Sebuah Luka

Sebuah Luka
Chapter 66


__ADS_3

Ibra yang sedang sibuk mengerjakan beberapa file dari papanya menghentikan sejenak pekerjaannya saat melihat ponselnya berbunyi dengan menampilkan nama kontak Bi Darmi.


Dan betapa kagetnya ia saat mendapat kabar dari bi Darmi kalau Ara hilang.


" Hilang kemana bi ? Bukannya dia di rumah? " ucap Ibra yang memang hanya tau kalau Ara berada dirumah karena setaunya saat akan keluar Ara selalu meminta izin padanya terlebih dahulu.


Bi Darmi kemudian menceritakan tentang mereka yang keluar untuk makan soto ayam atas permintaan Ara dan berakhir dengan kehilangan Ara.


" Mungkin saja dia pergi ke tempat lain, coba bibi cek. Atau coba bibi hubungi " ucap Ibra yang berusaha untuk tidak panik, Ara bukan anak kecil lagi bagaimana bisa hilang.


" Sudah den tapi tidak aktif "


" Ya sudah saya kesitu sekarang " ucap Ibra meninggalkan pekerjaannya.


Setelah sampai di depan warung soto tersebut Ibra kembali menghubungi bi Darmi menanyakan keberadaannya. Dan setelah mengetahui keberadaan bi Darmi yang ternyata berada di dalam toko samping warung tersebut untuk mengecek cctv toko tersebut, Ibra kemudian menyusul ke toko tersebut.


" Den sepertinya non Ara diculik " ucap bi Darmi menyambut kedatangan Ibra dengan kepanikan.


" Den Ibra lihat deh, sepertinya ini laki-laki yang pernah datang ke rumah waktu itu " ucap pak Mamat menunjukkan rekaman cctv yang memperlihatkan saat Rafael mendorong Ara masuk ke mobilnya.


" Rafael?? " ucap Ibra tidak percaya, seketika pikirannya kemana-mana tentang apa yang dilakukan Rafael pada istrinya, setahunya mereka tidak saling mengenal, apa mereka punya hubungan yang ia tidak ketahui, tanyanya pada dirinya.


Dengan segera Ibra mengambil ponselnya di saku celananya dan menghubungi Rafael.


" Dimana istriku? " ucapnya saat panggilannya tersambung.


" Dia bersamaku, maaf saya membawanya tanpa meminta izin padamu terlebih dahulu "


" Kak Ibra tolong Ara " teriak Ara yang terdengar oleh Ibra.


" Apa yang kau lakukan ha??? " teriak Ibra yang sudah tidak dapat menahan amarahnya. " Katakan dimana kalian??? " teriaknya lagi.

__ADS_1


" Kenapa kau jadi marah-marah, santailah saya rasa kamu bisa mengeceknya lewat gps ponselku " ucap Rafael yang tetap tenang.


" Sebenarnya apa maumu? "


" Kalau saya mengatakan saya mau istri kamu apa kau akan memberikannya? "


" Apa kau sudah gila?? " ucap Ibra dan Ara bersamaan. Setelah mengatakan itu Ibra memutuskan sambungan ponselnya, dengan segera berlari keluar dari toko itu dan mengendarai mobilnya ke tempat Rafael dan istrinya berada sekarang.


" Apa maksudmu mengatakan itu? " tanya Ara pada Rafael.


" Saya rasa kamu bisa menebaknya " jawabnya lalu memegang pundak Ara.


" Apa yang kau lakukan? " ucap Ara menepis tangan Rafael.


" Oh iya, ceritaku belum berakhir " ucap Rafael tersenyum lalu mendekatkan wajahnya pada Ara, melihat pergerakan Rafael dengan cepat Ara memundurkan wajahnya.


" Apa kau tau saya telah menghabiskan semalam penuh dengan gadis itu " bisik Rafael menyeringai.


Mendengar ucapan Rafael tiba-tiba saja jantung Ara berdetak dengan sangat cepat, pikirannya kembali berputar ke masa lalu saat dirinya jadi korban pemerkosaan pria yang tidak diketahui identitasnya hingga saat ini.


