
Setelah mengiyakan ajakan Miya, Ara dan yang lainnya berangkat ke kantor Abyan untuk menghadiri acara peluncuran produk terbaru perusahaan tersebut.
"Kalian duduk disini saja ya, aku kesana dulu," ucap Abyan menunjuk sekumpulan karyawan kantor.
"Iya," jawab Miya mengiyakan "Untung kamu ikut, jadi aku sedikit santai," ucap Miya pada Ara. "Kalau dengan karyawan kantor biasanya aku sedikit jaga wibawa," sambungnya berbisik.
"Aku jadi penasaran, kamu kalau lagi jaim modelnya seperti apa," ucap Ara tersenyum.
"Yang jelas tidak membuat malu mas Abyan," jawab Miya tertawa.
"Miya!" sapa seseorang disela percakapan mereka.
"Hei Anton.. Kau datang juga?" ucap Miya melihat rekan kerjanya.
"Iya, aku kesini bersama Pak Eka."
"Oh ya, ya sudah ayo duduk," ucap Miya mempersilakan Anton duduk di kursi yang ada di sebelahnya. "Ara perkenalkan ini pak Anton rekan kerjaku dan sebentar lagi akan jadi rekan kerja kamu," sambung Miya memperkenalkan keduanya.
"Maksud kamu?" tanya Anton.
"Iya, dia yang akan menggantikanku di kantor. Saya sudah memasukkan permohonannya dan Pak Eka menyetujuinya," jelas Miya.
"Begitu ya, kalau begitu selamat ya," ucap Anton tersenyum pada Ara. "Lalu siapa gadis kecil ini?" tanya Anton tersenyum pada Alea yang duduk tidak jauh darinya.
Alea pun membalas senyum Anton dan mengangkat tangannya menyalami tangan Anton dan mencium punggung tangan Anton "Alea Om!" ucapnya memperkenalkan diri.
"Anak yang manis" ucap Anton mengelus rambut Alea.
"Dia putri Ara, dan putriku juga," ucap Miya pada Anton.
"Benarkah? Saya pikir kamu belum menikah," ucap anton tersenyum.
"Kenapa, kamu naksir?" tanya Miya cepat " Awwww!" teriaknya yang mendapatkan cubitan di lengannya dari Ara.
"Mana mungkin saya naksir dengan istri orang," jawab Anton tersenyum malu.
__ADS_1
"Dia tidak... "
Dengan cepat Ara menggenggam erat lengan Miya sebelum Miya meneruskan ucapannya "Iya anda benar. Jangan perdulikan ucapan Miya, dia terkadang suka berbicara yang aneh-aneh," ucap Ara tertawa pada Anton.
"Iya kamu benar sekali. Dia sangat cerewet di kantor, mungkin kami akan merindukannya nanti," jawab Anton menunjukkan ekspresi sedihnya pada Miya.
"Lebay!" jawab Miya ketus.
Acara pun di mulai. Dan seluruh tahap-tahap acara telah terlaksana. Di akhir acara seluruh tamu undangan di hibur oleh penampilan artis ibu kota yang membawakan lagu Surat Cinta Untuk Starla dari Virgoun.
"Kalau begitu kalian pulang di antar sopir. Tidak masalah kan?" ucap Abyan pada Miya karena tidak dapat pulang bersama istrinya.
"Iya tidak masalah," jawab Miya "Tapi aku mau ke toilet dulu," ucap Miya yang tiba-tiba kebelet buang air kecil.
"Ya sudah biar aku temani," ucap Ara "Lea disini dulu ya sama Paya," sambungnya pada putrinya.
"Iya ma!" jawab Alea pelan karena sudah merasa mengantuk.
"Pak Abyan!" sapa seseorang saat Miya dan Ara baru saja berlalu ke toilet.
"Iya maaf kami sedikit terlambat tadi," jawab Ryan.
"Iya tidak masalah," ucap Abyan namun kemudian seorang pria datang menghampiri Abyan dan menyampaikan sesuatu padanya. "Iya baiklah, saya akan kesana," ucap Abyan pada pria tersebut kemudian melihat ke arah Alea yang tengah menggenggam tangannya.
"Ehem... Oh iya Pak Ryan boleh saya menitip putri saya?" ucap Abyan ragu-ragu "Saya ingin menemui seseorang, tapi sebentar lagi mamanya akan kesini kok, katanya tadi ke toilet hanya sebentar kok!" sambungnya.
"Iya tidak masalah Pak!" ucap Ryan tersenyum namun tidak dengan Ibra yang merasa tidak senang dengan permintaan Abyan.
"Alea sama om ini dulu ya. Tidak apa kan sayang?? Sebentar lagi mama datang kok," ucap Abyan
"Iya Paya!" jawab Alea yang kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Abyan dan beralih memegang tangan Ibra yang ada di depannya.
Ibra yang merasakan genggaman tangan Alea merasa kaget, tiba-tiba darahnya terasa berdesir, ada rasa hangat yang tiba-tiba menyelimutinya. Ibra kemudian menunduk menatap pada Alea yang ternyata juga telah menatapnya sambil tersenyum, dan entah mengapa Ibra jadi ikut tersenyum melihat wajah teduh Alea.
"Anak cantik namanya siapa?" tanya Ryan pada Alea.
__ADS_1
"Alea om!"
"Ayo sini sama om." Ryan mencoba meraih tangan Alea, namun Alea malah menggeleng dan memeluk Ibra.
"Sudah biar sama saya saja," ucap Ibra sambil mengelus-elus rambut Alea. Alea kemudian menarik-narik tangan Ibra.
"Ada apa?" tanya Ibra.
"Lea ngantuk."
"Lalu?" tanya Ibra tidak mengerti. Alea lalu mengangkat kedua tangannya.
Ibra mengernyitkan keningnya tidak mengerti, "Gen...dong?" tanyanya ragu-ragu dan mendapatkan anggukan dari Alea. Ibra kemudian berbalik menatap Ryan.
"Sudah gendong saja, kasihan anak orang," ucap Ryan tertawa mengerti dengan tatapan Ibra. Bagaimana bisa dia akan merusak penampilannya demi menggendong anak orang lain.
"Astaga!" gumam Ibra kecil kemudian mengangkat tubuh Ara dan membawanya ke dalam gendongannya.
Melihat itu Ryan merasa lucu dan menertawakan Ibra. Ibra yang tidak terima ditertawakan kemudian menendang Ryan.
"Kau pergilah mencari Abyan." Perintah Ibra dengan nada kesal.
"Tunggu mamanya saja."
"Sekarang!" ucap Ibra tidak ingin dibantah.
"Baiklah," ucap Ryan kemudian berlalu.
.
.
Terimakasih banyak buat yang sudah memberikan dukungannya dengan Like, Komen dan Votenya, Loveyuu 😘😘
Tetap berikan Like, Komen dan Votenya yaa teman-teman 🤗❤
__ADS_1