
Tok..tok...
Ceklek..
" Non Ara.. Apa non butuh sesuatu? " tanya bi Darmi melihat Ara yang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Bi Darmi sedang apa? " tanya Ara
" Tidak sedang ngapa-ngapain. Ada apa non? "
" Sepertinya enak deh bi siang-siang begini makan soto ayam " ucap Ara
" Oh non Ara pengen soto ayam, ya sudah biar bibi buatkan "
" Tidak usah bi. Kita cari diluar saja sekalian kita jalan-jalan, Ara juga bosan di rumah terus " ajak Ara.
" Ya sudah kalau begitu bibi ganti baju dulu "
" Oke bi Ara juga akan ganti baju, bibi jangan lama ya " ucap Ara lalu dengan cepat berlalu ke kamarnya.
Setelah berganti pakaian Ara dan bi Darmi di antar pak Mamat untuk mencari warung soto ayam. Setelah mendapatkannya mereka bertiga duduk bersama menikmati soto ayam tersebut.
" Enak ya bi " ucap Ara menyendokkan kuah terakhir di mangkoknya.
" Iya " jawab bi Darmi mengiyakan.
" Non Ara makannya cepat sekali " ucap pak Mamat melihat Ara yang sudah selesai makannya.
" Habisnya enak sih pak " ucap Ara tertawa " Ara keluar dulu ya, saya tunggu kalian di luar saja ya "
" Iya non, bapak juga sudah mau selesai kok " ucap pak Mamat lalu makan dengan cepat.
" Makannya tidak usah buru-buru pak santai saja, saya juga mau duduk-duduk dulu. Kalian nikmati waktu berdua kalian, Ara tidak akan mengganggu " ucap Ara menggoda.
" Apaan sih non " ucap bi Darmi tersenyum
Saat keluar dari warung Ara melihat sebuah truk penjual es krim di seberang jalan tepat di depan warung soto ayam tersebut.
" Sepertinya enak " ucap Ara yang kemudian berniat untuk membeli es krim.
" Hai Ara..." sapa seseorang
__ADS_1
" Kamu?? " ucap Ara melihat Rafael yang entah dari mana tiba-tiba berada disampingnya.
" Kita ketemu lagi " ucap Rafael tersenyum namun tidak di tanggapi oleh Ara yang malah pergi menghindarinya.
" Berhentilah menghindariku " ucap Rafael menahan tangan Ara.
" Apa yang kamu lakukan? " teriak Ara namun Rafael semakin menariknya dan mendorongnya masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh darinya.
" Jalan pak... " ucap Rafael pada sopirnya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
" Apa yang kau lakukan, saya mau turun " ucap Ara pada Rafael " Berhenti pak, berhenti.. Pak berbenti... " teriak Ara mencoba membuka pintu mobil tapi tidak bisa.
" Berhentilah berteriak kalau kau ingin aku menurunkanmu " ucap Rafael membuat Ara menghentikan teriakannya.
" Sebenarnya apa maumu? " ucap Ara emosi.
" Tidak ada, saya hanya ingin mengobrol denganmu, tapi kau terus saja menghindariku "
" Tapi tidak ada yang ingin saya bicarakan denganmu, kita tidak punya urusan " ucap Ara
" Tapi sangat banyak yang ingin saya ceritakan padamu. Ada baiknya kau mendengarnya terlebih dulu, setelahnya saya janji akan mengantarkanmu pulang " ucap Rafael.
" Kalau begitu cepat katakanlah " ucap Ara tidak senang.
Ara lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya, namun dengan cepat Rafael merampasnya dan melemparkannya keluar dari jendela mobil.
" Apa kau sudah gila? " teriak Ara
" Saya tidak ingin siapapun mengganggu saat saya sedang bercerita " ucap Rafael.
" Apa kau sakit? " ucap Ara kesal
" Ya disini rasanya sangat sakit sampai rasanya aku ingin gila karena tidak dapat menahan sakitnya " ucap Rafael memegang dadanya.
" Berhenti... saya mau turun... " ucap Ara menangis.
" Hei kenapa kau menangis, saya bahkan tidak menyakitimu " ucap Rafael panik
" Kau sudah gila.. Sebenarnya apa maumu, apa kau ingin membunuhku? " ucap Ara ketakutan, membuat Rafael tertawa.
" Pikiranmu terlalu jauh. Sudah saya katakan saya hanya ingin kau mendengarku saja, setelah itu saya janji akan mengantarmu pulang tanpa menyentuhmu apalagi membunuhmu " ucapnya tertawa.
__ADS_1
" Sebaiknya kau berhentilah menangis kalau kau tidak ingin saya membunuhmu " sambungnya tertawa. " Ternyata kau sangat takut mati " ucap Rafael melihat Ara yang dengan cepat menghapus air matanya.
" Bagaimana aku tidak menyukaimu kalau kau begitu menggemaskan seperti ini. Kenapa harus Ibra yang menjadi pria beruntung yang mendapatkanmu " batin Rafael
" Baiklah mungkin saya akan menceritakan tentang kisah cintaku terlebih dahulu " ucap Rafael yang tidak begitu diperdulikan oleh Ara.
