
Setelah mendapat persetujuan dari Widi, Ara mulai mengemasi barang-barangnya, dua hari lagi dia akan berangkat ke Surabaya.
" Mama kok baju-baju Lea dimasukin ke dalam tas semua " ucap Alea yang baru saja masuk ke dalam kamar.
" Kita akan ke rumah Maya sayang " jawab Ara yang masih sibuk mengemasi pakaian Alea. Maya adalah panggilan Alea untuk Miya. Maya yang berarti Mama Miya dan Paya untuk Papa Abyan. Dan semua itu atas ajaran Miya.
" Kerumah Maya?? Yeeee.... " teriak Alea girang.
Selama ini Alea sangat senang jika diajak liburan ke rumah Miya karena Miya selalu saja memanjakannya. Membelikan apapun yang Alea mau. Bahkan selama ini semua kebutuhan Alea Miya yang menanggungnya. Setiap bulan Miya akan mengirimkan semua kebutuhan Alea, dan Ara sudah terbiasa dengan itu, karena meski Ara menolak Miya tidak akan memperdulikannya.
" Tapi kenapa bajunya dibawa semua? Apa kita akan lama? " tanya Alea lagi mendudukkan diriya dilantai disamping Ara.
" Iya kita akan tinggal disana, apa Lea suka? " jawab Ara memutar posisi duduknya menghadap Alea dan menggenggam tangan putrinya.
" Suka ma, suka. Lea sangat senang, artinya Lea tidak usah bertemu mas Rizky lagi " jawabnya sumringah.
" Kok seperti itu, tidak boleh bicara seperti itu sayang, biar bagaimanapun mas Rizky itu masnya Lea, suatu saat pasti akan Lea rindukan " ucap Ara mengangkat tubuh Alea dan mendudukkannya di pangkuannya. " Nanti saat dirumah Maya Lea jangan nakal ya, jangan suka minta yang macam-macam sama Maya, kalau Lea pengen sesuatu mintanya sama mama ya sayang " ucap Ara menasehati.
" Iya ma " jawab Alea yang kemudian berdiri " Mama tunggu ya " ucapnya yang kemudian berlari ke arah lemari. " Baju papa jangan dilupakan " ucapnya memberikan sebuah kaos oblong putih pada Ara.
" Iya sayang, mama tidak akan lupa " ucap Ara tersenyum meraih baju tersebut dan menyimpannya di atas susunan baju Alea.
" Ya sudah sekarang Alea gosok gigi ya, cuci kaki lalu kita tidur " ucap Ara mencium putrinya.
" Iya ma... ayo... " jawab Alea bersemangat menarik tangan Ara menuju kamar mandi.
***
__ADS_1
" Barangnya sudah ini semua? " tanya Yono mengangkat barang Ara dan memasukkannya ke dalam bagasi.
" Iya mas " jawab Ara.
" Ya sudah ayo " ucap Yono setelah menutup pintu bagasi mobil.
" Kalau begitu Ara pamit ya mba " ucap Ara pada Widi.
Widi berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Alea " Alea jangan lupa sering-sering kunjungi tante Widi ya " ucapnya memeluk Alea " Tante Widi pasti akan sangat merindukan Lea " ucapnya yang sudah menangis.
" Iya tante, Lea juga pasti merindukan tante Widi " jawab Alea membuat Widi semakin bersedih.
" Lea jangan nakal ya disana " ucapnya melepaskan pelukannya dan kemudian menghapus air matanya sebelum berdiri menghampiri Ara. " Maaf ya mba tidak bisa ikut mengantar kalian, mba harus menyelesaikan kue pesanan orang " ucapnya pada Ara.
" Iya mba tidak apa. Makasih ya mba untuk semuanya, maaf selama ini kami telah merepotkan kalian " ucap Ara yang kemudian mendapatkan pelukan dari Widi.
" Iya mba terimakasih " ucap Ara yang juga sudah menumpahkan air matanya dipelukan Widi.
" Jaga diri kalian baik-baik ya, jika kamu lelah bekerja kamu pulanglah, pintu rumah mba selalu terbuka untuk kamu " ucap Widi namun tidak mendapatkan tanggapan dari Ara yang masih terus menangis. " Mba selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, semoga Allah senantiasa menjaga kalian " ucapnya yang hanya mendapatkan anggukan dari Ara.
" Ya sudah kalian berangkat sekarang, nanti kalian terlambat " ucap Widi melepaskan pelukannya.
" Mba Widi juga jaga diri baik-baik, Ara janji akan sering-sering kesini " ucap Ara dengan suara serak.
" Mas Rizky mau ikut ngantarin Lea tidak? " teriak Yono pada putranya yang berdiri di depan pintu rumah. Namun Rizky malah berlari masuk ke dalam rumah. Lea yang melihatnya pun ikut berlari masuk.
" Alea.. " teriak Ara namun tidak perdulikan oleh Alea yang sudah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Mas Rizky, Lea pergi ya " pamit Alea pada Rizky yang berdiri dibelakang pintu kamarnya. Tempat persembunyian mereka jika sedang berbuat salah pada orangtua mereka.
" Maafin Lea ya selama ini suka buat mas Rizky marah, suka ngaduin mas Rizky juga " ucap Lea namun Rizky terus saja diam menunduk.
" Lea mau peluk mas Rizky boleh? " tanya Alea, dan setelah mendapat anggukan dari Rizky, Alea memeluknya meski Rizky tidak membalas pelukannya.
" Lea pergi ya " ucap Alea setelah melepaskan pelukannya kemudian berlari keluar.
Ara kemudian berangkat diantar oleh Yono menuju bandara. Dan setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani. Setelah mengantar Ara masuk ke dalam bandara, Yono kemudian pamit pulang pada Ara.
Dan saat ini pesawat dengan arah Surabaya telah membawa Ara bersama putrinya terbang menuju kehidupan baru mereka.
" Mama kenapa nangis? " tanya Alea yang melihat Ara kembali menangis.
" Tidak apa sayang " jawab Ara memeluk putrinya.
" Mama rindu ya sama tante Widi? " tanya Alea dan Ara hanya mengangguk. " Alea juga sudah rindu sama mas Rizky " ucap Ara polos.
Ara tidak mungkin menceritakan pada putrinya bahwa saat ini ia sedang menangisi kehidupannya yang selalu saja merepotkan orang-orang di sekitarnya. Dan saat ini Ara berjanji pada dirinya akan terus bekerja agar bisa hidup mandiri bersama putrinya tanpa harus merepotkan pada orang lain.
.
.
Makasih ya buat yang sudah memberikan dukungannya dengan like, komen dan juga votenya, Lovyuu 😘😘
Terus berikan like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤
__ADS_1