
Setelah kepergian Ryan Ibra menatap pada orang yang ada di sekitarnya. Karena merasa malu Ibra kemudian memutuskan untuk mendudukkan dirinya disebuah kursi yang tidak jauh darinya.
"Apa kamu sudah tidur?" tanya Ibra pada gadis kecil yang tengah mengalungkan tangannya dileher Ibra sambil menyandarkan kepalanya dibahu Ibra.
"Belum," jawab Alea polos sambil menggelengkan kepalanya. "Wajah om sangat mirip dengan papa Lea," ucap Alea yang masih betah diposisinya, membuat Ibra mengernyit tidak terima.
"Bagaimana mungkin aku mirip dengan Abyan," gumamnya kecil namun masih bisa di dengar oleh Alea.
"Bukan dengan Paya."
"Lalu?? Apa kamu punya banyak papa?" tanya Ibra yang tadi sempat mendengar Alea memanggil Abyan dengan sebutan Paya.
"Tidak, hanya satu. Kata mama, Paya itu om Alea."
"Pantas saja kalian tidak mirip," ucap Ibra tersenyum. "Lalu papa kamu mana? Om jadi penasaran setampan apa papa kamu," tanyanya lagi penasaran.
"Lea tidak tau, papa tidak pernah pulang makanya mama suka nangis," jawab Lea polos, membuat Ibra yang mendengarnya merasa Iba. Mungkin saja kedua orangtua gadis yang ada di gendongannya saat ini telah berpisah, atau mungkin papanya sudah meninggal, pikirnya.
"Alea!"
"Mama!" sahut Alea kemudian mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia sandarkan pada Ibra.
Ibra yang mendengar suara wanita dibelakangnya merasa lega kemudian berdiri dan membalikkan tubuhnya.
Seketika Ibra tercengang melihat wanita yang ada di hadapannya. "Ara!" ucapnya pelan.
Tidak berbeda dengan Ibra, Ara lebih terkaget melototkan matanya tidak percaya orang yang dirindukannya selama ini telah berdiri di hadapannya.
"Mama..." panggil Alea merentangkan tangannya pada Ara, membuat Ara tersadar kemudian dengan segera meraih putrinya yang berada di gendongan Ibra dan membawanya ke dalam gendongannya. "Mama Alea ngantuk," ucap Alea yang sudah menyandarkan kepalanya dibahu Ara.
"Iya sayang kita pulang sekarang"
"Ara!" ucap Ibra menahan kepergian Ara.
"Alea sama Maya ya sayang," ucap Miya pada Alea, mengerti bahwa keduanya butuh waktu berdua untuk berbicara.
"Tidak usah, kamu kan sedang hamil. Ayo kita pulang." Ara berucap kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Ibra.
"Ara.. Ada yang ingin kakak bicarakan denganmu," ucap Ibra mengikuti langkah Ara namun Ara tidak memperdulikannya.
__ADS_1
"Kakak merindukanmu!" ucap Ibra lagi membuat Ara menghentikan langkahnya sejenak, merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Maaf anakku sudah mengantuk." Ara berucap sebelum kembali melanjutkan langkahnya.
Mendengar ucapan Ara, Ibra tersadar dan tidak lagi mengikuti Ara. Jika benar Ara ibu dari Alea, bukankah berarti Ara telah menikah lagi?? Pikirnya.
"Hei apa yang kau lakukan disini?" tanya Ryan yang baru saja kembali "Anak itu mana??" tanyanya lagi melihat-lihat sekelilingnya mencari keberadaan Alea.
"Pergi," ucap Ibra yang masih terus memandang kedepan, tempat dimana Ara hilang dari pandangannya.
"Pergi?? Apa dia pergi bersama ibunya?" tanya Ryan namun tidak dijawab oleh Ibra yang malah pergi keluar dari aula.
