
Seminggu telah berlalu setelah pertemuan Ibra dan Ara dan tidak ada lagi pertemuan setelahnya. Menyisahkan tanda tanya diantara keduanya tentang bagaimana kehidupan yang mereka jalani saat ini.
Sore hari Ara dan Miya sedang bersantai di taman belakang rumah, saling berbagi pengalaman. Ara menceritakan tentang bagaimana repotnya mengurus bayi, dan Miya mendapatkan banyak ilmu dari Ara tentang bagaimana seharusnya mengurus bayi dengan benar.
Dikarenakan Ara yang telah beberapa hari ini bekerja menggantikan Miya, Miya menceritakan tentang pengalamannya selama bekerja, serta memberi tahu Ara tentang bagaimana watak dari rekan-rekan kerjanya. Setidaknya agar Ara tau bagaimana harus bersikap pada mereka.
Alea yang terlihat bahagia bermain bersama kucing peliharaan Miya, tiba-tiba menghentikan aktifitasnya dan berlari pada Ara.
"Ma, Lea bosan. Lea rindu dengan mas Rizky," ucap Alea cemberut.
"Jalan-jalan sama Paya, mau?" ucap Abyan yang tiba-tiba muncul.
"Mau Paya, Mau." Alea berteriak kegirangan.
"Mau kemana mas?" tanya Miya pada Abyan.
"Terserah Alea mau kemana, yang penting Alea tidak bosan." Jawab Abyan tersenyum pada Alea. "Tidak apakan Ra?"
"Iya tidak apa kok."
Setelah mendapatkan persetujuan dari Ara, Abyan membawa Alea ke supermarket membeli cemilan yang disukai Alea, sebelum akhirnya ke suatu tempat yang sedari tadi menjadi tujuan sebenarnya mengapa ia membawa Ara.
Saat ini Abyan sedang memarkirkan mobilnya di pinggir jalan sambil sesekali melihat ke arah kaca spion.
"Paya kita sedang apa disini?" tanya Alea yang merasa mobilnya tidak jalan sedari tadi.
"Paya sedang menunggu teman Paya, tidak apa kan sayang?" ucap Abyan.
"Iya tidak apa."
"Apa mereka tidak akan pulang?" ucap Abyan sambil terus memandang ke arah kaca spion.
Dan setelah beberapa menit menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggunya datang juga. Abyan dengan cepat keluar dari mobilnya dan berakting seakan-akan sedang kesal, menarik-narik rambutnya sambil melihat-lihat ke arah mobilnya.
Tiba-tiba sebuah mobil berjalan pelan ke arahnya.
"Pak Abyan!" sapa Ibra dari dalam mobil.
"Eh Pak Ibrahim!"
"Kenapa? mobilnya mogok?" tanya Ibra.
"Iya nih, tidak tau juga kenapa!" jawab Abyan berpura-pura.
__ADS_1
Ibra turun dari mobilnya disusul oleh Ryan, yang sedari tadi duduk disampingnya.
"Biar saya bantu," ucap Ibra menawarkan diri.
"Tidak, tidak usah. Saya sudah menelfon bengkel langganan saya."
"Oh begitu ya. Ya sudah kalau begitu saya tinggal, tidak apa kan?" ucap Ibra.
"Iya tidak apa. Memang Pak Ibrahim mau kemana?" tanya Abyan berbasa-basi.
"Pulang, kami tinggal disana." Ibrahim berucap sambil menunjuk kawasan apartemen yang tidak jauh dari sana.
"Begitu ya," ucap Abyan melemah.
Melihat ekspresi wajah Abyan, Ibra mencoba menawarkan Abyan untuk ikut ke apartemennya, namun Abyan degan cepat menolak.
"Bagaimana kalau anda membawa Alea saja. Sepertinya dia sudah mulai bosan," ucap Abyan dengan nada khawatir.
"Alea??" tanya Ibra menyelidik kearah dalam mobil.
"Iya tadi dia ikut denganku."
Dengan cepat Ibra membuka pintu mobil dan benar saja dia melihat Alea disana terlihat anteng dengan beberapa cemilan di pangkuannya.
"Hai Om!" sapa Alea tersenyum pada Ibra.
Akhirnya Abyan menitipkan Alea pada Ibra dan berjanji akan menjemputnya setelah mobinya selesai diperbaiki.
