
Saat ini Bima dan Ara tengah duduk di salah satu bangku taman yang tidak jauh dari kafe tempat mereka nongkrong.
“Kamu suka lagunya?” tanya Bima.
“Iya bagus, suara Bapak juga bagus,” pujinya.
“Itu isi hati saya,” ucap Bima tersenyum, menatap gadis yang saat ini duduk di sampingnya.
Mendengar ucapan Bima, membuat Ara sedikit terkesiap seraya menatap pria yang ada di hadapannya. Untuk beberapa saat tatapan mereka saling bertemu, hingga akhirnya Ara mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Ara berusaha menahan rasa gugup yang menyelimuti perasaannya saat ini, detak jantungnya yang semakin tidak karuan membuatnya tidak bisa berpikiran jernih.
Apa dosennya itu sedang menyatakan perasaannya padanya? tidak tidak, ia sudah berpikir terlalu jauh. Ini semua karena Arumi, membuatnya selalu berpikir ke arah itu.
“Suara bapak benar-benar bagus, kenapa Bapak tidak jadi penyanyi saja?” tanyanya mencoba tersenyum. Meski di dalam hatinya ia merutuki pertanyaan yang ia lontarkan itu.
“Hahaha.. sungguh?” tanya Bima terkekeh, bukan karena pertanyaan Ara yang lucu, tapi ia tau gadis itu sedang mengalihkan pembicaraan.
“Iya, sangat bagus,” jawab Ara mengangguk.
“Jadi kamu suka lagunya?” tanyanya, dan setelah kembali mendapat anggukan dari gadis di depannya, Bima kembali melontarkan sebuah pernyataan yang membuat gadis itu semakin gugup, “lagu itu untukmu, dari hati saya…” Bima sedikit memutar tubuhnya, menatap lekat gadis yang saat ini menatapnya bingung, “saya suka sama kamu, Dara!”
“Ma..maksud, Bapak?”
“Saya suka sama kamu, entah sejak kapan, mungkin sejak pertama kali bertemu denganmu.”
Mata Ara membulat sempurna, ungkapan perasaan pria di hadapannya membuat jantungnya berdegup sangat kencang, bibirnya kelu tidak mampu mengeluarkan satu katapun dari sana. Tidak dipungkiri, ia juga telah jatuh hati pada pria itu, dan jika di tanya sejak kapan, mungkin baru kemarin.
“Kamu mau kan menerima perasaan saya?” tanya Bima bersungguh-sungguh.
“Bapak mengajak saya berpacaran?” tanya Ara perlahan.
Bima tertawa kecil mendengar ucapan Ara, “entahlah disebut apa, tapi kurang lebih seperti itulah,” jawabnya menggaruk tengkuknya, entah mengapa ia merasa malu mendengar kata pacaran.
“Tapi, ayah tidak memperbolehkan saya berpacaran.”
“Biar saya yang meminta izin ke ayah kamu,” ucapnya percaya diri. “Tapi sebelumnya saya akan bertanya padamu terlebih dahulu... apa kamu setuju jika saya meminta izin ke ayah kamu?”
Ara menatap lekat pria di hadapannya, mencoba mencari kesungguhan pada netra coklat pria itu, sebelum akhirnya mengangguk perlahan memberi persetujuannya.
Bima menarik kedua sudut bibirnya, merasa puas dengan jawaban yang diberikan gadis di hadapannya. Dengan persetujuan yang diberikan Ara padanya, bukankah itu berarti gadis itu juga menyukainya?
Bima yang secara spontan ingin memegang tangan Ara, dengan cepat menarik tangannya dan berganti mengelus kepala gadis itu, “terimakasih,” ucapnya melebarkan senyumnya.
Ara hanya menganggukkan kepalanya, tidak tau lagi harus mengatakan apa. Perlakuan yang diberikan Bima padanya, membuatnya semakin jatuh hati pada pria itu. Berulangkali hatinya mengucapkan kata maaf pada Arumi, karena merasa telah menghianati sahabatnya itu, yang mengatakan untuk tidak menerima perasaan Bima secepat ini.
