
Suasana gedung pernikahan yang di penuhi bunga-bunga perpaduan pink putih membuat gedung tersebut nampak segar, ditambah lantunan lagu-lagu khas pernikahan menambah kesan romantis pada pernikahan Miya dan Abyan.
Ibra yang menjadi salah satu tamu undangan nampak berdiri disalah satu sudut ruangan memperhatikan setiap tamu undangan yang datang, berharap ada sosok wanita yang dicarinya disana. Ibra perlahan melangkah menyusuri setiap sudut gedung mencari keberadaan Ara, tapi sayang hingga acara hampir selesai dia tidak menemukan Ara disana, dan untuk terakhir kalinya Ibra berkeliling mencari keberadaan Ara tetap saja dia tidak menemukannya, hingga ia bertemu dengan Arumi.
" Apa Ara benar-benar tidak datang? " tanyanya pada Arumi.
" Kak Ibra bisa melihatnya sendiri. Jika saja dia datang dia akan bersama denganku saat ini " jawab Arumi kemudian pergi meninggalkan Ibra.
Saat ini Arumi merasa sangat marah pada suami sahabatnya itu. Beberapa hari ini Arumi dan Miya terus saja menangis memikirkan sahabatnya yang entah berada dimana saat ini. Sahabat yang ia janji pada dirinya sendiri akan menjaganya, dan jika saja saat ini dia bertemu dengannya, dia berjanji akan membawanya pergi bersamanya.
Setelah bertemu Arumi, Ibra memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ibra pergi tanpa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Saat ini hatinya kembali hancur mendapati kenyataan bahwa Ara tidak berada disana.
Ibra masuk ke dalam kamarnya, mendudukkan dirinya di sofa lalu menjambaki rambutnya dengan keras.
" Apa kau benar-benar akan meninggalkanku?? " ucapnya menitihkan air matanya " Kakak mohon kembalilah, maafkan kesalahan kakak, kakak mohon " ucapnya lagi "Aaagghhhhh.... " teriaknya menyesali kebodohannya.
Keesokan harinya Ibra pulang ke Jakarta. Ia pulang kerumah orang tuanya untuk bertemu mamanya, berniat untuk menumpahkan segala kesedihannya pada mamanya.
" Ara telah meninggalkanku ma, papa membohongiku, Ara tidak lagi mencintaiku " tangis Ibra dipangkuan mamanya.
__ADS_1
" Tidak sayang, Ara sangat mencintaimu, dia pasti akan kembali " ucap mama Reta mengusap punggung putranya.
" Tapi kapan?? "
" Kamu yang sabar, saat ini mungkin Ara ingin menenangkan diri dulu. Mama tau perasaan Ara, mungkin saat ini dia sedang malu untuk bertemu dengan kita " ucap mama Reta membelai rambut putranya " Jika kalian benar-benar berjodoh maka dia akan kembali padamu entah itu hari ini, besok atau mungkin nanti. Serahkan semuanya sama Allah, Allah tau apa yang terbaik untuk kalian " sambungnya menasehati.
Ibra mengangkat kepalanya yang sedari tadi berada dipangkuan mamanya " Lalu bagaimana kalau kami tidak berjodoh? " tanyanya membuat mama Reta tersenyum mendengarnya.
" Mama yakin kalian berjodoh " ucap mama Reta menghapus air mata anaknya " Berhentilah menangis, bagaimana bisa seorang pria menangis seperti anak kecil seperti ini " ucap mama Reta tertawa.
" Terimakasih ma " ucap Ibra kembali memeluk mamanya.
Rissa yang melihat kesedihan Ibra ikut merasakan apa yang dirasakan kakanya, tapi tidak ada yang bisa dia perbuat karena sampe saat ini dia juga tidak tau dimana Ara berada.
Ibra menyibukkan dirinya dengan bekerja, hingga hari-harinya berlalu begitu saja berganti menjadi bulan, bulan berganti menjadi tahun, hingga beberapa tahun kemudian Ibra menjadi sosok pria yang gila kerja.
" Mama sudah menyiapkan semua keperluan kamu " ucap mama Reta menutup koper milik Ibra lalu berjalan ke arah Ibra, duduk disisi Ibra yang duduk bersandar diatas ranjangnya sedang sibuk bermain game diponselnya.
" Kalau sedang libur kamu pulanglah, mama akan semakin kesepian dirumah " ucap mama Reta
__ADS_1
" Akan Ibra usahakan "
" Kenapa harus pindah sih, kamu kerjanya disini saja ya? "
" Ibra juga ingin menjadi pemimpin sebuah perusahaan ma, mama tidak usah khawatir Ibra akan sering pulang kok " jawabnya yang masih terus fokus dengan ponselnya.
" Ya sudah.. " jawab mama Reta mengalah " Kalau begitu kamu cobalah mencari pendamping hidup disana, kata orang gadis disana cantik-cantik " ucapnya tersenyum.
Ibra mematikan ponselnya lalu memandangi mamanya " Bukankah kata mama dia akan kembali? "
" Tapi itu sudah sangat lama "
" Ibra akan menunggunya " ucapnya lalu berdiri mencium pucuk kepala mamanya dan pergi meninggalkan mamanya.
" Mau kemana? " teriak mama Reta
" Ke ruang kerja papa "
.
__ADS_1
.
Bagi like dan coment nya yaa teman-teman 🤗❤