Sebuah Luka

Sebuah Luka
Chapter 64


__ADS_3

Pagi hari saat membuat sarapan tiba-tiba saja Ara merasakan sakit dikepalanya. Namun karena sakitnya yang hanya sebentar Ara kembali melanjutkan aktifitasnya membuat sarapan dan menyiapkan keperluan suaminya.


Setelah Ibra berangkat ke kantor, Ara kembali merasakan sakit di kepalanya. Namun setelah berbaring sebentar sakitnya kembali hilang.


" Bi Darmi... " panggil Ara berjalan ke dapur.


" Iya non " jawab bi Darmi menghampiri Ara.


" Bi Darmi ke supermarketnya sendiri saja tidak apa kan? Kepala Ara sedikit sakit jadi tidak bisa ikut " ucap Ara yang memang sejak semalam telah membuat janji dengan bi Darmi akan ke supermarket bersama.


" Iya tidak apa non, non Ara istirahat saja, jangan lupa minum obat "


" Iya bi, bi Darmi perginya sama pak Mamat saja ya "


" Tidak usah non bibi pergi sendiri saja, dia lagi cuci mobil, kalau saya minta antar bakal marah-marah dia " ucap bi Darmi membuat Ara tertawa. Ara sudah sangat tau kalau sepasang suami istri paruh baya ini sangat suka bertengkar hanya karena hal-hal kecil.


" Ya sudah terserah bibi saja, tapi bibi hati-hati ya " ucap Ara.


" Iya pasti non "


Setelah beberapa menit kepergian bi Darmi, pak Mamat ke kamar Ara untuk memberitahu bahwa ada tamu yang mencarinya.


" Siapa pak? " tanya Ara


" Bapak juga tidak tau non, bapak baru lihat orangnya " jawab pak Mamat


" Oh ya sudah " ucap Ara lalu kemudian keluar menuju ruang tamu. " Rafael... " gumam Ara saat melihat siapa yang datang.


" Hai... " sapa Rafael saat melihat Ara.


" Kak Ibra sudah ke kantor " ucap Ara tanpa bertanya tujuan Rafael kesini.


" Iya saya tau, saya kesini ingin menemuimu " ucap Rafael membuat Ara merasa bingung " Bagaimana kalau kita duduk dulu " sambungnya melihat Ara yang terus berdiri.


" Saya akan buat minum dulu " ucap Ara yang akan pergi meninggalkan Rafael.


" Tidak usah, saya sudah minum kopi tadi " jawab Rafael.


" Ah iya.. " ucap Ara kemudian mendudukkan dirinya. " Ada perlu apa ya? " tanya Ara.

__ADS_1


" Saya hanya ingin tau kabarmu saja " jawab Rafael tersenyum membuat Ara merasa aneh, tiba-tiba saja dia merasa semakin risih dengan kedatangan Rafael.


" Tapi kenapa? Apa itu penting? " tanya Ara mengerutkan keningnya.


" Iya sangat penting untukku " jawab Rafael membuat Ara semakin tidak tenang " Oh iya apa kau tidak ingat, dulu saya pernah ke rumahmu bersama papa, saat itu kau masih terlihat lucu dan.... "


" Maaf sebelumnya, tapi kalau tujuan anda kesini hanya untuk sekedar berbasa-basi maaf saya tidak punya waktu karena saya punya banyak pekerjaan " ucap Ara memotong, membuat Rafael tertawa terbahak-bahak.


" Apa ada yang lucu? " tanya Ara bingung.


" Apa kau sedang menghindariku? " ucap Rafael " Dan juga, kau bisa berbicara santai denganku " sambungnya.


" Mungkin anda tidak tau, tapi ibu rumah tangga itu punya banyak pekerjaan dipagi hari " ngeles Ara


" Kenapa harus bekerja, apa Ibra tidak mampu menyewa pembantu untukmu? " ucap Rafael tersenyum meremehkan.


Baru saja Ara ingin menjawab perkataan Rafael tapi dia kembali merasakan sakit di kepalanya.


" Apa kau baik-baik saja? " tanya Rafael melihat Ara memegang kepalanya. " Kau kenapa? " ucapnya lagi kemudian menghampiri Ara dan memegang tangan Ara.


" Jangan sentuh saya " ucap Ara dengan cepat menepis tangan Rafael.


" Sebaiknya anda pulang, saya ingin istirahat " ucap Ara kemudian pergi meninggalkan Rafael.


" Apa itu hanya alasanmu untuk menghindariku? " batin Rafael, kemudian keluar dari rumah Ara.


Sore harinya Ibra pulang dan mendapati Ara yang sedang berbaring di tempat tidur.


" Apa kamu sakit? " tanya Ibra memegang kepala Ara dengan maksud memeriksa suhu tubuh Ara.


" Sudah pulang? " ucap Ara mendudukkan dirinya.


" Kata bi Darmi katanya kamu sakit " ucap Ibra


" Hanya sakit kepala " ucap Ara


" Kalau begitu aku panggil dokter ya " ucap Ibra


" Tidak usah, aku sudah baikan kok. Sakitnya sudah hilang setelah aku minum obat tadi " ucap Ara.

__ADS_1


" Sungguh?? " tanya Ibra sambil merapikan rambut Ara.


" Iya " jawab Ara mengangguk.


" Syukurlah, kalau sakitnya datang lagi kamu beritahu kakak ya "


" Iya pasti " jawab Ara mengiyakan. " Oh iya, tadi Miya menelfon katanya pernikahannya akan diadakan bulan depan " ucap Ara tersenyum bahagia.


" Syukurlah... " jawab Ibra


" Apa boleh kalau aku menginap selama seminggu? " pinta Ara


" Seminggu?? Tapi itu sangat lama " jawab Ibra.


" Seminggu itu hanya sebentar kok " ucap Ara


" Kalau kamu pergi, siapa yang akan mengurusku? " tanya Ibra merayu


" Kan ada bi Darmi " jawab Ara


" Rasanya akan berbeda " ucap Ibra dengan nada sedih.


" Ya sudah, kalau begitu tiga hari saja " ucap Ara mengalah, merasa kasihan jika harus meninggalkan suaminya.


Mendengar ucapan istrinya, Ibra lalu memeluk Ara " Kamu memang paling mengerti " ucap Ibra.


" Tapi kakak juga ikut kan? " tanya Ara


" Iya pasti "


" Ya sudah kalau begitu kakak mandi dulu sana " ucap Ara mendorong tubuh suaminya.


" Siap sayang " ucap Ibra mencium bibir Ara sekilas sebelum berlalu ke kamar mandi.


.


.


Bagi like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤

__ADS_1


__ADS_2