" Iya, apa kamu sudah mengingatnya? Bukankah malam itu begitu indah? " ucap Rafael yang tidak mendapatkan tanggapan dari Ara yang justru terdiam sambil memegang dadanya dan mencengkeram pakaian yang melapis dadanya, mengenang semua yang dialaminya beberapa tahun yang lalu.


" Apa kau tahu setelah penolakan dari ayahmu yang terus menerus, membuatku menjadi seperti orang gila, tidak ada lagi harapanku untuk memilikimu, hingga ide itu muncul di kepalaku. Mungkin hanya itu satu-satunya jalan agar ayahmu mau melepasmu untukku. Tapi setelah melakukan itu, aku justru merasa sangat bersalah padamu, dan sangat takut kamu membenciku. Ditambah lagi saat mendengar kabar bahwa kamu menjadi depresi membuatku semakin takut untuk mengakui kesalahanku " ucap Rafael panjang lebar


" Maafkan aku atas segala kesalahanku, tidak bisakah kau menerimaku dan meninggalkan Ibra? " sambungnya memohon namun tetap saja tidak mendapatkan tanggapan dari Ara.


" Ara " panggilnya memegang bahu Ara.


" Jangan menyentuhku " ucap Ara cepat menepis tangan Rafael.


" Saya mau keluar, biarkan saya keluar dari sini " teriak Ara menangis. Saat ini mobil Rafael terparkir disebuah tanah lapang yang jauh dari keramaian.

__ADS_1


" Buka.. Bukaaaa.... " teriak Ibra mengetuk jendela mobil Rafael.


" Sudah waktunya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya jadi milikku " ucap Rafael menyeringai kemudian membuka pintu mobilnya.


" Apa yang kau lakukan?? " teriak Ibra menarik kerah baju Rafael dan memukul Rafael dengan brutal hingga Rafael terjatuh.


" Kak Ibra berhenti " teriak Ara menghentikan Ibra dibantu oleh sopir Rafael.


" Kau begitu bersemangat, padahal saya tidak melukainya " ucap Rafael berdiri dibantu oleh sopirnya.


" Apa dia melukaimu? " tanya Ibra memeriksa tubuh istrinya yang sedang menangis. Ibra kemudian menghapus air mata istrinya dan memeluknya.


" Bagaimana mungkin saya melukai orang yang saya cintai " ucap Rafael membuat Ibra semakin geram.


Mendengar ucapan Rafael membuat Ara semakin khawatir kalau sampai Rafael mengatakan semuanya pada Ibra.


" Apa kau sudah gila? " ucap Ibra yang kembali ingin memukul Rafael namun dengan cepat di tahan oleh Ara.


" Sudah kak.. Ayo kita pulang " ucap Ara menarik tangan Ibra menuju mobil. Meski awalnya menolak akhirnya Ibra mengikuti istrinya untuk pulang, meladeni Rafael akan membuatnya semakin emosi.


" Saya tidak menyangka seorang Ibrahim rela mengambil wanita bekasku " teriak Rafael saat Ibra menjauh darinya.


Ibra tiba-tiba menghentikan langkahnya kemudian berbalik pada Ara yang juga tengah berhenti tepat di depan Ibra.


Ara kemudian berbalik menatap wajah Ibra yang menatapnya tajam. Perlahan Ara menggelengkan kepalanya dan melepaskan genggamannya pada tangan suaminya. Apa yang ia takutkan selama ini akhirnya terjadi juga, mungkin semuanya akan berakhir saat ini juga pikirnya.


" Saya juga tau bagaimana manisnya tubuhnnya, ahhh... sungguh memabukkan " ucap Rafael lagi membuat Ibra semakin meradang.


Namun dengan cepat Ibra meraih tangan istrinya dan menariknya masuk ke dalam mobilnya.


.

__ADS_1


.


Bagi like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤


__ADS_2