Tapi ia juga tidak dapat berhianat pada hatinya yang memang menginginkan pria itu untuk dimilikinya.
__ADS_1
“Saya antar kamu pulang?” tanya Bima kemudian.
“Iya,” jawab Ara mengangguk, meski sebenarnya ia masih sangat ingin berlama-lama dengan pria di sampingnya.
Dan setelah mendapatkan persetujuan dari Ara, Bima dengan segera mengantar Ara pulang ke rumahnya. Meski sebenarnya ia juga sama, masih sangat ingin menahan gadis itu sedikit lebih lama. Tapi ia mencoba egois pada keinginannya, tidak ingin memberi kesan buruk pada Hartono, jika sampai telat mengantarkan putrinya pulang.
***
Malam harinya setelah makan malam dan melaksanakan kewajibannya, Ara menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di kamarnya.
Gadis itu terus saja mengembangkan senyumannya seraya menatap lekat langit-langit kamar tidurnya, memikirkan kembali kenangannya beberapa jam yang lalu, saat Bima menyatakan perasaannya padanya.
Hingga beberapa saat setelah Bima menguasai pikirannya, Ara tiba-tiba saja teringat dengan kedua sahabatnya.
Ara beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah ke arah meja belajarnya, meraih tas yang tadi ia gunakan ke kampus, kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam sana.
Setelah mendapatkan ponselnya, Ara kembali ketempat tidurnya dan mendudukkan dirinya disana. Ia perlahan membuka chat room sebuah grup yang diberi nama Charlie’s Angels, dan dengan ragu ia mengetikkan sebuah pesan disana.
Charlie’s Angels
Ara : Girls..
Arumi : Iya
Miya : Ada apa??
Miya : Truss????
Arumi : Gak langsung kamu terima kan??
Miya : Apa salahnya kalau dia menerimanya? Pak Bima kan ganteng, baik lagi.. jangan coba-coba melarangnya 😡
Arumi : Plisss, jangan jadi gampangan sepertinya 🙄
Ara : Saya bilang ke Pak Bima, kalau Ayah ngelarang saya pacaran
Miya : Yahhhh... ☹️
Ara : Tapi katanya dia akan meminta izin ke Ayah untuk itu
Miya : Whatt???
Miya : Wahh bener-bener nih Pak Bima bukan kaleng-kaleng 😍😍
Arumi : Tapi bagaimana dengan perasaan kamu sendiri?
Ara : Entahlah.. aku minta pendapat kalian??
__ADS_1
Arumi : Kalau kamu memang suka, kita akan ngedukung
Miya : Iya ngedukung 100%
Ara : Tapi, apa Pak Bima akan menerima masa laluku?
Arumi : Gak usah berpikir kesitu dulu, jalanin aja dulu, ada saatnya nanti kamu harus menceritakannya, tapi bukan sekarang
Arumi : Ingat ya bukan sekarang! Jadi jangan pernah berpikir untuk memberitahunya sekarang!!
Ara : Memangnya kenapa? bukannya sekarang sama nanti sama saja, tetap juga saya harus memberitahunya
Miya : Biar di bucin dulu 😅
Arumi : Yapss.. Miya kita pintar 👏👏
Miya : Iya dong 🤗
Ara : Gitu ya, baiklah... ya udah kalian tidur deh, aku juga udah ngantuk, love u 😘
Arumi : Emang orang yang lagi kasmaran bisa tidur?
Ara : Emang gak bisa?
Miya : Coba aja dulu 😁
Arumi : Nightt 😘
Sejam…
Dua jam…
Charlie’s Angels
Ara : Beneran gak bisa 😵
Arumi : 😴
Miya : 😴😴
Ara : Jahat 😭
.
.
.
__ADS_1
Bagi like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