Disepanjang perjalanan pulang Ibra terus saja memikirkan Ara. Mengetahui Ara yang sudah memiliki keluarga baru rasanya sangat sakit untuk Ibra. "Lalu untuk apa aku menunggunya selama ini?" ucapnya merasa kesal karena merasa penantiannya sia-sia.
"Siapa?" tanya Ryan yang sedang mengemudi, merasa bingung. "Apa kau berbicara denganku?" sambungnya memastikan.
"Ara.. Saya bertemu Ara," jawab Ibra pelan.
Ciiiitttttt....
Ryan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya, membuat Ibra sedikit terpental kedepan.
"Lalu dimana Ara? Kenapa kau tidak membawanya pulang?" tanya Ryan tidak sabar.
"Dia sudah menikah dengan orang lain"
"Kau yakin?"
"Mereka bahkan telah memiliki anak." Ibra menjawab dengan tidak bersemangat. "Alea ternyata putri mereka."
"Jadi Abyan suami Ara?" tanya Ryan tidak percaya.
"Cehhh.. bukan, dia itu om Alea, saya juga tidak mengerti. Sudah cepat jalan." Perintah Ibra.
***
Setelah menidurkan Alea, Ara merasa gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya. Ia terus saja memikirkan pertemuannya dengan Ibra.
Tok..tok..tok...
__ADS_1
"Ara!" suara Miya terdengar dari luar kamar.
"Masuklah," jawab Ara, lalu mendudukkan dirinya melihat kedatangan sahabatnya.
Miya menghampiri Ara dan duduk disamping Ara dengan bantuan Ara. "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya pada Ara.
"Entahlah," jawab Ara menunduk.
"Kenapa tidak mencoba berbicara dengannya?" tanya Miya menggenggam tangan Ara.
"Entahlah, rasanya aku sangat malu saat berhadapan dengannya," jawab Ara yang merasa bingung dengan perasaannya.
"Malu kenapa?" tanya Miya lagi namun Ara hanya menggeleng.
"Aku tau kamu masih mengharapkannya. Kenapa kalian tidak mencoba untuk kembali bersama?" tanya Miya yang tau bagaimana perjuangan Ibra mencari Ara di awal kepergian Ara.
"Itu sudah sangat lama. Aku yakin dia sudah menikah, dan punya keluarga yang bahagia tentunya."
"Kenapa kita tidak coba mencari taunya?" ucap Miya memberi saran.
"Tidak. Biarkan seperti ini. Aku takut setelah mengetahui kebenarannya hanya akan menambah sakitnya," jawab Ara menggeleng.
"Ya sudah terserah kamu saja." Miya kemudian menatap Alea yang tertidur lelap. " Lalu bagaimana dengannya? Bukankah seharusnya dia tau siapa ayahnya? " ucapnya kemudian menatap Ara.
"Tidak perlu, biarkan seperti ini saja, aku tidak mau membuat luka diantara mereka," ucap Ara khawatir jika saja Ibra atau mungkin istrinya tidak dapat menerima Alea.
***
Diwaktu yang bersamaan, di apartemenya Ibra juga tidak dapat memejamkan matanya. Bayangan Ara terus saja memenuhi pikirannya.
Ibra lalu memutuskan keluar dari kamar dan berjalan ke arah pantry untuk membuat kopi. Ibra kemudian mendudukkan dirinya disalah satu kursi yang ada di pantry dan menikmati kopi buatannya.
"Tunggu!" Ibra tiba-tiba saja teringat dengan ucapan Alea yang mengatakan bahwa ayahnya tidak pernah pulang. "Apa suaminya meninggalkannya?" pikir Ibra yang kemudian merasa kesal. "Bagaimana bisa dia segampang itu percaya pada laki-laki? Bodoh!" umpatnya merutuki kepolosan Ara.
.
.
Terimakasih buat yang sudah memberikan dukungannya dengan Like, Komen dan Votenya, Loveyuu 😘😘
__ADS_1
Tetap berikan Like, Komen dan Votenya yaa teman-teman 🤗❤