Sebuah Luka

Sebuah Luka
Chapter 72


__ADS_3

"Aleaaa!" teriak Miya merentangkan tangannya saat melihat orang yang ditunggu-tunggunya keluar dari pintu kedatangan bandara.


"Payaaa!" teriak Alea berlari pada Abyan yang dengan cepat menyambutnya dan membawanya dalam gendongan.


"Putri Paya semakin berat saja," ucap Abyan mencium pipi Alea.


"Kan Lea sudah besar. Lea kangen banget deh sama Paya," ucap Alea mengalungkan tangannya dileher Abyan dan mencium pipi Abyan.


"Jadi hanya kangen sama Paya saja nih?" ucap Miya cemberut.


"Kangen sama Maya juga kok!" jawab Alea melepaskan pelukannya pada Abyan dan berpindah memeluk wajah Miya yang berdiri disamping suaminya dan menciumi seluruh wajah Miya, membuat Miya tertawa geli.


"Ponakan onty apa kabar?" ucap Ara mengelus perut Miya yang sudah besar karena usia kandungan yang sudah masuk sembilan bulan. Miya baru hamil setelah empat tahun pernikahannya, setelah melalui proses Fertilisasi in Vitro. Dan ia sudah berjanji pada suaminya, saat mereka punya anak Miya akan berhenti bekerja dan akan fokus mengurus anak mereka.


"Baik onty!" jawab Miya menirukan suara anak kecil.


"Kenapa harus ikut menjemput kami segala sih, kan bisa suruh sopir saja. Perut besar begini pasti susah geraknya," ucap Ara saat mereka berjalan keluar bandara. Sedangkan Abyan dan Alea sudah berjalan lebih dulu didepan mereka.


"Demi sahabatku," ucap Miya mengalungkan tangannya dilengan Ara dan menyandarkan kepalanya dibahu Ara. "Malah kata mas Abyan aku harus banyak gerak, biar nanti gampang lahirannya."


"Iya sih! tapi tetap saja kamu juga harus sellalu berhati-hati."


"Iya! Iya!" jawab Miya yang kemudian melepaskan pelukannya karena mendapatkan panggilan telfon. "Arumi," ucapnya pada Ara menunjukkan nama penelfon.


Ara lalu meraih ponsel Miya dan menerima panggilan video dari Arumi. Arumi sudah tau kalau hari ini Ara akan tinggal dirumah Miya karena itu dia menghubungi Miya karena ingin tau keberadaan Ara. Dan ketiganya saling berbagi kabar selama diperjalanan menuju rumah Miya.


Setelah tiba dirumahnya, Miya menunjukkan pada Ara kamar yang akan Ara tempati bersama Alea. Bukan lagi kamar tamu yang biasanya keduanya gunakan saat berkunjung ke rumah Miya. Kamar dengan nuansa pink muda yang sengaja Miya dekor untuk menyambut kedatangan Alea. Dikamar tersebut terdapat banyak balon dan ucapan selamat datang untuk Alea.


"Wahhh! kamarnya cantik sekali." Alea lompat-lompat kegirangan.


"Lea suka?" tanya Miya


"Iya Lea sangat suka Maya!"


"Kau berlebihan," ucap Ara tertawa kecil melihat usaha sahabatnya lalu memeluk Miya. "Terimakasih ya.. Kau selalu saja seperti ini," ucap Ara yang merasa kalau Miya selalu memperlakukannya secara berlebihan.


"Bukan untukmu, itu untuk putriku," jawab Miya.


"Terserah!" ucap Ara melepaskan pelukannya, membuat Miya tertawa.


"Sayang!" panggil Abyan yang telah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Ada apa?" jawab Miya menghampiri suaminya.


"Aku keluar dulu ya, mau bertemu seseorang." Pamit Abyan.


"Tidak ikut makan siang bareng?"


"Iya maaf sayang, mas lupa kalau sudah ada janji."


"Ya sudah tidak apa. Tapi pulangnya beliin kami es krim ya!"


"Iya Lea juga mau es krim," jawab Alea yang sudah berdiri di samping Miya.


"Iya siap!" jawab Abyan lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Alea "Lea mau apa lagi?"


"Emmm..." ucap Alea nampak berpikir, " udah es krim aja."


"Yakin?" tanya Abyan memastikan.


"Iya yakin," jawab Alea mengangguk.


"Oke.. Kalau begitu Paya pergi dulu ya!" jawab Abyan mencium pipi Alea, kemudian pamit pada Miya dan Ara.


***


"Siang pak Abyan!" ucap Ryan menyapa Abyan.


"Siang pak Ryan!" ucap Abyan berdiri dari duduknya lalu menjabat tangan Ryan.


"Maaf membuat anda menunggu," ucap Ryan


"Tidak masalah, kami juga belum terlalu lama kok!" jawab Abyan mengarah pada dirinya dan asistennya.


"Kenalkan ini Pak Ibrahim putra Pak Nahar," ucap Ryan memperkenalkan keduanya. Setelah saling memperkenalkan diri, ke empatnya kemudian membahas tentang proyek yang akan mereka kerjakan bersama.


"Oh iya minggu depan kami akan meluncurkan produk terbaru kami. Saya secara pribadi mengundang kalian untuk hadir di acara peluncuran produk terbaru kami," ucap Abyan disela percakapan mereka.


"Iya dengan senang hati, kami pasti akan datang," ucap Ryan "Kebetulan kami tidak ada kegiatan saat itu," sambungnya tertawa.


"Syukurlah, saya sangat senang mendengarnya" jawab Abyan. Lalu mereka kembali melanjutkan obrolan mereka.


"Sepertinya akan sangat menyenangkan saat ke acara Pak Abyan nanti, saya yakin banyak cewek cantik disana," ucap Ryan sumringah saat mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Kau pergilah sendiri," ucap Abyan.


"Kenapa? Apa kau tidak akan ikut?"


"Tidak!" jawab Ibra cepat.


"Kenapa?? Kau tau, papa kamu sangat suka hadir di acara-acara seperti itu, karena disana kita akan bertemu dengan banyak pengusaha-pengusaha lain di kota ini."


"Dan saya bukan papa. Lagi pula ada kamu yang mewakiliku."


"Astaga... Ya sudah terserah kamu," jawab Ryan pasrah.


***


"Apa kamu benar-benar tidak ingin ikut?"


"Iya tidak, aku dirumah saja," jawab Ara pada Miya yang mengajaknya ke acara perusahaan suaminya.


"Maya mau kemana?" tanya Alea yang mendengarkan percakapan keduanya.


"Mau ke acara makan-makan. Alea mau ikut?" tanya Miya.


"Iya mau.mau!" jawab Alea kegirangan.


"Ya sudah kalau begitu Alea ganti baju ya, pakai baju yang cantik kayak princess," ucap Miya bersemangat.


"Beneran mau bawa Lea?" tanya Ara menatap perut Miya.


"Iya benar. Kalau kamu khawatir ya sudah ikut saja."


"Lea tidak usah ikut ya?" ucap Ara membujuk putrinya.


"Mau, Lea mau ikut."


"Ya sudah kalau begitu," ucap Ara tidak bersemangat.


"Kamu ikut juga?" tanya Miya dan dijawab anggukan oleh Ara. Membuat Miya tertawa kesenangan.


.


.

__ADS_1


Makasih ya buat yang sudah memberikan dukungannya dengan like, komen dan juga votenya, Lovyuu 😘😘


Terus berikan like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤


__ADS_2