu pun segera melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi..


Grep..


Raga memeluk dari belakang..


"Mas.."

__ADS_1


"Seperti ini dulu, sebentar saja.." gumam raga sambil terus memeluk erat karin dari belakang..


"Sayang.."


"hem.." jawab karin..


"Bagaimana kalau kita honeymoon.."


"Honeymoon..??" beo karin


"he'em.. Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama mu.."


"Kenan bagaimana ??" tanya karin langsung terpikirkan putra nya..


Raga membalikkan tubuh istri nya perlahan, "Kita tanya saja, ken mau ikut atau tidak. Kalau mau ikut pun tidak masalah, yang pasti aku ingin terus bersama mu, seperti ini.."


Karin mencubit pipi suami nya, gemas.. "Kenapa suami ku jadi super manja begini, hem ??"


"Seharusnya sejak dulu aku bermanja manja seperti ini dengan mu, tapi aku terlalu bodoh membuang buang waktu kita yang berharga dengan keegoisan ku.."


Karin berjinjit, lalu...


Cupp


Untuk pertama kali nya karin mengecup bibir raga lebih dulu. Raga mematung, terkejut dengan serangan mendadak yang karin berikan padanya..


"Ssttt, jangan bicara seperti itu, mas. Itu bukan hanya kesalahan mu, tapi juga salah ku yang tidak menyadari bahwa suami ku ini ternyata sudah sangat mencintai ku sejak dulu. Terimakasih karena kamu tidak pernah meninggalkan aku dan ken.." Karin memeluk suami nya dengan satu tangan, karena tangannya yang lain sibuk menahan selimut yang melingkar di tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai..


Hushhh..


Tiba tiba karin merasakan tubuhnya kembali melayang di udara..


"Astaga, mas. Turunkan aku!!" pekik karin terkejut ketika raga mengangkat tubuh nya seperti mengangkat karung beras, kepala karin berada di belakang punggung suami nya..


"Ayo kita mandi bersama.."


"Hah ? Bukan nya tadi kamu sudah mandi ?"


Raga tersenyum sambil menundukkan karin di atas closet "Memang sudah. Tapi mandi bersama mu kan belum.." ucap nya dengan tersenyum penuh arti..


Dan kegiatan panas mereka pun kembali terulang di dalam bathtub dan di bawah guyuran shower. Raga seolah tidak pernah puas, dia tidak membiarkan karin keluar dari kamar mandi sebelum dia menumpahkan bibit unggul nya sampai 2 kali.


..


Raga dan karin sudah berpakaian lengkap, sebelum ivan pergi raga meminta asisten nya itu menyiapkan segala keperluan nya selama berada di kota B bersama dengan sang istri..


"Mas, ayo aku sudah telat.." ucap karin ketika suami nya itu masih sibuk entah sedang apa, sementara diri nya sudah sangat terlambat untuk berangkat ke salon nya..


"Sebentar, sayang.." jawab raga lalu berjalan menghampiri karin yang sudah ada di depan pintu kamar hotel tersebut..


Raga tiba tiba memegang tangan sang istri, lalu...


"Jangan pernah berani untuk melepasnya lagi!!" ujar nya sambil memakaikan cincin pernikahan mereka di jari manis sang istri..


"Maaf.." balas karin dengan wajah sedih..


Cupp..

__ADS_1


Raga mengecup kening karin, dalam dan cukup lama..


"Dengan kamu memakai ini aku ingin semua orang tahu bahwa kamu milikku. Aku tidak mau ada pria mana pun yang berani mendekati istri ku..!!


__ADS_2