"Aku tidak akan mengatakan kalau dia itu putrimu, aku ingin kau menyadarinya sendiri," ucap Abyan tersenyum.
Beberapa hari yang lalu Miya memang telah menceritakan semuanya pada Abyan. Dan setelah mengetahui dari Abyan bahwa Ibra tidak memiliki istri, mereka bersepakat untuk menyatukan mereka kembali secara perlahan.
Abyan kemudian melajukan kendaraannya menuju ke sebuah kafe, dia akan memberikan ayah dan anak itu waktu untuk bersama.
***
Setelah memasuki apartemennya, Ibra mengajak Alea duduk di sofa ruang tengah apartemennya. Ibra yang duduk di sebelah Alea memperhatikan secara seksama gadis kecil berlesung di pipi kirinya dengan rambut sepinggang yang sedikit bergelombang di sampingnya. "Cantik seperti mamanya," batin Ibra tersenyum lalu merapikan anak rambut Alea dan menyelipkannya ke belakang telinga Alea.
"Alea haus tidak?" tanya Ryan yang juga duduk tidak jauh dari mereka.
"Tidak." Alea menggoyang-goyangkan kakinya sambil mengedarkan pandangannya melihat-lihat disekelilingnya. "Rumah Om cantik, sangat besar sama seperti rumah Paya."
"Memang rumah Alea kecil ya?" tanya Ibra penasaran.
__ADS_1
"Alea tidak punya rumah," jawab Alea polos membuat Ibra tersentak mendengarnya lalu menatap pada Ryan yang juga tengah menatap padanya.
"Terus Alea tinggal dimana?" tanya Ryan semakin penasaran.
"Di rumah Paya."
"Bersama mama?" tanya Ibra dan diangguki oleh Alea.
"Sebenarnya papa Alea kemana sih?" tanya Ibra menyelidik.
" Tidak tau, kata mama papa lagi kerja. Tapi papa tidak pernah pulang. Kata mas Rizky papa tidak sayang sama Alea makanya papa tidak pulang"
Baru saja Ibra ingin bertanya lagi namun niatnya terhenti karena mendengar suara bel berbunyi.
"Sepertinya Abyan sudah datang," ucap Ryan kemudian bergegas untuk membuka pintu.
***
Sebuah panggilan masuk menghentikan kegiatan Abyan yang tengah browsing mengenai bayi yang baru lahir. Dan betapa kagetnya saat ia mendengar kabar dari Ara bahwa Miya akan segera melahirkan.
Tanpa berpikir panjang, Abyan berlari keluar kafe dan melajukan kendaraannya pulang ke rumahnya.
Setelah sampai di rumahnya dengan segera ia mencari keberadaan istrinya. Setelah menemukan istrinya yang ternyata berada di dalam kamar, dengan segera Abyan dibantu Ara membopong tubuh Miya menuju mobil.
Sesaat Ara tersadara saat akan ikut masuk ke dalam mobil. "Mas! Alea mana?" tanya Ara membuat Miya yang tidak lagi merasakan sakit ikut menatap ke arah suaminya.
"Astagfirullah!" pekik Abyan.
"Kenapa Mas?" tanya Ara dan Miya bersamaan.
"Mas lupa, Alea ada di rumah teman Mas."
Saat Ara ingin kembali bertanya, Miya kembali berteriak karena merasakan sakit.
"Ya sudah kita bawa Miya ke rumah sakit dulu." Ara berucap lalu kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di samping sopir. Abyan yang duduk di belakang bersama Miya terus saja menguatkan istrinya.
Setelah tiba di rumah sakit dan Miya telah ditangani oleh dokter, Abyan menghampiri Ara dan menyarankan agar Ara pergi menjemput putrinya. Abyan kemudian memberikan alamat apartemen Ibra.
"Jangan khawatirkan Miya, sebentar lagi juga mama akan datang," ucap Abyan melihat Ara yang tampak bimbang. Dan setelah Ara mengiyakan, dengan segera Abyan masuk ke ruangan dimana istrinya berada sekarang.
.
.
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah memberikan dukungannya dengan Like, Komen dan Votenya. Loveyuu 😘😘
Tetap berikan Like, Komen dan Votenya yaa teman-teman 🤗❤