Rafael lalu menceritakan pada Ara awal dia bertemu dengan seorang gadis yang disukainya beberapa tahun lalu. Tanpa Ara tau kalau gadis yang dimaksud Rafael adalah dirinya.
Saat itu Ara masih SMP sedangkan Rafael sudah berkuliah di luar negeri. Saat libur kuliah dia pulang ke Indonesia dan hari itu dia menemani papanya ke Jakarta untuk bertemu dengan teman papanya yang tidak lain ayah Ara.
Saat kedua orangtua mereka asik bercerita Ara pulang dari sekolah menyalami ayahnya dan juga Jordan. Melihat itu Rafael juga ikut mengangkat tangannya berharap Ara menyalaminya, namun Ara malah berlalu tanpa berbalik padanya, Rafael tertawa kecil merasa malu melihat dirinya yang di abaikan, tapi dia juga merasa lucu. Tiba waktu makan siang mereka makan berempat, Rafael terus saja memandangi Ara yang duduk di depannya, meski Ara tidak begitu memperhatikannya dan hanya sesekali melihat ke arahnya. Saat itu menurutnya gadis kecil di depannya itu begitu manis dan lucu.
Setelah pertemuannya hari itu Rafael sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Ara karena mereka memang tinggal di kota yang berbeda, ditambah lagi Rafael yang berkuliah diluar negeri.
Setelah beberapa tahun menyelesaikan kuliahnya Rafael kembali ke Indonesia. Suatu hari dia menghadiri acara temannya di Jakarta. Saat mampir ke supermarket untuk membeli sesuatu dia kembali melihat Ara yang menggunakan seragam SMA. Sejenak mereka saling menatap namun sayang sepertinya Ara tidak mengenalinya. Rafael tidak hentinya memperhatikan Ara dan mengikuti langkah Ara hingga Ara keluar dari supermarket, hingga ia sendiri lupa dengan tujuannya masuk ke supermarket.
Saat mengendarai kendaraannya Rafael terus saja memikirkan Ara, membayangkan wajah Ara yang menurutnya semakin cantik dan terlihat lebih dewasa.
Sepulangnya dari Jakarta dia mengungkapkan perasaannya pada papanya, meminta papanya menjodohkannya dengan Ara, tapi papanya memintanya untuk menunggu hingga Ara tamat SMA dan dia pun mengiyakan.
Namun setiap hari Rafael terus saja memikirkan Ara, hingga dia memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan membuka usaha di Jakarta agar dia bisa lebih dekat dengan Ara. Dan usaha klub malam adalah pilihannya karena papanya juga memiliki beberapa usaha yang sama di kotanya.
Setelah tinggal di Jakarta Rafael selalu saja membuntuti Ara tanpa Ara ketahui, menyaksikan keseharian Ara dari jauh adalah kebahagiaan tersendiri untuknya. Perasaannya semakin kuat saat dia tau kalau Ara tidak sedang dekat dengan pria manapun.
Setelah Ara tamat sekolah Rafael mendesak papanya untuk melamar Ara untuknya, namun sayang Hartono menolaknya dengan alasan kalau Ara ingin kuliah dulu. Akhirnya Jordan memberi pengertian pada Rafael dan meminta Rafael untuk menunggu lagi hingga Ara tamat kuliah. Meski berat tapi Rafael tetap mengiyakannya.
Hingga hampir dua tahun menunggu, akhirnya Rafael sudah tidak sabar lagi menunggu, ditambah dia sering mendapati Ara berjalan dengan teman laki-lakinya, meski mereka tidak jalan berdua tapi tetap saja membuat Rafael cemburu.
Akhirnya Rafael memutuskan untuk memberanikan dirinya mendatangi Hartono. Rafael menyampaikan niatnya untuk melamar Ara pada Hartono, dan dia juga memberitahu Hartono kalau dia sudah menyukai Ara sejak lama. Namun sayang lagi-lagi Hartono menolaknya. Rafael terus saja memberi pengertian pada Hartono bahwa dia tidak akan membatasi kegiatan Ara namun Hartono tetap menolaknya dan mengatakan kalau sampai kapan pun Hartono tidak akan menikahkan putrinya dengan Rafael karena Hartono tidak menyukai gaya hidup Rafael yang suka minum-minum dan bermain-main dengan wanita. Meski Rafael berjanji akan melepas semuanya dan merubah gaya hidupnya, tetap saja Hartono tidak menerimanya.
" Lalu bagaimana pendapatmu tentang kisah cintaku? " tanya Rafael menyudahi ceritanya.
" Pendapatku?? " tanya Ara bingung
" Iya, setelah mendengar ceritaku saya yakin kamu punya pendapat tersendiri mengenai apa yang saya alami " jelas Rafael
" Tapi saya.... " ucap Ara terpotong karena mendengar suara ponsel Rafael yang berbunyi.
" Halo.... " ucap Rafael mengangkat telfonnya.
.
__ADS_1
.
Bagi like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