Sekretaris Pribadi Mr. Arogan

Sekretaris Pribadi Mr. Arogan
Ep.11 Wanita Yang Sangat Berarti


__ADS_3

“Ingat kau harus setuju denganku apa pun itu, apa pun yang terjadi di dalam sana dan apa pun yang aku lakukan jangan menolak ataupun mendorongku pergi” ucap Maxime setengah berbisik tepat di samping telinga Zevana.


Zevana sedikit tersentak karena suara Maxime memenuhi telinganya, ia sedikit kesal memikirkan apa yang sebenarnya akan terjadi di dalam sana sampai harus diingatkan terus-terusan seperti ini.


“Baik Tuan” ucapnya tetap profesional.


“Ini bukan kantor, panggil saja dengan namaku” perintah Maxime tak suka dengan sebutan Tuan itu dan wanita di sampingnya ini benar-benar memberi batasan yang jelas tentang hubungan mereka.


Maxime meletakkan tangannya di pinggang Zevana dan mulai menarik wanita itu untuk bergerak berjalan beriringan dengannya “Ayo, masuk”


Saat mereka melangkahkan kaki masuk ke dalam Zevana hanya mengagumi sekelilingnya, mansion itu bernuansa modern namun juga terkesan klasik di waktu bersamaan. Rumah besar ini di hiasi dengan lukisan-lukisan indah, meskipun ia tidak mengerti tentang lukisan tapi itu sangat bagus dan ia yakin bahwa itu pasti mahal.


Tentu saja ini bukan pertama kalinya baginya mendatangi mansion bahkan rumah utamanya dan rumah teman-temannya juga masuk kategori mansion tapi ini berbeda entah bagaimana bisa meski tak melihat seluruh ruangannya mansion ini sukses membuatnya jatuh cinta.


Oh ****! Bahkan ada bar di sini. Pertama aku juga berpikir bahwa bar ini ada karena pesta ini tapi jika di lihat dari desain mansion ini, bar memang sudah ada sebelumnya. Maxime membawa Zevana menuju bar terlebih dahulu sebelum mereka memutuskan untuk berinteraksi dengan tamu lainnya.


“Tolong bombay Sapphire Revelation dan untuk wanita ini buatkan saja The Boulevardier” ucap Maxime pada bar tender


The Boulevardier? Itu hanya minuman jenis koktail. Zevana melirik tak suka ke arah Maxime padahal selagi berada di bar seperti ini ia juga ingin mencoba minuman beralkohol tapi yang ia dapat justru segelas koktail.

__ADS_1


“Saya tidak ingin itu dan saya bisa memesannya sendiri” tolak Zevana


Maxime mengalihkan pandangannya kepada Zevana “Terima saja, dia sudah membuatkannya” ucap Max datar.


“Dia belum membuatnya, aku tidak ingin minum itu bahkan aku tidak tahu rasa seperti apa itu” kekeh Zevana.


“Turuti saja perintahku” tegas Maxime


Zevana dibuat semakin kesal saat mendengar kata perintah bahkan untuk minum saja dia di perintah seperti ini. Maxime sadar jika wanita di sampingnya itu kesal tapi ia tidak ingin membiarkannya memesan sendiri karena ia merasa jika Zevana akan memesan minuman beralkohol.


Ia tidak ingin itu karena Zevana tidak boleh sampai mabuk malam ini karena akan ada banyak laki-laki belang yang mengambil kesempatan jika melihat wanita mabuk.


Setelah mendapat minuman yang mereka pesan Maxime merangkul pinggang Zevana dan mengajaknya untuk mendekati sekelompok pria dan sedikit berbincang tentang bisnis, pria itu tidak melepas tangannya dari pinggang Zevana ini terkesan seperti sedang melindungi Zevana dari sekelompok pria ini.


“Hey, Max” terdengar suara berat dari seorang pria tua yang mendekat ke arah mereka.


“Oh halo Mr. Paul” ucap Maxime mengulurkan tangannya menyambut jabatan tangan pria tua itu.


Pandangan pria tua itu tertuju pada Zevana, ia menatap menyelidik dari atas hingga bawah dengan sebuah seringaian kemudian tertawa kecil.

__ADS_1


“Kau sangat hebat dalam mencari wanita, kali ini siapa dia?” tanyanya.


Ya, inilah yang di maksud dengan Maxime yang memiliki sifat suka berganti wanita selain melakukan hubungan badan dengan wanita yang berbeda setiap saatnya, Maxime juga membawa wanita berbeda setiap kali pergi ke pesta dan tentu saja kini Zevana disalah pahami sebagai salah satu dari wanita-wanita Maxime.


Maxime tertawa sinis dengan rahang yang mengeras entah kenapa ia tidak suka dengan ucapan dan tatapan pria tua itu terhadap Zevana “Ayolah Tuan, wanita ini sangat berarti untukku jadi tolong jangan samakan dia dengan wanita-wanita sebelumnya” ucap Maxime tersenyum namun menatap tajam pria tua itu.


Menyadari ada yang berbeda dengan Maxime pria tua itu pun tertawa dan mengakhiri tatapan mengerikannya itu dan berlalu pergi. Zevana tidak mengerti dengan ini jika hanya sedang berduaan saja Maxime akan menjadi pria yang sangat menjengkelkan setengah mati tapi jika dalam situasi seperti ini Zevana sangat menyukainya karena pria ini benar-benar melindunginya dengan baik.


Ia bahkan tidak menatap tajam pria itu saat Maxime mengeratkan tangannya yang berada di pinggangnya, benar atau salah tanggapannya saat ini yang pasti ia sangat takut dan ngeri dengan tatapan pria tua itu tadi.


Jujur saja sisi baik Maxime yang ini sedikit membuatnya terpesona, ia terlihat begitu perhatian dan manis entah ini bisa bertahan selamanya atau hanya saat berada di dalam sini saja karena banyak rekan kerjanya yang berada di sini dan hanya sekedar mempertahankan image baiknya saja.


Zevana kembali bergumul dengan pikirannya “Wanita yang sangat berarti untukku? Itu mengejutkan terlebih tadi ia mengeratkan tangannya, apa itu bentuk kemarahannya? Apa itu mungkin Maxime marah karena pria tua itu menatapku? Arghh akan menyenangkan jika itu kenyataan” pikirnya.


Saat sedang asyik dengan pikirannya Maxime kembali mengeratkan tangannya kemudian sedikit menundukkan kepalanya dan berbisik tepat di telinga Zevana “Hey Zee, Hey...”


Oh damn! Suara pria itu terdengar menggelitik ditelinganya hingga akhirnya lamunannya buyar saat Maxime mencengkeram erat pinggangnya.


“Hey, apa yang sedang kau pikirkan?”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2